Tanggapan Gempa Bumi Di Tenggara Kota Padang, Sumatera Barat, Tanggal 21 Juli 2018

 

padang
I. Informasi gempa bumi

Gempa bumi terjadi pada hari Sabtu, 21 juli 2018 pukul 14:58:17 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi berada pada koordinat  0,97°LS dan 100,70°BT (9 km sebelah Tenggara Kota Padang, Sumatera Barat), dengan magnitudo 5,5 pada kedalaman 10 km.  Berdasarkan informasi dari GeoForschungsZentrum (GFZ) Jerman, pusat gempa bumi berada pada koordinat 0,96°LS dan 100,64°BT, dengan magnitudo 5,3 dan kedalaman 10 km. The United States Geological Survey , Amerika Serikat melaporkan bahwa pusat gempa bumi berada pada koordinat 0,965°LS dan 100,771°BT, dengan magnitudo 5,2 dan kedalaman 10 km.

II. Kondisi geologi daerah terdampak gempa bumi

Pusat gempa bumi berada di darat. Daerah yang terdekat dengan pusat gempa bumi umumnya disusun oleh endapan gunungapi Kuarter, batuan sedimen, dan batuan gunungapi berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan. Guncangan gempa bumi akan terasa lebih kuat di daerah yang disusun oleh batuan gunungapi berumur Kuarter dan batuan berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan kuat karena bersifat urai dan mengamplifikasi guncangan gempa bumi.

III. Penyebab gempa bumi

Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalamannya, gempa bumi ini di sebabkan oleh aktifitas patahan di lokasi tersebut.

IV. Dampak gempa bumi

Berdasarkan informasi dari Pos Pengamatan  Gunung api (PPGA) Talang (Kec. Lembang Jaya, Kab. Batu Bajanjang Solok, Sumatera Barat), gempa bumi ini dirasakan III-IV MMI (Modified Mercalli Intensity). Hingga laporan ini di buat belum ada laporan mengenai kerusakan akibat gempa bumi ini. Gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami, karena pusat gempa bumi berada di darat.

V. Rekomendasi:

(1) Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggun jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.

(2) Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa susulan, yang diharapkan berkekuatan lebih kecil.