Tanggapan Gempa Bumi Jayapura 5.2 Sr - 9 Februari 2017

TANGGAPAN GEMPA BUMI JAYAPURA
5.2 SR - 9 FEBRUARI 2017

Bersama ini, kami sampaikan laporan tanggapan terjadinya gempa bumi di timur laut Jayapura, Papua. Berdasarkan informasi yang diperoleh adalah sebagai berikut:

1. Gempabumi terjadi pada hari Kamis, 9 Februari 2016, pukul 09:21:51 WIB. Menurut BMKG, pusat gempabumi berada pada koordinat 140,78° BT dan 2,39° LS dengan magnitudo 5,2 SR pada kedalaman 10 km berjarak 25 km timur laut Jayapura, Papua. United States Geological Survey (USGS) menginformasikan bahwa gempa bumi berpusat di koordinat 140,788° BT dan 2,307° LS dengan magnitudo 5,1 Mb di kedalaman 35 km (Peta pusat gempabumi terlampir).

 

PETA PUSAT GEMPA BUMI JAYAPURA 9 FEB 2017

 

2. Kondisi Geologi Daerah Terdampak Gempa Bumi
Pusat gempa bumi berada di laut. Daerah dekat dengan pusat gempa bumi tersusun oleh Batuan ultramafik Pratersier dengan lereng terjal, Batuan karbonat dan gunungapi berumur Tersier dan Batuan Kuarter yang bersifat lepas dan berpotensi pencairan lahan di beberapa dataran. Pada daerah yang disusun oleh endapan Kuarter diperkirakan goncangan gempabumi akan lebih kuat karena batuan ini bersifat urai, lepas, belum kompak dan memperkuat efek getaran sehingga rentan terhadap goncangan gempa bumi.

 

3. Dampak Gempabumi
Sampai laporan ini dibuat belum ada laporan mengenai adanya korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat goncangan gempabumi ini. Hanya saja membuat kepanikan sehingga masyarakat keluar dari rumah. Dirasakan di Jayapura dan Sentani dengan skala intensitas III-IV MMI, II–III MMI di Keerom.

 

4. Penyebab Gempa Bumi
Berdasarkan posisi dan kedalamannya, gempa bumi ini diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas subduksi Lempeng Pasifik di Utara Papua.

 

5. Rekomendasi
• Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
• Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempabumi susulan, yang diharapkan berkekuatan lebih kecil.
• Gempabumi ini tidak menimbulkan tsunami, walaupun pusat gempanya berada di laut, energi gempa ini tidak cukup kuat untuk menimbulkan tsunami.