Laporan Singkat Pemeriksaan Gerakantanah Di Desa Wanahayu Kec. Maja, Kab. Majalengka Provinsi Jawa Barat

Laporan singkat hasil pemeriksaan bencana gerakan tanah di Desa Wanahayu Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Hasil pemeriksaan sebagai berikut: 

1. Lokasi dan Waktu Kejadian Gerakan Tanah:

Gerakan tanah berupa amblesan terjadi pada Rabu, 4 Januari 2017 jam 02.00 WIB berada pada ruas jalan raya Talaga-Maja yang menghubungkan Majalengka-Kuningan. Lokasi gerakan tanah di Desa Wanahayu, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Secara geografis lokasi longsoran ini terletak pada koordinat  109° 26' 25.5984" BT dan 7° 18' 42.5988" LS

 

2. Jenis Gerakan Tanah:

Jenis gerakan tanah di Desa Wanahayu, Kecamatan Maja berupa amblesan badan jalan. Lebar jalan lebih kurang 6m dan kedalaman amblesan lebih kuran 30cm. Berada pada ketinggian 673 m di atas permukaan laut.

 

3. Dampak gerakan tanah 

Dampak gerakan tanah berdasarkan data lapangan antara lain :

  • Terputusnya ruas jalan raya Talaga-Maja
  • Tersumbatnya aliran sungai oleh material amblesan

Namun pada saat ini jalan sudah berfungsi kembali dan dapat dilalui kendaraan roda empat.

 

4. Kondisi daerah bencana

  • Morfologi, Secara umum topografi di sekitar Desa Wanahayu berupa lereng perbukitan dengan ketinggian antara 650 - 750 meter di atas permukaan laut. Lokasi daerah bencana merupakan jalan penghubung yang sering dilalui kendaraan umum.
  • Kondisi Geologi, Berdasarkan pengamatan lapangan batuan di daerah bencana berupa breksi dan lava dan diatasnya berupa tanah pelapukan pasir tufan berwarna coklat  (Qvu).
  • Tata guna lahan dan Keairan, Tata guna lahan di sekitar lokasi bencana berupa perkebunan campuran, pemukiman dan sawah.  Sedangkan di bagian bawah jalan berupa aliran sungai dan kolam.
  • Kerentanan Gerakan tanah, Berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Terjadi Gerakan Tanah Kabupaten Majalengka bulan Januari 2016 (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), daerah bencana termasuk zona potensi terjadi gerakan tanah Menengah artinya di daerah ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan dan longsoran lama dapat aktif kembali.

 

5. Faktor penyebab gerakan tanah:
  • Curah hujan yang tinggi yang turun sebelum dan saat terjadinya gerakan tanah memicu terjadinya gerakan tanah.
  • Kondisi geologi berupa pasir tufan memungkinkan terjadi gerakan tanah.
  • Pembebanan dari lalulintas kendaraan yang melewati jalan

 

6. Mekanisme:

Curah hujan yang tinggi mengakibatkan air terakumulasi pada batas tanah lapuk dengan pasir tufan. Air yang diperkirakan dari sungai kemudian meresap pada tanah pelapukan yang bersifat sarang, sehingga tanah menjadi mudah jenuh air. Keadaan tersebut mengakibatkan bobot masa tanah dan kejenuhan tanah meningkat. Dengan adanya bobot massa tanah yang tinggi, dan pembebanan dari kendaraan yang melebihi tonase maka terjadilah amblesan pada badan jalan, serta curah hujan yang tinggi mengakibatkan tahanan batuan lemah kemudian dipacu dengan gaya gravitasi maka terjadilah gerakan tanah tipe amblesan.

 

7. Rekomendasi Teknis :

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, walaupun jalan sudah bisa dilewati dan amblesan jalan sudah diperbaiki dengan menimbun material, tetapi untuk mencegah potensi amblesan dan longsoran susualan, maka direkomendasikan:

  • Perbaikan gorong-gorong yang berada di bawah jalan, supaya aliran air sungai lancar
  • Segera dibersihkan material yang menyumbat aliran sungai yang berada di sisi jalan.
  • Membuat tembok penahan badan jalan pada sisi kiri dan kanan jalan
  • Dilakukan pengurangan atau pengeringan kolam yang berada di sisi jalan
  • Perlu dibuat rambu-rambu di sekitar lokasi amblesan untuk meningkatkan kewaspadaan
  • Apabila terjadi lagi retakan susulan di badan jalan, segera ditutup dengan bahan yang kedap air dan dipadatkan.

 

 

LAMPIRAN

 

Majalengka 1 (240117)

Peta lokasi daerah bencana gerakan tanah

 

Majalengka 2 (240117)

Peta Geologi Maja dan Sekitarnya, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat

 

Majalengka 3 (240117)

Peta situasi gerakan tanah di lokasi bencana gerakan tanah di jalan raya Maja-Talaga, Majalengka

 

Majalengka 4 (240117)

Peta situasi penampang

 

WILAYAH POTENSI GERAKAN TANAH

DI KABUPATEN MAJALENGKA, PROVINSI JAWA BARAT

 BULAN JANUARI 2017

Majalengka 5 (240117)

Keterangan :

Majalengka 6 (240117)

 

Majalengka 7 (240117)

Peta Prakiraan Wilayah Potensi Gerakan Tanah Kabupaten Majalengka Bulan Januari 2017

 

Majalengka 8 (240117)

Foto 1. Batuan dasar breksi di lokasi kejadian gerakan tanah Desa Wanahayu, Maja, Kabupaten Majalengka

 

Majalengka 9 (240117)

Foto 2. Amblesan jalan selebar 6m dengan kedalaman 30cm yang telah ditutup

 

Majalengka 10 (240117)

Foto 3. Akibat amblesan pada badan jalan menyebabkan aliran gorong-gorong dari anak sungai kecil tidak berfungsi maksimal sehingga terbentuk kolam dan aliran air perlu diperlancar

 

Majalengka 11 (240117)

Foto 4. Gorong gorong di bawah jalan yang perlu diperbaiki untuk memperlancar air yang terbendung

 

Majalengka 12 (240117)

Foto 4. Penahan badan jalan  agar di buat yang lebih kuat untuk menahan tekanan dari atas maupun tekanan lateral