Tanggapan Gempabumi Di Perairan Selatan Jawa Timur. Tanggal 19 Juli 2018

Gempa Malang

I. Informasi Gempa Bumi

Gempa bumi terjadi pada hari Kamis, 19 Juli 2018, pukul 19:23:16 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi terletak pada koordinat 112,80° BT dan 09,69° LS, dengan magnitudo 5,8 SR pada kedalaman 10 km, berjarak 161 km tenggara Kabupaten Malang, Jawa Timur. Berdasarkan GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, pusat gempa bumi berada pada koordinat 112,82° BT dan 09,77° LS , dengan magnitudo M5,2 pada kedalaman 10 km. The United States Geological Survey, Amerika Serikat melaporkan bahwa pusat gempa bumi berada pada koordinat 112,841° BT dan 09,561° LS , dengan magnitudo M5,4 pada kedalaman 43,4 km.

II. Kondisi geologi daerah terdekat pusat gempa bumi

Berdasarkan tatanan tektoniknya, Pulau Jawa dipengaruhi oleh zona penunjaman Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia di sebelah selatan, yang juga memberikan kontribusi tektonik berupa keberadaan sesar-sesar aktif di daratan.Pusat gempa bumi berada di Samudera Indonesia di selatan wilayah Jawa Timur. Daerah yang berdekatan dengan pusat gempa bumi yaitu bagian selatan Jawa Timur tersusun atas batuan berumur Tersier yang terdiri dari batuan sedimen, batuan karbonat dan batuan vulkanik, serta batuan vulkanik dan sedimen berumur Kuarter. Getaran gempa bumi terasa lebih kuat pada batuan muda (Kuarter) yang bersifat urai dan tidak terkompaksi dan memperkuat efek guncangan gempa bumi.

III. Penyebab gempa bumi

Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalamannya, kejadian gempa bumi ini disebabkan aktivitas zona subduksi yang terbentuk akibat penunjaman Lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia di selatan Pulau Jawa.

IV. Dampak gempa bumi

Guncangan gempa bumi dirasakan di Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Bromo (Sukapura-Probolinggo), PGA Semeru (G. Sawur-Pasirian-Lumajang) dan PGA Arjuno (Prigen-Pasuruan) dengan intensitas III MMI ( Modified Mercalli Intensity ), serta di PGA Kelud (Wates-Kediri) dan Raung (Singojuruh-Banyuwangi) dengan intensitas II MMI. Berdasarkan BMKG, guncangan gempa bumi dirasakan di Malang dan Blitar dengan intensitas III MMI, serta di Sawahan, Kediri, Pandaan dan Denpasar dengan intensitas I-II MMI. Gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami, karena meskipun berpusat di laut namun energinya tidak cukup kuat untuk menyebabkan deformasi di bawah laut. Hingga tanggapan ini dibuat, belum ada informasi kerusakan yang diakibatkan gempa bumi ini.

V. Rekomendasi

  • Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
  • Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diperkirakan berkekuatan lebih kecil.