Laporan Singkat Pemeriksaan Gerakantanah Di Kec. Loano, Kab. Purworejo Provinsi Jawa Tengah

 

Laporan singkat hasil pemeriksaan bencana gerakan tanah di wilayah Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah berdasarkan permintaan Pemeriksaan Gerakan Tanah Daerah dari BPBD Kabupaten Purworejo 383/221/2017. Hasil pemeriksaan sebagai berikut:

1. Lokasi dan Waktu Kejadian Gerakan Tanah:

Potensi gerakan tanah terjadi Di Dusun Sigunung, Desa Kalikalong, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah dengan koordinat 110⁰ 03’ 22,9” BT dan 07⁰ 40’ 53,7” LS. Nendatan terjadi sejak taun 2016 dan berlangsung sampai saat ini. Gerakan tanah kecil juga terjadi setiap musim hujan pada koordinat N110⁰ 03’ 20,50”BT dan 07⁰ 40’ 51,83” LS, yang merupakan tempat terjadinya gerakan tanah besar pada tahun 1965.

2. Jenis Gerakan Tanah:

Jenis gerakan tanah di Dusun Sigunung, Desa Kalikalong tipe rayapan. Gerakan tanah berupa nendatan disertai retakan dengan arah N 113⁰ E dan tinggi 20-40cm. Terdapat juga potensi longsoran bahan rombakan pada gawir gerakan lama yang searah dengan lereng.

3. Dampak gerakan tanah

 

Dampak gerakan tanah berdasarkan data lapangan antara lain :

  • 1 rumah rusak berat
  • 80 Kepala Keluarga dan 3 mushola terancam longsoran bahan rombakan

4. Kondisi daerah bencana

a. Morfologi

Secara umum morfologi di sekitar Dusun Sigunung, Desa Kali Kalong berupa  perbukitan dengan ketinggian antara 150 - 300 meter di atas permukaan laut. Secara umum daerah bencana merupakan perbukitan dengan kemiringan lereng berkisar antara 15 - 30°.

b. Kondisi Geologi

Berdasarkan pengamatan lapangan batuan di daerah bencana merupakan endapan vulkanik tua berupa breksi andesit, tuf dan tuf lapili yang termasuk dan dibagian atasnya berupa endapan aluvial.

c. Tata guna lahan dan Keairan

Tata lahan pada bagian atas dengan hutan dan ladang. Sedangkan di bagaian tengah - bawah lereng berupa pemukiman, jalan dan persawahan.  Muka air tanah di daerah ini cukup dalam, terdapat mata air pada lereng bagian bawah yang dimanfaatkan penduduk untuk keperluan sehari-hari.

d. Kerentanan Gerakan tanah

Berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Terjadi Gerakan Tanah Kabupaten Purworejo bulan Juni 2017 (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), daerah bencana termasuk zona potensi terjadi gerakan tanah Menengah - Tinggi artinya di daerah ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan dan longsoran lama dapat aktif kembali.

5. Faktor penyebab gerakan tanah:

  • Kelerengan yang curam (15 – 30°)
  • Berada pada bahan rombakan hasil longsor lama yang dapat aktif kembali.
  • Tanah pelapukan berupa lempung pasiran dengan ketebalan 3-5 meter menumpang pada breksi tuff yang kedap air, sehingga kontak keduanya merupakan bidang gelincir gerakan tanah.
  • Sistem drainase permukaan yang kurang baik sehingga air masuk ke dalam retakan.
  • Curah hujan yang tinggi yang turun sebelum dan saat terjadinya gerakan tanah memicu terjadinya gerakan tanah.

Mekanisme:

Akibat curah hujan tinggi kandungan air dalam tanah meningkat, sehingga tanah menjadi jenuh air, bobot masa tanah bertambah, ikatan antar butir tanah mengecil, akibatnya lereng menjadi tidak stabil dan bergerak mencari kesetimbangan baru, maka terjadilah gerakan tanah. Karena lereng tidak begitu terjal, pergerakannya lambat berupa nendatan diikuti retakan pada lereng bagian tengah dan bawah. Sedangkan pada kemiringan lereng curam dan tanah pelapukan tebal yang terletak pada lereng bagian atas mengakibatkan tanah mudah bergerak, sehingga terjadi gerakan tanah tipe longsoran bahan rombakan.

7. Rekomendasi Teknis :

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, maka direkomendasikan:

  • Beberapa rumah yang berada dibawah tebing sebaiknya dipindahkan ketempat yang aman.
  • Masyarakat harus tetap meningkatkan kewaspadaan terutama jika muncul rembesan pada tekuk lereng dan muncul retakan.
  • Masyarakat agar memantau jika muncul retakan baru, segera ditutup agar air tidak masuk ke retakan tersebut dan jika retakan bertambah lebar segera mengungsi dan melaporkan ke Pemerintah Daerah.
  • Tidak mencetak kolam dan sawah pada lereng karena kejenuhan air mempercepat terjadinya gerakan tanah. Tata guna lahan persawahan atau yang memerlukan banyak air sebaiknya dihindari di daerah ini.
  • Masyarakat perlu waspada, bila perlu mengungsi ketempat yang aman jika terjadi hujan lebih dari 2 jam.
  • Karena gerakan tanah yang terjadi merupakan tipe rayapan, maka rumah panggung akan lebih aman digunakan dibanding rumah permanen.
  • Dibuat penataan saluran drainase permukaan dengan konstruksi kedap air.

 

loano

Peta Lokasi Gerakan Tanah di Desa Kalikalong, Kecamatan Loano

 

loano2

Peta Geologi daerah Kecamatan Loano dan sekitarnya, Kabupaten Purworejo

 

loano3

Peta Prakiraan Wilayah Potensi Gerakan Tanah Kabupaten Purworejo

Bulan Juni 2017

 

WILAYAH POTENSI GERAKAN TANAH DI PROVINSI JAWA TENGAH BULAN JUNI 2017

loano4

loano5

 

loano6

Peta situasi gerakan tanah Desa Kalikalong, Kecamatan Loano, Purworejo

 

loano7

Gambar penampang A-B situasi gerakan tanah di Desa Kalikalong, Kecamatan Loano

 

loano8

Rumah rusak yang diakibatkan gerakan tanah

 

 

 loano9

Kolam mata air di lerang bagian bawah sebagai indikasi adanya bidang lemah

 

 

loano10

Nendatan tanah 20 cm di Dusun Sigunung

 

 

loano11

Batuan dasar berupa breksi andesit dan tuf di lereng bagian atas bagian dari Formasi Kebobutak

 

 

loano12

Material longsoran lama yang masih terus turun sedikit demi sedikit pada musim hujan

 

 

 

 loano13

Rumah yang berpotensi terkena longsoran bahan rombakan karena jaraknya sangat dekat dengan longsoran lama yang masih terus turun dan juga tebing yang terjal

 

 

loano14

Contoh kolam yang harus dikeringkan karena berada pada gawir/lereng

 

 

loano15

Koordinasi dan Sosialisasi hasil penyelidikan sementara di Dusun Sigunung

Bersama BPBD dan Kepala Desa Kali kalong