Tanggapan Gempa Tejakula, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali

TANGGAPAN GEMPA TEJAKULA, KABUPATEN BULELENG, PROVINSI BALI 
2.4 s/d 3.7 SR - 14 - 15 MEI 2017


Bersama ini, kami sampaikan tanggapan kejadian gempa bumi di Tejakula, Kab. Buleleng, Provinsi Bali, berdasarkan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber dan analisis dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, sebagai berikut:

1. Gempa bumi terjadi pada tanggal 14 Mei 2017 – 15 Mei 2017, dengan informasi sebagai berikut:
- 14 Mei 2017, Pukul 23:48:22 WIB, dengan koordinat 8.16 LS 115.34 BT, magnitude 3.4 SR kedalaman 10 Km, berlokasi 28 km baratlaut Karangasem, Bali dengan intensitas III skala MMI di Tejakula-Buleleng.
- 15 Mei 2017, Pukul 01:29:11 WIB, dengan koordinat 8.12 LS 115.32 BT, magnitude 3.7 SR kedalaman 10 Km, berlokasi 33 km baratlaut Karangasem, Bali dengan intensitas III skala MMI di Tejakula.
- 15 Mei 2017, Pukul 02:00:25 WIB, dengan koordinat 8.13 LS 115.33 BT, magnitude 3.3 SR kedalaman 10 Km, berlokasi 32 km baratlaut Karangasem, Bali dengan intensitas III skala MMI di Tejakula.
- 15 Mei 2017, Pukul 06:53:00 WIB, dengan koordinat 8.12 LS 115.32 BT, magnitude 2.6 SR kedalaman 10 Km, berlokasi 33 km baratlaut Karangasem, Bali dengan intensitas II-III skala MMI di Tejakula.
- 15 Mei 2017, Pukul 07:35:50 WIB, dengan koordinat 8.09 LS 115.33 BT, magnitude 2.7 SR kedalaman 10 Km, berlokasi 21 km baratlaut Karangasem, Bali dengan intensitas II-III skala MMI di Tejakula.
- 15 Mei 2017, Pukul 11:54:44 WIB, dengan koordinat 8.09 LS 115.3 BT, magnitude 2.4 SR kedalaman 12 Km, berlokasi 37 km baratlaut Karangasem, Bali dengan intensitas II-III skala MMI di Tejakula-Buleleng.

Peta Tanggapan Gempa Beruntun Karangasem 2.4SR-3.7SR 15 Mei 2017

2. Kondisi geologi daerah terdampak gempa bumi:
Gempa bumi berada dilaut. Daerah disekitar pusat gempa bumi tersusun oleh endapan Kuarter berupa endapan aluvial, endapan rombakan gunungapi Kuarter, dan batuan Tersier. Endapan Kuarter dan batuan Tersier yang telah mengalami pelapukan bersifat urai, lepas, belum kompak dan memperkuat efek getaran, sehingga rawan terhadap goncangan gempa bumi.

3. Penyebab gempa bumi:
Berdasarkan posisi dan kedalamannya, gempa bumi ini diperkirakan disebabkan oleh aktivitas sesar naik Flores Backarc di sebelah utara Pulau Bali.

4. Dampak gempa bumi:
Menurut berita Harian Bali Post.com, gempa bumi ini mengakibatkan badan jalan di desa Tejakula putus. Badan jalan sepanjang 70 m dan ketinggian sekitar 9 m putus. Selain itu sebuah pelinggih Padmasana di kantor perbekel desa Tejakula juga rusak. Menurut informasi BMKG, gempa dirasakan di Buleleng dengan intensitas II - III MMI.

5. Rekomendasi:
• Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
• Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diharapkan berkekuatan lebih kecil.
• Gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami, walaupun pusat gempanya berada di laut, energi gempa ini tidak cukup kuat untuk menimbulkan tsunami.