Tanggapan Bencana Gerakan Tanah Dan Banjir Bandang Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang Provinsi Jawa Tengah

Tanggapan bencana gerakan tanah di Kecamatan Pituriase, Kabupaten Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan, berdasarkan berita dari:

http://www.jawapos.com/read/2017/08/08/149650/banjir-bandang-melanda-sulsel-497-jiwa-mengungsi pada hari Senin, 7 Agustus 2017, pukul 04.00 WITA  sebagai berikut:

1. Lokasi dan waktu kejadian :

Desa Belawae, Desa Buntu Buangin, Desa Dengeng-Dengeng, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan pada Senin (7/8) sejak 04.00 WITA. Banjir bandang yang melanda Desa Dengeng-Dengen, juga merembet ke sejumlah wilayah di Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Senin (7/8) sekitar pukul 06.30 WITA.

 

2. Jenis bencana :

Bencana gerakan tanah yang terjadi diperkirakan berupa longsoran bahan rombakan danbanjir bandang.

 

3. Dampak gerakan tanah :
  • 407 jiwa mengungsi
  • Ratusan hektar tanaman padi rusak
  • 105 rumah rusak
  • 15 km jalan desa rusak berat
  • 1 jembatan rusak berat
  • 10.000 pohon cengkeh terbawa longsor

 

4. Kondisi daerah bencana :

  • Secara umum topografi di sekitar lokasi gerakan tanah berupa perbukitan bergelombang dengan ketinggian lebih dari 600 m dpl.
  • Berdasarkan Peta Geologi Lembar Majene dan Bagian Barat Lembar Palopo (H. Samodra dkk 1996) batuan penyusun di daerah bencana terdiri dari Batuan Sedimen (Batupasir, batulanau, dan serpih) (Tms)), Lava (Lava basaltik-andesitik, breksi dan batupasir gunungapi) (Tol)), Formasi Latimojong (Batusabak, kuarsit, filit, batupasir kuarsa, batulanau malih dan marmer (Tki)).
  • Berdasarkan Peta Prakiraan Potensi Terjadi Gerakan Tanah pada Bulan Agustus 2017 di Provinsi Sulawesi Selatan (Badan Geologi), daerah bencana termasuk zona potensi terjadi gerakan tanah menengah-tinggi. Artinya zona potensi menengaah adalah daerah yang mempunyai potensi menengah untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan diatas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan. Sedangkan Zona Potensi tinggi adalah daerah yang mempunyai potensi tinggi untuk terjadi gerakan tanah. Pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan diatas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

 

5. Faktor penyebab terjadinya tanah longsor diperkirakan karena :
  • Curah hujan yang tinggi dan lama di bagian hulu, pada saat dan sebelum kejadian banjir bandang.
  • Kemungkinan adanya pembendungan material longsor di bagian hulu ke dalam alur sungai.

 

6. Tim pemeriksaan bencana gerakan tanah akan diberangkatkan ke lokasi bencana, untuk melakukan :
  • Pemeriksaan guna mengetahui penyebab terjadinya gerakan tanah.
  • Memberikan rekomendasi teknis penanganan bencana gerakan tanah.
  • Memberikan sosialisasi mengenai kondisi gerakan tanah yang telah terjadi kepada masyarakat yang terkena bencana.

 

 

LAMPIRAN

 

Pitu 1 (140817)

Peta Petunjuk Lokasi Gerakan Tanah di Kecamatan Pitu Riase dan sekitarnya

 

Pitu 2 (140817)

Peta Geologi gerakan tanah di Kecamatan Pitu Riase dan sekitarnya

 

Pitu 3 (140817)

Peta prakiraan wilayah potensi terjadi gerakan tanah pada bulan Agustus 2017, Kabupaten Sidenreng Rappang, Provinsi  Sulawesi Selatan

 

WILAYAH POTENSI GERAKAN TANAH

DI KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG, PROVINSI SULAWESI SELTAN

 BULAN AGUSTUS 2017

Pitu 4 (140817)

Keterangan :

Pitu 5 (140817)