Laporan Pemeriksaan Gerakan Tanah Di Desa Nagrak Jaya, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat

Laporan  singkat  hasil  pemeriksaan  lapangan Tim Pasca Bencana Gerakan Tanah di Desa Nagrak Jaya, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat,  berdasarkan  permintaan  dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kab. Sukabumi, dengan Surat Nomor:   620/380/VI/BPBD, tanggal 12 Juni 2017, perihal: Permohonan Pertimbangan untuk pembuatan jalan Rabat Beton, sebagai berikut:

 1. Lokasi rencana pembangunan jalan:

Pembangunan jalan desa akan dibangun Kampung Nagrak, Desa Nagrakjaya, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Secara geografis terletak pada koordinat  07o 10’ 38,77” LS dan 106o 54’ 47,07” BT. Jalan desa tersebut akan dibangun sepanjang 1,5 km dan merupakan akses atau jalur evakuasi dari Desa Nagrakjaya menuju Desa Cibitung dan jalan raya.

 

2.   Kondisi daerah rencana pembangunan jalan:

  • Morfologi:

Morfologi di sekitar lokasi bencana merupakan perbukitan dengan kemiringan lereng agak landai sampai terjal serta pedataran yang dimanfaatkan sebagai permukiman dan lahan persawahan. Pada daerah ini terdapat gawir yang terjal pada bagian atas dan bawah. Diantara dua gawir terjal tersebut merupakan daerah landai yang mengalami gerakan tanah tipe rayapan.

  • Geologi:

Berdasarkan Peta Geologi Lembar Jampang dan Balekambang, Jawa (RAB Sukamto, 1975), secara regional batuan penyusun pada lokasi bencana adalah Bagian Atas Formasi Bentang (Tmbu) yang terdiri dari tuf dan bagian bawah Formasi Bentang (Tmbl) yang terdiri dari batupasir, batulempung, batupasir gampingan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi bencana, batuan yang berada di lokasi bencana berupa batupasir dengan fragmen pecahan cangkang moluska yang tertutup tanah pelapukan dengan ketebalan 3 – 5 meter. Batas antara batupasir dan tanah pelapukan merupakan bidang gelincir longsoran bagian atas. Namun pada daerah rayapan kemungkinan bidang gelincirnya batu lempung dengan bidang gelincir dalam (> 10 meter).

  •  Keairan:

Kondisi keairan di lokasi gerakan tanah dalam kondisi baik dan melimpah pada musim hujan dan bersumber dari beberapa  situ / danau yang berada di sekitar lokasi bencana. Pada gawir bagian bawah berpotensi terjadi gerakan tanah dengan tipe longsoran dan aliran bahan rombakan (debris flow).

 

  • Tata guna lahan:

Tata guna lahan pada lereng bagian atas atau gawir bagian atas berupa kebun campuran dan hutan yang di dominasi oleh karet dan pohon bambu. Sedangkan pada lereng bagian tengah dan bagian bawah berupa sawah, pemukiman serta beberapa kolam ikan.

  • Prakiraan gerakan tanah 

Berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah pada Bulan Juni 2017 di Jawa Barat (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), lokasi gerakan tanah berada pada zona kerentanan  gerakan tanah menengah - tinggi, artinya pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan, atau jika lereng mengalami gangguan dan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.  

3. Kesimpulan dan Rekomendasi:

Kesimpulan:

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, dapat disimpulkan bahwa:

  • Kampung Nagrakjaya berada pada zona kerentanan gerakan tanah menengah – tinggi yang mana pada daerah tersebut pernah mengalami gerakan tanah tipe rayapan, jatuhan dan aliran (debris flow) pada tahun 2016. Gerakan tanah tersebut berpotensi untuk aktif kembali, terutama apabila hujan turun dengan intensitas tinggi dan lama, sedangkan jalan desa yang akan diperbaiki dan dapat digunakan sebagai jalur evakuasi apabila terjadi bencana berada pada zona  dengan gerakan tanah tipe rayapan yang bergerak sangat lambat. Gerakan tanah tipe ini memang tidak mematikan tetapi tetap berpotensi merusak. 

Rekomendasi: 

Rencana pembangunan jalan desa yang akan difungsikan sebagai jalan penghubung antara Desa Nagrakjaya dengan Desa Cibitung dan sebagai jalur evakuasi apabila terjadi bencana tersebut dapat dilaksanakan dengan memperhatikan rekomendasi teknis berikut:

  • Masyarakat dan pengguna jalan yang melintas harap meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi jalur rawan longsor
    • Tidak melakukan pemotongan lereng yang terjal
    • Memantau perkembangan retakan dan jika gerakan tanah terus berkembang  segera menjauh dari lokasi gerakan tanah dan melaporkannya kepada instansi yang berwenang.
    • Memperlambat peresapan air dan mengantisipasi terjadinya perkembangan gerakan tanah dengan:
  1. Menata dan memperbaiki drainase dengan konstruksi dan bahan yang kedap air.
  2. Mengeringkan lahan dan kolam atau genangan air pada lereng yang telah mengalami gerakan tanah di lokasi sekitar persawahan.
  3. Segala aktivitas hendaknya selalu dilakukan dengan memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan jiwa.
  4. Mengurangi pembebanan tanah akibat penjenuhan dengan tidak mencetak areal persawahan dan lahan basah.
  5. Menutup retakan dengan tanah lempung yang dipadatkan.
  • Membuat dinding penahan tanah pada tebing jalan yang akan diperbaiki.
  • Memasang rambu rawan bencana longsor untuk meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan.
  • Memelihara vegetasi berakar dalam di daerah lereng berkemiringan terjal untuk memperkuat kestabilan lereng.
  • Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah.

 

curugkembar

Gambar 1. Peta lokasi gerakan tanah di Desa Nagrekjaya dan Sekitarnya, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat

 

curugkembar2

Gambar 2.  Peta geologi Desa Nagrekjaya dan Sekitarnya, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat

curugkembar3

Gambar 3. Peta situasi gerakan tanah di  Desa Nagrekjaya dan Sekitarnya, Kecamatan Curugkembar,

Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat

 

curugkembar4

Gambar 4. Peta Prakiraan Wilayah Terjadinya Gerakan Tanah pada Bulan Juni 2017, Kabupaten dan Kota Sukabumi

 

WILAYAH POTENSI GERAKAN TANAH DI KABUPATEN SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT

 

BULAN JUNI 2017

curugkembar10

curugkembar5

 

curugkembar6

Foto 1. Kondisi jalan desa di Desa Nagrakjaya, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi yang akan diperbaiki dan dijadikan sebagai jalur evakuasi

 

curugkembar7

Foto 2. Rumah rusak yang disebabkan oleh gerakan tanah rayapan yang terjadi pada tahun 2016.

 

curugkembar8

curugkembar9

Foto 3. Koordinasi dengan pihak BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum

Kabupaten Sukabumi, serta sosialisasi kepada warga Desa Nagrakjaya mengenai perbaikan/pengecoran jalan desa yang akan digunakan sebagai jalur evakuasi saat terjadi bencana.