Tanggapan Bencana Gerakan Tanah Kec. Sawoo Dan Kec. Sooko, Kab. Ponorogo Provinsi Jawa Timur

Tanggapan bencana gerakan tanah di Kecamatan Sawoo dan Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur berdasarkan informasi dari pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo,  sebagai berikut : 

1. Lokasi dan waktu kejadian :

Bencana gerakan tanah terjadi di jalur Ponorogo - Trenggalek KM 26, tepatnya di Dusun Ngemplak, Desa Sawoo, Kecamatan Sawoo dan di Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur pada hari Minggu, 23 April 2017.

 

2. Jenis bencana :

Bencana gerakan tanah yang terjadi berupa amblasan pada jalur jalan penghubung Kabupaten Ponorogo – Kabupaten Trenggalek.

 

3. Dampak gerakan tanah :
  • Jalan penghubung Ponorogo - Trenggalek km 26 amblas.

 

4. Kondisi daerah bencana :
  • Secara umum morfologi lokasi bencana berupa perbukitan dengan lereng agak terjal hingga terjal dengan ketinggian sekitar 229 meter diatas permukaan laut untuk Kecamatan Sawoo dan 330 meter diatas permukaan laut untuk Kecamatan Sooko.
  • Berdasarkan Peta Geologi Lembar Madiun, Jawa (U. Hartono, dkk., 1992, P3G), Kecamatan Sawoo dan sekitarnya disusun oleh batuan dari Formasi Wuni yang terdiri dari breksi andesit dangan sisipan tuf (Tmw) sedangkan Kecamatan Sooko dan sekitarnya disusun oleh batuan dari Morfoset Argokalangan yang terdiri breksi gunungapi, aglomerat, tuf breksi gunungapi aglomeratan dan lava bersifat andesit (Qav).
  • Berdasarkan Peta Prakiraan Potensi Terjadi Gerakan Tanah pada Bulan April 2017 di Kabupaten Ponorogo (PVMBG, Badan Geologi), Kecamatan Sawoo dan Kecamatan Sooko terletak pada zona potensi terjadi gerakan tanah menengah - tinggi, artinya daerah ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan dan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

 

5. Faktor penyebab terjadinya tanah longsor diperkirakan karena :
  • Curah hujan yang tinggi dengan durasi lama sebelum dan saat terjadi gerakan tanah.
  • Sifat tanah pelapukan yang sarang dan mudah luruh jika terkena air,
  • Sistem drainase permukaan yang kurang baik sehingga seluruh air terakumulasi dan terkonsentrasi ke lokasi bencana.
  • Kemiringan lereng yang cukup terjal menyebabkan tanah mudah bergerak.

 

6. Rekomendasi :
  • Masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi bencana dan pengguna jalan harus waspada bila melalui jalur jalan ini, terutama pada waktu hujan;
  • Jalur jalan agar segera diperbaiki dan dibuat tembok penahan pada dinding parit /tebing jalan untuk mengantisipasi erosi lateral;
  • Menata saluran drainase agar tidak masuk ke dalam lokasi longsoran;
  • Pemasangan rambu rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan;
  • Memelihara vegetasi berakar kuat dan dalam untuk memperkuat kestabilan lereng/tebing jalan;
  • Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi gerakan tanah;
  • Masyarakat setempat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat.

 

 

LAMPIRAN

Ponorogo 1 (250417)

Gambar 1. Peta lokasi gerakan tanah di Kecamatan Sawoo dan Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur

 

Ponorogo 2 (250417)

Gambar 2. Peta geologi Kecamatan Sawoo dan Kecamatan Sooko dan sekitarnya, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur

 

Ponorogo 3 (250417)

Gambar 3. Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadinya Gerakan Tanah

 

WILAYAH POTENSI GERAKAN TANAH

DI KABUPATEN PONOROGO, PROVINSI JAWA TIMUR

 BULAN APRIL 2017

Ponorogo 4 (250417)

Keterangan :

Ponorogo 5 (250417)