Tanggap Darurat Gempabumi Morotai 5.8 Sr - 18 November 2017

Tim Tanggap Darurat Kejadian Gempabumi Merusak Kab. Pulau Morotai terdiri dari 4 orang personil, yakni Cecep Sulaiman (Kepala Tim), Deden Junaedi, Noviardi Titis Praponco serta Fadli Nurfalah. Tim berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kab. Pulau Morotai untuk mengetahui kondisi terkini dampak dari gempabumi merusak yang terjadi pada tanggal 18 November 2017. Tim TD PVMBG bertemu dengan Sekretaris Tim Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Tektonik Kabupaten Pulau Morotai, yakni Ibu Nursina Kadir (Plt. Kadis Sosial). Tim dari PVMBG memberikan beberapa lembar Peta Kawasan Rawan Bencana Gempabumi Provinsi Maluku Utara serta Katalog Gempabumi Merusak Tahun 2014 sebagai bahan diseminasi informasi ke daerah setempat. Kegiatan dilanjutkan dengan melakukan pengukuran kondisi seismik daerah setempat menggunakan Seismograf Lennartz SARA di beberapa wilayah yang berada di dekat kantor BPBD sebagai data pendukung pelaporan terkait tanggap darurat yang sedang dilaksanakan.

WhatsApp Image 2017-11-25 at 08.10.26 (4)

Kegiatan dilanjutkan untuk meninjau lokasi kerusakan terbesar dalam kejadian gempabumi Morotai 18 November 2017 ini yakni di Desa Leo-Leo Rao, Pulau Rao. Perjalanan dilanjutkan ke lokasi menggunakan perahu untuk menyeberang ke Pulau Rao. Sesampainya di lokasi, tim langsung melokalisir beberapa kerusakan serta melakukan pengukuran seismik pasif di sekitar wilayah terdampak. Tim berjumpa sekumpulan masyarakat yang sedang berkumpul di dapur umum dan pengungsian sehingga dilaksanakan pula sosialisasi kegiatan yang tengah dilangsungkan.

WhatsApp Image 2017-11-25 at 08.10.26 (2)

WhatsApp Image 2017-11-25 at 08.10.27

Data yang dihimpun sejak dua hari sebelumnya, terkumpul enam lokasi pengukuran seismik pasif. Data tersebut diolah mengunakan software geopsy untuk dilihat nilai Vs30 serta amplifikasinya. Berikut tabel yang menyimpulkan data seismik tersebut.

TABEL PENGUKURAN

Kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi kepada warga di Desa Bobula, Kecamatan Morotai Selatan Barat terkait isu yang berkembang sehingga menyeabkan keresahan warga. Tim Tanggap Darurat memberikan sosialisasi kepada warga dua Desa yakni Wayabula dan Bobula untuk meredam isu gempa besar susulan yang berkembang tersebut. Tim juga menyampaikan bahan sosialisasi berupa Peta Kawasan Rawan Bencana Gempabumi Maluku Utara. Harapannya kedepan masyarakat dapat meminimalisir dampak dari bencana gempabumi maupun tsunami dengan memperhatikan kondisi bangunan dan mengikuti arahan-arahan dari pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat maupun info resmi yang rilis baik dari PVMBG maupun BMKG.

TABEL DAMPAK GEMPA

DSCN4356

IMG_3347