Tanggapan Kejadian Gempabumi Di Barat Laut Boalemo, Gorontalo, 22 Mei 2019

Gorontalo 220519

I. Informasi Gempa bumi

Gempa bumi terjadi pada hari Rabu, 22 Mei 2019, pukul 01:42:45 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi terletak pada koordinat 122,12° BT dan 1,03° LU, dengan magnitudo 5,2 pada kedalaman 16 km, berjarak 61 km Baratlaut Boalemo, Gorontalo.Berdasarkan GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, pusat gempa bumi berada pada koordinat 122,36° BT dan 0,62° LU, dengan magnitudo Mw 4,9  pada kedalaman 42 km. Berdasarkan The United States Geological Survey (USGS), Amerika, pusat gempa bumi berada pada koordinat 122,084° BT dan 1,013° LU, dengan magnitudo M 5,1 pada kedalaman 49,5 km. 

 

II. Kondisi geologi daerah terdekat pusat gempa bumi

 Wilayah-wilayah yang dekat dengan sumber gempa disusun oleh batuan sedimen berumur Tersier dan pra-Tersier yang sebagian telah terlapukkan. Batuan yang telah mengalami pelapukan tersebut dapat bersifat urai dan lepas, sehingga bersifat memperkuat efek guncangan gempa bumi.

 

III. Penyebab gempa bumi

 Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalamannya, gempa bumi diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas subduksi di sebelah utara Pulau Sulawesi.

 

IV. Dampak gempa bumi

 Intensitas guncangan gempa bumi terbesar akan dirasakan di wilayah yang berdekatan dengan pusat gempa bumi, kemudian intensitasnya semakin melemah seiring bertambahnya jarak dengan pusat gempa bumi. Berdasarkan BMKG, guncangan gempa bumi dirasakan di kota Gorontalo, dan Gorontalo Utara dengan intensitas III-IV MMI (Modified Mercalli Intensity). Gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami, karena pusat gempa bumi berada di darat. Hingga tanggapan ini dibuat, belum ada informasi kerusakan yang diakibatkan gempa bumi ini.

 

V. Rekomendasi

  1. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
  2. Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diperkirakan berkekuatan lebih kecil.