Laporan Singkat Pemeriksaan Gerakan Tanah Di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat Provinsi Jawa Barat

laporan singkat hasil pemeriksaan tim pasca bencana gerakan tanah di kawasan objek wisata Curug Pelangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, berdasarkan permintaan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung, dengan nomor surat 045.1/252/BPBD tanggal surat 13 Maret 2017, sebagai berikut:

 1. Lokasi bencana dan waktu kejadian:

Gerakan tanah terjadi di kawasan objek wisata Curug Pelangi pada lereng bagian barat, tepatnya di Kampung Cisarua, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Secara geografi terletak pada koordinat 107° 34’ 35,2” BT dan 06° 47’ 56,7” LS. Gerakan tanah terjadi pada bulan Oktober 2016.

2.   Kondisi daerah bencana:

  • Morfologi:

Secara umum topografi di sekitar lokasi gerakan tanah berupa perbukitan dengan ketinggian lebih dari 1344 meter diatas permukaan laut. Lokasi bencana mempunyai lereng curam-terjal dengan kemiringan lereng sekitar >45°.

  • Geologi:

Berdasarkan Peta Geologi Lembar Bandung, Jawa (P.H. Silitonga, 1973) daerah bencana disusun oleh Tufa Pasir yang terdiri oleh tufa berasal dari G. Dano dan G. Tangkubanparahu. Tufa pasir coklat sangat sarang, mengandung kristal-kristal horenblenda yang kasar, lapuk kemerah-merahan, lapisan-lapisan lapili dan breksi (Qyd) serta Hasil Gunungapi Tua Lava yang terdiri dari lava menunjukkan kekar lempeng dan kekar tiang. Susunannya basal dan sebagian telah terpropilitisasikan (Qvl).

Berdasarkan hasil pengamatan di lokasi bencana, bagian barat daerah tersebut disusun oleh batupasir tufa sedangkan pada bagian timur disusun oleh lava andesit pada bagian air terjun bersifat segar dan sangat keras dan sebelah tenggaranya terkekarkan (kekar tiang). Tanah pelapukan berupa pasir tufaan dengan ketebalan ± 50cm.

  • Keairan:

Air muncul atau keluar melalui celah, rekahan (aquifer celah) dan juga pada batas antara batuan kedap dengan lapisan diatasnya yang lebih permeabel.

  • Tata guna lahan:

Lahan di daerah bencana gerakan tanah merupakan area wisata. Tebing yang longsor ditumbuhi vegetasi campuran yang cukup rapat.

  • Kerentanan gerakan tanah

Berdasarkan Peta Zona  Kerentanan Gerakan Tanah Kabupaten Bandung Barat daerah Curug Pelangi masuk ke dalam Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah dan Kerentanan Gerakan Tanah Tinggi. Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah artinya pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, atau jika lereng mengalami gangguan dan gerakan tanah lama dapat aktif kembali terutama akibat curah hujan yang tinggi dan erosi kuat. Sedangkan Zona Kerentanan Gerakan Tanah Tinggi artinya Pada zona ini sering terjadi gerakan tanah, sedangkan gerakan tanah lama dan gerakan tanah baru masih aktif bergerak, akibat curah hujan yang tinggi dan erosi yang kuat.

Berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah di Provinsi Jawa Barat bulan April 2017 (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), Kecamatan Cisarua termasuk zona potensi terjadi gerakan tanah Menengah sampai Tinggi artinya pada daerah ini dapat terjadi gerakan tanah terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan. Gerakan tanah lama dan gerakan tanah baru masih aktif bergerak, akibat curah hujan yang tinggi dan erosi yang kuat.

3. Kondisi gerakan tanah dan akibat yang ditimbulkan:

Gerakan tanah yang terjadi berupa runtuhan batu berupa breksi andesit dan tanah lapukan dengan ketebalan ± 50cm berupa pasir tufan serta longsoran bahan rombakan pada tebing lereng setinggi ± 5 meter.  Arah longsoran ke arah N 125° E atau relatif ke arah tenggara.

Dampak Gerakan Tanah:

  1. Akses jalan (tangga) di lokasi wisata rusak
  2. Penutupan sementara lokasi wisata curug

4.  Faktor penyebab terjadinya gerakan tanah:  

Secara umum gerakan tanah disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut:

  • Batuannya penyusun lereng menggantung sehingga secara gravitasi mudah runtuh,
  • Kemiringan lereng yang terjal menyebabkan tanah/batuan mudah bergerak,
  • Curah hujan yang tinggi.

1.  Mekanisme gerakan tanah

Gerakan tanah terjadi pada lokasi ini disusun oleh batuan vulkanik yang secara umum bersifat masif, namun pada beberapa tempat dijumpai bongkah dan boulder yang menggantung. Kondisi seperti ini menyebabkan batuan mudah runtuh bila dipicu oleh getaran baik getaran gempabumi maupun getaran akibat kendaraan kendaraan besar yang melebihi beban tonase. Curah hujan yang tinggi mengakibatkan lereng menjadi jenuh air dan terjadi peningkatan bobot massa tanah.  Kondisi ini menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan air pori dan berkurangnya daya ikat tanah. Ditambah dengan kemiringan lereng terjal mengakibatkan terjadi runtuhan batu dan longsoran bahan rombakan.

6. Rekomendasi:

Mengingat curah hujan yang masih tinggi dan masih adanya potensi gerakan tanah tersebut, untuk menghindari terjadinya longsor susulan yang lebih besar dan jatuhnya korban jiwa disarankan:

  • Pengunjung harus meningkatkan kewaspadaan bila melalui jalur ini, karena dikhawatirkan akan terjadi longsoran susulan;
  • Membuat dinding penahan pada lokasi longsor;
  • Memasang jaring-jaring beton pada dinding-dinding yang rawan longsor sebagai penangkap runtuhan batu;
  • Selalu meningkatkan kewaspadaan terutama pada saat dan setelah turun hujan lebat serta memantau lokasi longsoran;
  • Memasang rambu-rambu peringatan bahaya longsor,
  • Lokasi wisata dapat dibuka lagi dengan syarat:

-       Material longsoran telah dibersihkan. Pembersihan material longsoran agar tidak dilaksanakan pada saat dan setelah turun hujan karena dikhawatirkan adanya longsoran susulan yang bisa menimpa petugas kebersihan,

-       Menghindari antrian pengunjung sehingga pengunjung sebaiknya dipecah menjadi kelompok-kelompok kecil;

-       Dilakukan pemantauan rutin pada lereng, serta menempatkan pengawas pada pos jaga;

 

curug cimahi

 

Gambar 1. Peta lokasi daerah gerakan tanah di Kawasan Wisata Curug Pelangi, Kp. Cisarua, Desa Kertawangi, Kab. Bandung Barat, Jawa Barat

 

 

curug cimahi 1

 

Gambar 2. Peta geologi Kawasan Wisata Curug Pelangi, Kp. Cisarua, Desa Kertawangi, Kab. Bandung Barat, Jawa Barat

 

 

curug cimahi 2

Gambar 3. Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Kabupaten Bandung Barat

 

curug cimahi 3

 

Gambar 4. Peta prakiraan wilayah terjadinya gerakan tanah pada bulan april 2017, Kabupaten Bandung Barat

 

curug cimahi 4

curug cimahi 5

 

 

curug cimahi 6

Gambar 5. Peta situasi gerakan tanah di Kawasan Wisata Curug Pelangi, Kp. Cisarua, Desa Kertawangi, Kab. Bandung Barat, Jawa Barat

 

 

curug cimahi 7

Gambar 6. Penampang gerakan tanah di Kawasan Wisata Curug  Pelangi, Kp. Cisarua, Desa Kertawangi, Kab. Bandung Barat, Jawa Barat


 

curug cimahi 8 

Foto 1. Jalan menuju Curug Pelangi yang rusak akibat gerakan tanah di kawasan objek wisata Curug Pelangi pada lereng bagian barat

 

 

curug cimahi 9

Foto 2. Longsoran bahan rombakan dan tanah lapukan yang menimbun akses menuju lokasi wisata

 

 

curug cimahi 10

Foto 3. Singkapan batuan penyusun lokasi bencana berupa lava hasil gunungapi tua (Qvl)