Tanggapan Bencana Gerakan Tanah Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal Provinsi Jawa Tengah

Tanggapan bencana gerakan tanah di Dusun Dukuh Duren dan Dusun Jinawi II, Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah, Kab. Tegal, Provinsi Jawa Tengah, sebagai berikut:

1. Lokasi dan waktu kejadian:

Gerakan tanah ini secara administratif terjadi di Dusun Dukuh Duren dan Dusun Jinawi II, Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis daerah ini terletak pada 1090 10’ 6.30” BT dan -70 02’ 17.0” LS. Berdasarkan informasi setempat, gerakan tanah pernah terjadi 3 tahun yang lalu di bagian utara dari lokasi bencana sekarang dan berdampak 6 unit rumah mengalami kerusakan. Bencana gerakan tanah yang sekarang terjadi pada hari Sabtu, 28 Januari 2017 Jam 18.30 WIB, setelah turun hujan yang berlangsung siang hingga sore.

 

2. Jenis gerakan tanah:

Jenis gerakan tanah berupa rayapan yang dicirikan oleh adanya retakan dan amblesan pada lereng bagian atas, bagian tengah dan bagian bawah pada lokasi bencana. Arah umum longsoran N 450 E dengan lebar mahkota lebih kurang 50m. pergerakan longsoran pada tebing dan di bagian bawah merupakan batuan kedap air sebagai bidang gelincir. Disamping itu di beberapa tempat ditemukan pula rock fall dalam skala kecil.

 

3. Dampak gerakan tanah:
  • 22 (dua puluh dua) rumah warga rusak berat (kondisi nyaris roboh),
  • 51 (lima puluh satu) rumah rusak ringan (terjadi retakan),
  • Bangunan kantor Desa Dermasuci mengalami retakan
  • 1 (satu) mushola retak
  • 2 (dua) titik jalan desa ambles dan hanya bisa dilalui kendaraan roda

 

4. Kondisi daerah bencana :
  • Morfologi, Secara umum lokasi bencana merupakan perbukitan bergelombang sedang dengan kemiringan sedang. Kemiringan lereng pada lokasi bencana berkisar 250 - 280, mempunyai ketinggian 250-275 meter di atas permukaan laut.
  • Geologi, Berdasarkan peta geologi Lembar Purwokerto-Tegal (Djuri, dkk, 1996) lokasi bencana merupakan bagian dari Formasi Halang (Tmph) yang tersusun atas batupasir andesit, konglomerat tufan dan napal, bersisipan batupasir. Di bagian dasar merupakan Formasi Rambatan (Tmr) anggota batulempung gampingan.
  • Tata Guna Lahan, Pada lereng bagian atas daerah bencana merupakan lahan perkebunan campuran palawija dan tanaman keras, bagian bawah merupakan pemukiman dan akses transportasi antar desa.
  • Kondisi Keairan, Lokasi bencana merupakan limpasan air (run off) yang pada waktu hujan sebagian mengalir di permukaan dan sebagian meresap ke dalam tanah (menjenuhi tanah). Terdapat sungai di bagian utara lokasi bencana. Sumur permukaan mempunyai kedalaman 8 meter, dan terdapat sumber air berjarak 1 km bagian barat lokasi bencana, yang selalu tersedia di musim kemarau.
  • Kerentanan Gerakan Tanah, Berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah pada Bulan Januari 2017 di Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah  (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), lokasi bencana berada pada zona potensi gerakan tanah Menengah. Artinya daerah tersebut mempunyai potensi menengah untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan diatas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.

  

5. Faktor penyebab terjadinya gerakan tanah diperkirakan:

  • Curah hujan yang tinggi dan berlangsung lama, sehingga tanah selalu jenuh air;
  • Sifat fisik batuan yang kurang kompak dan sarang serta tanah pelapukan yang tebal, bersifat gembur, dan jenuh air saat hujan turun;
  • Kemiringan lereng yang agak terjal mengakibatkan tanah mudah bergerak;
  • Struktur geologi yang intensif menyebabkan batuan mudah rapuh;
  • Sistem drainase permukaan yang kurang baik sehingga seluruh air terakumulasi dan terkonsentrasi ke lokasi bencana.

 

6. Mekanisme Terjadinya Gerakan Tanah

Dengan adanya curah hujan yang tinggi dan berlangsung lama maka air hujan masuk ke dalam pori-pori tanah yang bersifat gembur, serta lahan basah yang berada di sekitar pemukiman dengan bangunan yang berat menyebabkan tanah menjadi jenuh dan bobot massa tanah meningkat dan tekanan air pori meningkat. Dengan adanya bobot massa tanah yang tinggi, pelapukan yang tebal dan kemiringan lereng > 20o, serta curah hujan yang tinggi mengakibatkan tahanan lereng lemah kemudian dipacu dengan gaya gravitasi dan sifat dasar napal yang merupakan bagian dari Formasi Halang serta batupasir gampingan di bagian bawah sebagai bidang geincir, maka terjadilah gerakan tanah tipe rayapan. 

 

7. Rekomendasi Teknis:

Gerakan tanah yang terjadi di lokasi bencana Dusun Dukuh Duren dan Jinawi II, Desa Dermasuci, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal berupa gerakan tanah tipe rayapan yang disertai retakan dan amblasan, gerakan tanah susulan masih berpotensi untuk terjadi di lokasi ini, terutama apabila terjadi hujan lebat yang berlangsung lama.

Sehubungan dengan hal tersebut diatas, dalam rangka mitigasi gerakan tanah, disarankan antara lain sebagai berikut:

  • Masyarakat yang bermukim dan beraktifitas di sekitar lokasi longsoran agar selalu waspada terutama saat turun hujan intensitas tinggi terhadap potensi terjadi gerakan tanah susulan, jika diperlukan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman;
  • Masyarakat di sekitar lokasi bencana terutama pemukiman yang rusak berat dan rusak ringan agar dipindahkan (relokasi) ke lokasi yang aman dari ancaman bencana gerakan tanah;
  • Jenis gerakan tanah tipe rayapan umumnya jarang menimbulkan korban jiwa, namun demikian seringkali menyebabkan rusaknya bangunan dan ketidaknyamanan bertempat tinggal. Oleh karena itu jika pemukiman dipertahankan sebaiknya menggunakan bangunan konstruksi ringan (tipe rumah panggung)
  • Segera menutup retakan pada lahan dengan tanah lempung yang dipadatkan agar air permukaan tidak menjenuhi tanah;
  • Menata dan mengendalikan air permukaan pada lereng, agar air tidak masuk ke dalam tanah dan menjenuhi tanah dengan membuat saluran kedap air dan air dibuang (dialirkan) menjauhi lereng;
  • Masyarakat diharapkan terus memantau perkembangan retakan yang terjadi, apabila retakan terus berkembang diharapkan masyarakat segera mengungsi ke tempat yang lebih aman;
  • Melakukan penataan di sungai terutama di Dusun Dukuh Duren, dengan membersihkan sampah yang menghambat aliran air;
  • Pemasangan rambu rawan bencana gerakan tanah untuk meningkatkan kewaspadaan;

 

 

LAMPIRAN

 

Tegal 1 (08022017)

Gambar 1. Peta Lokasi Bencana Gerakan Tanah dan Rencana Relokasi

 

Tegal 2 (08022017)

Gambar 2. Peta Geologi lokasi bencana gerakan tanah

 

Tegal 3 (08022017)

Gambar 3. Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah

 

Tegal 4 (08022017)

Gambar 4. Peta prakiraan wilayah potensi gerakan tanah Januari 2017 di Jawa Tengah

 

WILAYAH POTENSI GERAKAN TANAH

DI KAB. TEGAL - PROVINSI JAWA TENGAH

 BULAN JANUARI2017

Tegal 5 (08022017)

Keterangan :

Tegal 6 (08022017)

 

Tegal 7 (08022017)

Gambar 5. Peta situasi gerakan tanah di Desa Dermasuci, Pangkah, Kab. Tegal, Jawa Tengah

 

Tegal 8 (08022017)

Gambar 6. Peta penampang gerakan tanah

 

Tegal 9 (08022017)

Foto 1. Retakan di bagian lereng bagian atas dengan lebar mahkota lebih kurang 50m

 

Tegal 10 (08022017)

Foto 2. Pemukiman warga di Dukuh Duren yang mengalami rusak berat

 

Tegal 11 (08022017)

Foto 3. Retakan dan amblesan yang menimpa pemukiman

 

Tegal 12 (08022017)

Foto 4. Retakan di bagian bawah lereng yang berbatasan langsung dengan pemukiman, masih berpotensi mengalami pergekaran

 

Tegal 13 (08022017)

Foto 5. Batuan penyusun daerah lokasi bencana berupa batupasir tufan selang seling napal yang merupakan anggota Formasi Halang (Tmph)

 

Tegal 14 (08022017)\

Foto 6. Amblesan dengan kedalaman lebih kurang 1 meter di jalan yang menghubungkan antar desa yang hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua