Tanggapan Gempa Bumi Kab. Tasikmalaya 5.2 Sr - 13 Februari 2017

TANGGAPAN GEMPA BUMI KAB. TASIKMALAYA 
5.2 SR - 13 FEBRUARI 2017
Bersama ini, kami sampaikan laporan tanggapan terjadinya gempa bumi di tenggara Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, berdasarkan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber dan analisis dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, sebagai berikut:

1. Informasi Umum:
Gempabumi terjadi pada hari Senin, 13 Februari 2017 pukul 15:12:47 WIB berjarak 33 km tenggara dari Kab. Tasikmalaya, dengan informasi sebagai berikut:
•BMKG: pusat gempa bumi berada pada koordinat 7.94°LS dan 108.24° BT dengan magnitudo 5.2 SR pada kedalaman 49 km.
•USGS: pusat gempa bumi berada pada koordinat 7.724°LS dan 108,192°BT dengan magnitudo 4.7 Mb pada kedalaman 93.4 km.
•GFZ: pusat gempa bumi berada pada koordinat 8.00°LS dan 108.19°BT dengan magnitudo 5.0 Mw pada kedalaman 85 km.
TASIK

2. Kondisi geologi daerah terkena gempabumi:
Pusat gempabumi berada di laut, tepatnya di sebelah selatan Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat dengan kedalaman menengah. Pusat gempabumi ini berada di sekitar Zona Wadati-Beniof (jalur kegempaan subduksi) dari Lempeng Samudera Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Benua Eurasia. Daerah yang berdekatan dengan pusat gempabumi di selatan Pulau Jawa bagian barat pada umumnya disusun oleh batuan sedimen Tersier yang sebagian mengalami pelapukan dan endapan Kuarter berupa endapan aluvial pantai, sungai dan rombakan gunungapi muda. Goncangan gempabumi akan terasa lebih kuat di daerah yang disusun oleh endapan alluvium, batuan vulkanik Kuarter dan pelapukan batuan Tersier yang bersifat lepas dan tidak terkonsolidasi, karena sifat batuan yang demikian akan memperkuat efek goncangan gempabumi.


3. Penyebab gempabumi:
Berdasarkan posisi sumber gempabumi dan kedalamannya, gempabumi ini disebabkan aktivitas Zona Benioff yang terbentuk akibat lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia.


4. Dampak gempabumi:
Gempabumi dengan kedalaman menengah, goncangan dengan intensitas maksimum akan dirasakan di daerah yang berdekatan dengan pusat gempabumi dan dapat dirasakan secara meluas namun dengan intensitas yang melemah seiring pertambahan jarak. Meskipun sumber gempabumi berpusat di laut, namun energinya tidak menyebabkan deformasi, sehingga tidak menimbulkan tsunami. 
Berdasarkan informasi BMKG, goncangan gempabumi dirasakan dengan intensitas sekitar II MMI di Tasikmalaya. Hingga tanggapan ini dibuat, belum ada laporan korban jiwa dan kerusakan akibat gempabumi.


5. Rekomendasi:
•Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
•Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa susulan, yang diharapkan berkekuatan lebih kecil.
•Gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami, karena walaupun gempa bumi berpusat di laut, namun energinya tidak cukup kuat untuk memicu terjadinya tsunami.

Bersama ini, kami sampaikan laporan tanggapan terjadinya gempa bumi di tenggara Kab. Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, berdasarkan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber dan analisis dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, sebagai berikut:

1.    Gempabumi terjadi pada hari Senin, 13 Februari 2017 pukul 15:12:47 WIB berjarak 33 km tenggara dari Kab. Tasikmalaya, dengan informasi sebagai berikut:

·Â Â Â Â Â Â Â Â  BMKG: pusat gempa bumi berada pada koordinat 7.94°LS dan 108.24° BT dengan magnitudo 5.2  SR pada kedalaman 49 km.

·Â Â Â Â Â Â Â Â  USGS: pusat gempa bumi berada pada koordinat 7.724°LS dan 108,192°BT dengan magnitudo 4.7 Mb pada kedalaman 93.4 km.

·Â Â Â Â Â Â Â Â  GFZ: pusat gempa bumi berada pada koordinat 8.00°LS dan 108.19°BT dengan magnitudo 5.0 Mw pada kedalaman 85 km.

 

2.    Kondisi geologi daerah terkena gempabumi:

Pusat gempabumi berada di laut, tepatnya di sebelah selatan Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat dengan kedalaman menengah. Pusat gempabumi ini berada di sekitar Zona Wadati-Beniof (jalur kegempaan subduksi) dari Lempeng Samudera Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Benua Eurasia. Daerah yang berdekatan dengan pusat gempabumi di selatan Pulau Jawa bagian barat pada umumnya disusun oleh batuan sedimen Tersier yang sebagian mengalami pelapukan dan endapan Kuarter berupa endapan aluvial pantai, sungai dan rombakan gunungapi muda. Goncangan gempabumi akan terasa lebih kuat di daerah yang disusun oleh endapan alluvium, batuan vulkanik Kuarter dan pelapukan batuan Tersier yang bersifat lepas dan tidak terkonsolidasi, karena sifat batuan yang demikian akan memperkuat efek goncangan gempabumi.

 

3.    Penyebab gempabumi:

Berdasarkan posisi sumber gempabumi dan kedalamannya, gempabumi ini disebabkan aktivitas Zona Benioff yang terbentuk akibat lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia.

4.    Dampak gempabumi:

Gempabumi dengan kedalaman menengah, goncangan dengan intensitas maksimum akan dirasakan di daerah yang berdekatan dengan pusat gempabumi dan dapat dirasakan secara meluas namun dengan intensitas yang melemah seiring pertambahan jarak. Meskipun sumber gempabumi berpusat di laut, namun energinya tidak menyebabkan deformasi, sehingga tidak menimbulkan tsunami.

Berdasarkan informasi BMKG, goncangan gempabumi dirasakan dengan intensitas sekitar II MMI di Tasikmalaya. Hingga tanggapan ini dibuat, belum ada laporan korban jiwa dan kerusakan akibat gempabumi.

 

 5.  Rekomendasi:

·Â Â Â Â Â Â Â Â  Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.

·Â Â Â Â Â Â Â Â  Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa susulan, yang diharapkan berkekuatan lebih kecil.

·Â Â Â Â Â Â Â Â  Gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami, karena walaupun gempa bumi berpusat di laut, namun energinya tidak cukup kuat untuk memicu terjadinya tsunami.