Tanggapan Gempa Selat Mentawai - 6.2 Sr - 1 September 2017

TANGGAPAN GEMPA SELAT MENTAWAI
6.2 SR - 1 SEPTEMBER 2017

 

Bersama ini, kami sampaikan laporan tanggapan terjadinya gempabumi di Selat Mentawai. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), United States Geological Survey (USGS), dan Geo Forschungs Zentrum (GFZ) Potsdam, Jerman sebagai berikut:

1. Informasi Umum:
Gempa bumi terjadi pada hari Jumat, 1 September 2017, pukul 00:06 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi terletak pada koordinat 99,66° BT dan 1,30° LS, sebesar Magnitudo 6,2 SR pada kedalaman 10 km, berjarak 80 km timur laut Kepulauan Mentawai. Berdasarkan GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman,  pusat gempa bumi terletak pada koordinat 99,76° BT dan 1,16° LS, dengan magnitudo 6,3 Mb pada kedalaman 46 km. The United States Geological Survey (USGS), Amerika, menginformasikan bahwa pusat gempa bumi terletak pada koordinat 99,685° BT dan 1,152° LS, dengan magnitudo 6,3 Mw pada kedalaman 45,1 km.

mentawai
2. Kondisi geologi daerah terkena gempabumi:
Pusat gempa bumi berada di perairan Selat Mantawai, diantara Kepulauan Mentawai dan Pulau Sumatra. Daerah yang berdekatan dengan pusat gempa bumi yaitu Kepulauan Mentawai khususnya Pulau Siberut dan pesisir barat Sumatra Barat. Wilayah kepulauan Mentawai disusun oleh batuan bancuh berumur Pra-Tersier dan batuan sedimen berumur Tersier, sedangkan wilayah barat Sumatera Barat disusun oleh batuan sedimen berumur Tersier dan Kuarter serta batuan Vulkanik Kuarter. Guncangan gempa bumi akan terasa kuat pada batuan Kuarter serta batuan Tersier yang telah mengalami pelapukan karena bersifat urai, lepas, tidak kompak dan memperkuat efek guncangan.

3. Penyebab gempabumi:
Berdasarkan posisi pusat gempa bumi dan kedalaman yang berada di lempeng samudra Indo-Australia, kejadian gempa bumi berasosiasi dengan aktivitas penunjaman lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia. Berdasarkan data mekanisme fokal dari USGS, gempa bumi ini mempunyai mekanisme sesar naik.

4. Dampak gempabumi:
Berdasarkan informasi dari pos pengamatan gunungapi (PPGA), gempa bumi dirasakan di PPGA Tandikat di Tanah Datar dengan intensitas IV MMI (Modified Mercalli Intensity), dan di PPGA Talang di Solok dengan intensitas III MMI. Berdasarkan BMKG, guncangan gempa bumi dirasakan di Kepulauan Mentawai, Padang, Pariaman dan Painan dengan intensitas V MMI, di Bukit Tinggi dan Padang Panjang dengan intensitas IV MMI, di Solok, Tanah Datar, Bengkulu Utara dan Muko-muko dengan intensitas II-III MMI, serta di Kepahiang dengan intensitas I-II MMI. Gempa bumi ini tidak memicu tsunami, karena meskipun berpusat di laut namun energinya tidak cukup kuat untuk memicu tsunami. Hingga tanggapan ini dibuat, belum ada informasi kerusakan dan korban yang diakibatkan gempa bumi ini.

5. Rekomendasi:
(1) Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempabumi dan tsunami.
(2) Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa susulan, yang diharapkan berkekuatan lebih kecil.