Tanggapan Bencana Gerakan Tanah Di Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Provinsi Sulawesi Utara

Tanggapan gerakan tanah di Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara, berdasarkan pemberitaan dari totabuan.co pada Kamis, 6 Juli 2017, sebagai berikut :

1.Lokasi dan Waktu Kejadian :

Gerakan tanah terjadi di Gerakan tanah terjadi Jalan trans Sulawesi yang menghubungkan antara Desa Badaro dan Desa Tobongon Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara. Gerakan tanah terjadi pada hari Kamis, 6 Juli 2017 pukul 01.30 WITA.

 

2. Jenis Gerakan Tanah :

Gerakan tanah diperkirakan berupa longsoran/amblas pada badan jalan.

3. Dampak gerakan tanah :
  • Jalur trans Sulawesi antara Desa Badaro dan Desa Tobongon Kecamatan Modayag putus total tidak bisa dilalui.
  • Satu unit toyota kijang milik Jhon Lumakow Warga Motoling Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) yang saat itu melintas di jalur tersebut terbawa longsoran tanah, namun tidak ada korban jiwa.

4. Kondisi daerah bencana :

  • Secara umum morfologi Kecamatan Modayag berupa perbukitan dengan kemiringan lereng agak terjal – terjal. Lokasi gerakan tanah berada pada ketinggian sekitar 800 meter diatas permukaan laut.
  • Berdasarkan Peta Geologi Lembar Kotamobagu, Sumatera (Apandi & Bachri, 1997) daerah lokasi gerakan tanah di Kecamatan Modayag tersusun oleh batuan dari Batuan Gunungapi Bilungala (Tmbv) yang terdiri atas breksi, tuf dan lava bersusunan andesit, dasit dan riolit.
  • Berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Terjadi Gerakan Tanah Provinsi Sulawesi Utara bulan Juli 2017 (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), Kecamatan Modayag termasuk zona potensi terjadi gerakan tanah Menengah – Tinggi artinya pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan diatas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.
5. Faktor penyebab terjadinya tanah longsor diperkirakan karena :
  • Kemiringan lereng yang terjal membuat lereng mudah bergerak,
  • Sifat tanah pelapukan yang gembur/sarang dan mudah luruh serta lunak jika terkena air,
  • Curah hujan yang tinggi dan lama sebelum kejadian gerakan tanah.
6. Rekomendasi:
  • Masyarakat dan pengguna jalan yang melintas harap berhati hati dan meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi jalur rawan longsor
  • Melakukan upaya untuk mencari jalur alternative transportasi sementara untuk menuju Kotamobagu atau ke Modayag
  • Menata aliran air permukaan pada lereng tersebut agar tidak masuk ke dalam lokasi longsoran.
  • Pemasangan rambu rawan bencana longsor untuk meningkatkan kewaspadaan
  • Meningkatkan sosialisasi dan dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari BPBD setempat.
  • Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mengirim tim Tanggap Darurat ke lokasi bencana

 

bolaang

Gambar 1. Peta lokasi gerakan tanah di Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur

 

bolaang2

Gambar 2.   Peta geologi lokasi gerakan tanah di Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur

bolaang3 

Gambar 3. Peta Prakiraan Potensi Gerakan Tanah Provinsi Sulawesi Utara Bulan Juli 2017

 

WILAYAH POTENSI GERAKAN TANAH DI PROVINSI SULAWESI UTARABULAN JULI 2017

bolaang4

bolaang5

bolaang6

bolaang7