Tanggapan Gempa Bumi Di Perairan Selatan Daerah Istimewa Yogyakarta, Tanggal 17 Juni 2018

DIY
I. Informasi gempa bumi

Gempa bumi terjadi pada hari Minggu, 17 Juni  2018, pukul 21:52 WIB. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi berada pada koordinat 109,96°BT dan 8,75°LS dengan kekuatan Magnitudo 4,2 pada kedalaman 25 km berjarak 103 km baratdaya Bantul, DI. Yogyakarta.


II. Kondisi geologi daerah sekitar gempa bumi

Wilayah yang berdekatan dengan pusat gempa bumi adalah pesisir selatan Provinsi DI Yogyakarta, dan Jawa Tengah. Wilayah  tersebut pada umumnya tersusun oleh batuan berumur Tersier berupa batuan sedimen, batuan gunungapi, batuan beku, batuan malihan dan bancuh serta di sebelah utaranya disusun oleh endapan berumur kuarter. Guncangan gempa bumi akan terasa lebih kuat pada batuan endapan kuarter dan batuan tersier terlapukkan yang bersifat urai, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek getaran.


III. Penyebab gempa bumi

Kejadian gempabumi ini disebabkan aktivitas zona subduksi yang terbentuk akibat tumbukan atau penunjaman Lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia


IV. Dampak gempa bumi

Gempa bumi ini tidak dirasakan dan hingga tanggapan ini dibuat tidak ada laporan mengenai dampak dari guncangan gempa bumi ini. Gempa bumi ini juga tidak berpengaruh pada aktivitas G. Merapi, hingga saat ini status G. Merapi masih berada pada Level II (Waspada). Gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami, karena meskipun berpusat di laut namun energinya tidak cukup kuat untuk memicu  tsunami.


V. Rekomendasi

(1) Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.

(2) Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa susulan, yang diharapkan berkekuatan lebih kecil.