Tanggapan Kejadian Gempabumi Tenggara Siau Tagulandang Biaro, Sulawesi Utara, 26 Oktober 2018

Sulut (261018)

I. Informasi Gempa bumi

 Gempa bumi terjadi pada hari Jumat, 26 Oktober 2018, pukul 06:15 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi terletak pada koordinat 126.31° BT dan 1.62° LU, dengan magnitudo 5,1 pada kedalaman 10 km, berjarak 128 km tenggara Siau Tagulandang Biaro, Sulawesi Utara. Berdasarkan GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, pusat gempa bumi berada pada koordinat 126,51° BT dan 1,62° LU, dengan magnitudo 5,3 pada kedalaman 10 km. Berdasarkan The United States Geological Survey (USGS), Amerika, pusat gempa bumi berada pada koordinat 126,302° BT dan 1,494° LU, dengan magnitudo M 5,3 pada kedalaman 10 km.

 

II. Kondisi geologi daerah terdekat pusat gempa bumi

 Pusat gempa bumi berada di laut. Wilayah-wilayah yang dekat dengan sumber gempa disusun oleh batuan aluvium dan vulkanik berumur Kuarter, batuan sedimen berumur Tersier dan batuan pra-Tersier. Batuan vulkanik Kuarter dan aluvium bersifat urai/lepas sehingga memperkuat efek guncangan gempabumi.

 

III. Penyebab gempa bumi

 Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalamannya, gempa bumi berasosiasi dengan sesar aktif pada Zona Punggungan Mayu yang terbentuk akibat tumbukan antara mikro kontinen Sangihe,  mikro kontinen Halmahera, dan kerak Samudera Laut Sulawesi. 

 

IV. Dampak gempa bumi

 Intensitas guncangan gempa bumi terbesar akan dirasakan di wilayah yang berdekatan dengan pusat gempa bumi, kemudian intensitasnya semakin melemah seiring bertambahnya jarak dengan pusat gempa bumi. Berdasarkan BMKG, guncangan gempa bumi dirasakan di Manado dan Tondano dengan intensitas II MMI (Modified Mercalli Intensity). Gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami, karena energinya tidak cukup kuat untuk menyebabkan deformasi di bawah laut. Hingga tanggapan ini dibuat, belum ada informasi kerusakan yang diakibatkan gempa bumi ini.

 

V. Rekomendasi

  1. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
  2. Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diperkirakan berkekuatan lebih kecil.