Laporan Singkat Tanggap Darurat Gempa Bumi Tasikmalaya - 24 April 2017


LAPORAN SINGKAT TANGGAP DARURAT GEMPA BUMI TASIKMALAYA 24 APRIL 2017

Bersama ini, kami sampaikan laporan singkat tanggap darurat bencana gempa bumi di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat berdasarkan data yang diperoleh dari pemeriksaan lapangan oleh Tim Tanggap Darurat (TTD) Badan Geologi, dan data sekunder dari USGS, BMKG dan Geo Forschungs Zentrum (GFZ) Potsdam. Selama melakukan survei lapangan TTD Badan Geologi dibantu oleh BPBD Kabupaten Tasikmalaya dan relawan BPBD Kabupaten Tasikmalaya wilayah Kecamatan Cipatujah, Salawu dan Cigalontang.


1. Kejadian gempabumi tersebut terjadi pada hari Senin, tanggal 24 April 2017, pukul 01:01:10 WIB. Parameter kejadian gempa bumi selengkapnya sebagai berikut:
• BMKG: pusat gempa bumi berada pada koordinat 8,1°LS dan 107,86°BT, berjarak 94,3 km barat daya Kota Tasikmalaya, dengan magnitudo 5,4 SR (Skala Richter) pada kedalaman 63 km.
• USGS: pusat gempabumi berada pada koordinat 7,778°LS dan 108,16°BT berjarak 54,8 km barat daya Kota Tasikmalaya dengan magnitudo 5,1 Mw (moment magnitude) pada kedalaman 97,7 km.
• GFZ: pusat gempabumi berada pada koordinat 8,08°LS dan 107,85°BT berjarak 93 km barat daya Kota Tasikmalaya dengan magnitudo 5 Mw pada kedalaman 70 km.


2. Kondisi geologi daerah terkena gempa bumi:
Goncangan gempabumi melanda wilayah selatan pantai Tasikmalaya, Garut, Pangandaran dan Cianjur. Wilayah tersebut pada umumnya disusun oleh batuan berumur Tersier berupa batuan sedimen, batuan gunungapi dan batuan Kuarter berupa endapan aluvial pantai, aluvial sungai dan batuan gunungapi muda. Batuan berumur Tersier tersebut sebagian telah mengalami pelapukan. Batuan yang telah mengalami pelapukan dan batuan berumur Kuarter tersebut pada umumnya bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated), dan bersifat memperkuat efek goncangan gempa bumi, sehingga rawan terhadap goncangan gempa bumi.


3. Penyebab gempa bumi:
Berdasarkan posisi dan kedalaman pusat gempa bumi, kejadian gempa bumi tersebut diakibatkan oleh aktivitas pada zona Benioff yang terbentuk akibat tumbukan antara lempeng Indo-Australia yang menyusup di bawah Lempeng Eurasia. Tumbukan tersebut membentang di selatan Pulau Jawa yang berarah barat – timur.


4. Gempa bumi susulan
Gempa bumi susulan mungkin terjadi, namun masyarakat dan TTD Badan Geologi tidak merasakan hingga hari MInggu tanggal 30 April 2017. Gempa bumi susulan yang mungkin terjadi pada umumnya jumlah dan kekuatannya akan menurun, hal ini mengindikasikan bahwa blok batuan yang tersesarkan dan mengakibatkan terjadi gempa bumi, sedang menuju ke tahap keseimbangan.


5. Dampak gempa bumi:
Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan kejadian gempabumi tersebut telah mengakibatkan terjadinya bencana berupa kerusakan sejumlah rumah penduduk dan bangunan di Kabupaten Tasikmalaya. Hasil pengamatan lapangan tidak ditemukan adanya jejak tsunami akibat kejadian gempabumi tersebut di daerah pantai Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya. Tsunami pernah melanda daerah pantai Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya yang dipicu oleh kejadian gempa bumi tanggal 17 Juli 2006.
Skala intensitas maksimum kejadian gempabumi tersebut melanda Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya yang mencapai V MMI (Modified Mercally Intensity). Hal ini dicirikan oleh goncangan gempa bumi terasa di luar rumah, orang sedang tidur terbangun, barang di atas meja dan hiasan di dinding jatuh, pintu membuka dan menutup, dinding bangunan retak dan genteng jatuh. Tidak terlihat adanya pergeseran tanah, longsoran dan likuifaksi (liquefaction) akibat goncangan gempa bumi ini. Retakan tanah dimensi kecil teramati di Desa Nantang, Kecamatan Cigalontang dan Desa Neglasari, Kecamatan Salawu.
Menurut informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, kejadian gempabumi tersebut telah mengakibatkan 2 bangunan rusak berat, 22 bangunan rusak sedang, dan 256 bangunan rusak ringan. Kerusakan bangunan sebagian besar terjadi di Kecamatan Salawu, Cigalontang dan Cipatujah.
Selama melaksanakan kegiatan tanggap darurat bencana gempa bumi, disamping melakukan pemeriksaan lapangan, TTD Badan Geologi melakukan diskusi terkait mitigasi gempa bumi dan tsunami dengan BPBD Kabupaten Tasikmalaya; aparat Kecamatan Salawu, Cigalontang dan Cipatujah; dan relawan BPBD di Kecamatan Salawu, Cigalontang, Cipatujah, dan Sukaratu. TTD juga melakukan sosialisasi gempa bumi secara langsung kepada aparat setempat dan masyarakat di daerah Kecamatan Salawu, Cigalontang, Cipatujah, dan Sukaratu.

TD_Tasik_a

 

TD_Tasik_b

6. Kesimpulan
• Gempa bumi yang terjadi pada tanggal 24 April 2017 bersumber pada zona Benioff yang terbentuk akibat tumbukan antara lempeng Indo-Australia yang menyusup di bawah Lempeng Eurasia.
• Gempa bumi susulan masih memungkinkan untuk terjadi, tetapi menunjukkan kecenderungan menurun, baik pada kekuatan magnitudo maupun frekwensinya. Hal ini merupakan cerminan bahwa blok batuan yang telah tersesarkan dan mengakibatkan terjadinya gempa bumi, sedang menuju proses keseimbangan.
• Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, kejadian gempa bumi tanggal 24 April 2017 telah mengakibatkan bencana di Kabupaten Malang. Skala intensitas maksimum melanda Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya yang mencapai skala V MMI (Modified Mercally Intensity).
• Kerusakan bangunan yang terjadi di Kecamatan Cipatujah diakibatkan oleh kondisi bangunan yang tidak mengikuti kaidah bangunan tahan gempa bumi; terletak dekat dengan sumber gempabumi; terletak pada endapan Kuarter yang bersifat urai, lepas, belum kompak (unconsolidated), dan diperkirakan memperkuat efek goncangan gempabumi. Adapun Kerusakan bangunan yang terjadi di Kecamatan Cigalontang dan Salawu yang terletak jauh dari sumber gempa bumi diakibatkan oleh kondisi bangunan yang tidak mengikuti kaidah bangunan tahan gempa bumi; terletak pada endapan Kuarter yang bersifat urai, lepas, belum kompak (unconsolidated), diperkirakan memperkuat efek goncangan gempabumi; serta faktor morfologi perbukitan bergelombang yang tersusun oleh tanah pelapukan gembur dan cukup tebal.
• Tidak terlihat adanya jejak tsunami akibat kejadian gempabumi tersebut di pantai Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya.
• Wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat merupakan wilayah rawan gempa bumi, karena terletak dekat dengan sumber gempa bumi yaitu zona subduksi di Samudera Hindia dan sesar aktif di darat.
• Wilayah pantai Kabupaten Tasikmalaya juga rawan terhadap bencana tsunami karena berhadapan dengan sumber gempa bumi yang berpotensi membangkitkan tsunami, yaitu zona subduksi.


7. Rekomendasi:
• Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan Gempabumi yang semakin mengecil energinya.
• Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD dan Pemerintah setempat, serta tidak mudah terpancing oleh isu - isu yang tidak bertanggung jawab mengenai kejadian gempa bumi dan tsunami.
• Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya agar melakukan upaya mitigasi gempabumi, terutama di daerah Kecamatan Cigalontang, Salawu dan Cipatujah. Melalui upaya mitigasi gempabumi tersebut diharapkan adanya peningkatan kapasitas masyarakat, sehingga akan dapat mengurangi risiko bencana gempabumi. Berdasarkan pemeriksaan lapangan, masyarakat di daerah tersebut belum pernah mendapat kegiatan sosialisasi, simulasi dan pelatihan gempabumi.
• Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya agar melakukan pembatasan permukiman yang terletak pada morfologi perbukitan yang tersusun oleh tanah pelapukan gembur dan tebal, yang terletak di Kecamatan Cigalontang dan Salawu. Kondisi tersebut disamping rawan goncangan gempa bumi juga rentan terjadi gerakan tanah.
• Bangunan vital, strategis dan mengundang konsentrasi banyak orang agar dibangun mengikuti kaidah – kaidah bangunan tahan gempa bumi.
• Hindari membangun pada endapan rawa dan tanah urug yang tidak memenuhi persyaratan teknis, karena rawan terhadap goncangan gempa bumi.
• Hindari membangun pada bagian bawah, tengah dan atas lereng terjal yang telah mengalami pelapukan dan kondisinya gembur dan tebal karena akan berpotensi terjadinya gerakan tanah/ longsor bila digoncang gempa bumi.
• Sehubungan wilayah pantai Kabupaten Tasikmalaya merupakan wilayah rawan tsunami, agar Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya meningkatkan kegiatan mitigasi bencana tsunami (sosialisasi, simulasi, pelatihan, dan lain - lain) kepada masyarakat, yang bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang tata cara menyelamatkan diri pada waktu terjadi gempa bumi yang berpotensi mengakibatkan terjadinya tsunami. Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, masih sedikit terpasang rute dan tempat evakuasi menyelamatkan diri dari ancaman tsunami. Oleh karena itu agar menambah jalur dan tempat evakuasi tsunami.
• Bangunan alami pantai seperti karang, vegetasi pantai (bakau, pohon kelapa) cukup efektif untuk mengurangi energi tsunami, oleh karena itu kelestariannya harus selalu dijaga.
• Agar Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam menyusun RTRW berbasiskan data potensi bencana geologi (gempa bumi, tsunami, gerakan tanah).
• Agar Pemerintah Provinsi/ Kabupaten Tasikmalaya memasukkan materi kebencanaan geologi (gempa bumi, tsunami, gerakan tanah, dan letusan gunungapi) ke dalam kurikulum pendidikan agar para guru dan pelajar dapat menambah pengetahuan tentang mitigasi bencana geologi.

TD_Tasik_c

 

TD_Tasik_d

TD_Tasik_e

TD_Tasik_f

TD_Tasik_g

TD_Tasik_h

TD_Tasik_j