Laporan Singkat Pemeriksaan Gerakan Tanah Di Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah

Laporan hasil pemeriksaan pasca gerakan tanah di Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Pemeriksaan dilaksanakan dalam rangka menindak lanjuti surat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Purworejo, Nomor : 362/563/2017, tanggal 6 Desember 2017, sebagai berikut :

1. Lokasi Bencana dan Waktu Kejadian:

Gerakan tanah terjadi di Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah, yaitu:

a) Lokasi 1 : Desa Donorejo, Kecamatan Kaligesing.

  • Gerakan tanah terjadi di Dusun Denansri RT 01/RW 03, Desa Donorejo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis lokasi ini berada pada koordinat 110° 06' 33,1" BT dan 07° 45' 09,2" LS. Gerakan tanah terjadi pada hari Selasa, 28 November 2017, malam. 
  • Gerakan tanah terjadi di Dusun Jogowono RT 04/RW 02, Desa Donorejo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis lokasi ini berada pada koordinat 110° 05' 57,2" BT dan 07° 45' 34,1" LS. Gerakan tanah terjadi pada hari Rabu, 29 November 2017. 
  • Gerakan tanah terjadi di Dusun Jogowono RT 01/RW 02, Desa Donorejo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis lokasi ini berada pada koordinat 110° 05' 53,9" BT dan 07° 45' 39,4" LS. Gerakan tanah terjadi pada hari Selasa, 28 November 2017, malam. 

b) Lokasi 2 : Desa Tlogoguwo, Kecamatan Kaligesing.
  • Gerakan tanah terjadi di Dusun Somoroto RT 04/ RW 05, Desa Tlogoguwo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis lokasi ini berada pada koordinat : 110° 06' 52,8" BT dan 07° 43' 18,7" LS. Gerakan tanah terjadi pada hari Selasa, 28 November 2017, malam. 
  • Gerakan tanah terjadi di Dusun Munggang Sari, Desa Tlogoguwo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis lokasi ini berada pada koordinat : 110° 06' 52,3" BT dan 07° 43' 14,3" LS. Gerakan tanah terjadi pada hari Selasa, 28 November 2017, malam. 
  • Gerakan tanah terjadi di Jalan yang menghubungkan Dusun Somoroto dengan Munggang Sari, Dusun Munggang Sari, Desa Tlogoguwo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis lokasi ini berada pada koordinat : 110° 06' 51,2" BT dan 07° 43' 10,8" LS. Gerakan tanah terjadi pada hari Selasa, 28 November 2017, malam. 
  • Gerakan tanah terjadi di Dusun Tuk Songo, Desa Tlogoguwo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis lokasi ini berada pada koordinat : 110° 06' 23,8" BT dan 07° 43' 48,0" LS. Gerakan tanah terjadi pada hari Selasa, 28 November 2017, malam. 

c) Lokasi 3 : Desa Purbowono, Kecamatan Kaligesing.

Gerakan tanah terjadi di Dusun Munggang Kemis, Desa Purbowono, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis lokasi ini berada pada koordinat : 110° 06' 51,2" BT dan 07° 43' 10,8" LS. Gerakan tanah terjadi pada Hari Selasa, 28 November 2017, malam.

d) Lokasi 4 : Desa Tawangsari, Kecamatan Kaligesing.

  • Gerakan tanah terjadi di Dusun Wonosaran/ Wonogiri RT 15/ RW 02, Desa Tawangsari, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis lokasi ini berada pada koordinat : 110° 07' 28,5" BT dan 07° 42' 53,1" LS. Gerakan tanah terjadi pada Hari Selasa, 28 November 2017, malam.
  • Gerakan tanah terjadi di Dusun Wonogiri RT 02/ RW 09, Desa Tawangsari, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis lokasi ini berada pada koordinat : 110° 07' 29,7" BT dan 07° 42' 54,1" LS. Gerakan tanah terjadi pada Hari Selasa, 28 November 2017, malam.

e) Lokasi 5 : Desa Jelok, Kecamatan Kaligesing.

  • Gerakan tanah terjadi di Dusun Cibatur RT 01/ RW 06, Desa Jelok, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis lokasi ini berada pada koordinat : 110° 03' 49,9" BT dan 07° 42' 45,0" LS. Gerakan tanah terjadi pada hari Selasa, 28 November 2017, malam.
  • Gerakan tanah terjadi di Dusun Gambasan RT 01/ RW 04, Desa Jelok, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis lokasi ini berada pada koordinat : 110° 03' 28,7" BT dan 07° 43' 05,1" LS. Gerakan tanah terjadi pada hari Jumat, 8 Desember 2017.

f) Lokasi 6 : Dusun Klepuh, Desa Pandan Rejo, Kecamatan Kaligesing.

  • Gerakan tanah terjadi di jalan Dusun Klepuh RT 03/ RW 02, Desa Pandan Rejo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis lokasi ini berada pada koordinat : 110° 07' 39,2" BT dan 07° 43' 11,4" LS. Gerakan tanah terjadi pada hari Selasa, 28 November 2017, malam.
  • Gerakan tanah terjadi di Dusun Klepuh, Desa Pandan Rejo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis lokasi ini berada pada koordinat : 110° 07' 42,3" BT dan 07° 43' 07,7" LS. Gerakan tanah terjadi pada hari Selasa, 28 November 2017, malam.

 

2. Dampak Bencana Gerakan Tanah :

  1. a) Lokasi 1. Desa Donorejo :
  • Dusun Denansri RT 01/RW 03, Desa Donorejo :
    • 4 (empat) rumah rusak,
    • 7 (tujuh) rumah terancam. 
  • Dusun Jogowono RT 04/RW 02, Desa Donorejo :
    • 1 (satu) rumah rusak,
    • 15 (lima belas) rumah terancam. 
  • Dusun Jogowono RT 01/RW 02, Desa Donorejo :
    • 1 (satu) rumah rusak,
    • 9 (Sembilan) rumah terancam.

  

b) Lokasi 2. Desa Tlogoguwo :
  • Dusun Somoroto RT 04/ RW 05, Desa Tlogoguwo : 
    • 1 (satu) rumah rusak,
    • 5 (lima) rumah terancam.
  • Dusun Munggang Sari, Desa Tlogoguwo : 2 (dua) rumah rusak.
  • Jalan yang menghubungkan Dusun Somoroto dengan Munggang Sari, Dusun Munggang Sari, Desa Tlogoguwo : Jalan hancur sepanjang 50 meter.
  • Dusun Tuk Songo, Desa Tlogoguwo :
    • 1 (satu) rumah rusak,
    • 5 (lima) rumah terancam.

 

c) Lokasi 3. Dusun Munggang Kemis, Desa Purbowono  :
  • 1 (satu) rumah terancam.

 

d) Lokasi 4. Dusun Wonosaran/ Wonogiri, Desa Tawangsari :
  • Dusun Wonogiri RT 15/ RW 02 : 1 (satu) rumah rusak.
  • Dusun Wonogiri RT 02/ RW 09 : 2 (dua) rumah rusak.

 

e) Lokasi 5. Desa Jelok :

  • Dusun Cibatur RT 01/ RW 06 :
    • 1 (satu) rumah hancur,
    • 7 (tujuh) rumah rusak,
    • 16 rumah terancam. 
  • Dusun Gambasan RT 01/ RW 04 :
    • Badan jalan yang menghubungkan Dusun Gambasan dengan Dusun Cibatur tertimbun material longsoran,
    • 2 (dua) rumah terancam.

 

Lokasi 6 : Dusun Klepuh, Desa Pandan Rejo :
  • Jalan RT 03/ RW 02 :
    • Badan jalan sepanjang 200 meter  tertimbun material longsoran,
    • 2 (dua) rumah terancam. 
  • Pemukiman Dusun Klepuh : 1 (satu) rumah terancam.

 

3. Kondisi Daerah Bencana :

Morfologi :

 a. Lokasi 1 : Desa Donorejo: Secara umum Desa Donorejo bentang alam adalah daerah perbukitan dengan lereng terjal sampai sangat terjal, dengan kemiringan lereng 25° - 45°. Ketinggian pada wilayah ini 620 – 715 meter.

b. Lokasi 2. Desa Tlogoguwo : Secara umum morfologi di sekitar lokasi gerakan tanah Desa Tlogoguwo merupakan perbukitan sangat terjal sampai dengan curam dengan kemiringan lereng antara 30º sampai 50º. Desa Tlogoguwo ini terletak pada ketinggian 660 – 710 meter diatas permukaan laut.

c. Lokasi 3. Dusun Munggang Kemis, Desa Purbowono  : Morfologi Dusun Munggang Kemis, Desa Purbowono adalah dataran untuk pemukiman sampai dengan perbukitan, dengan kemiringan lereng 15° - 35°. Dusun Munggang Kemis, desa Purbowono terletak pada ketinggian 663 mdpl.
d. Lokasi 4. Dusun Wonosaran/ Wonogiri, Desa Tawangsari : Dusun Wonogiri, Desa Tawangsari ini morfologi secara umum adalah daerah perbukitan dengan kemiringan lereng terjal sampai sangat terjal 25° - 45°. Ketinggian pada wilayah ini 750 - 768 meter.
e. Lokasi 5. Desa Jelok : Morfologi Desa Jelok adalah daerah perbukitan dengan kemiringan lereng sangat terjal sampai dengan curam, yaitu 30º sampai 50º pada lereng bagian atas dan tebing sungai yang berada tepat dibelakang pemukiman. Wilayah Desa Jelok berada pada ketinggian 180 – 390 mdpl.
f. Lokasi 6 : Dusun Klepuh, Desa Pandan Rejo : Secara umum morfologi di sekitar Dusun Klepuh, Desa Pandan Rejo adalah daerah dataran sampai dengan perbukitan landai sampai terjal dengan kemiringan lereng 15° sampai 35°. Dusun Klepuh ini berada pada ketinggian 750 – 775 mdpl.

 

Geologi : Berdasarkan Peta Geologi Lembar Yogyakarta, Jawa, secara regional daerah Kecamatan Kaligesing disusun oleh Formasi Jonggrangan yang terdiri dari : konglomerat, napal tufan, dan batupasir gampingan dengan sisipan lignit, batupasir berlapis dan batugamping koral (Tmj); Formasi Kalibutak yang terdiri dari breksi andesit, tuf, tuf lapili, aglomerat dengan sisipan aliran lava andesit (Tmok); dasit (da); dan andesit (a).

 Berdasarkan pengamatan lapangan :

  1. Lokasi Bencana di Desa Donorejo batuan disusun oleh batugamping koral, pada bagian atas dan napal pada bagian bawahnya.  Tanah penutup di lokasi ini tersusun oleh lempung bercampur material tufan berwarna coklat keabuan, bersifat gembur dengan ketebalan antara 1 – 5 meter.
  2. Lokasi Bencana di Desa Tlogoguwo disusun oleh batuan dasar berupa breksi dan tuf, dengan tanah penutup berupa pasir bercampur material tufaan dengan ketebalan 1 – 3 meter.
  3. Lokasi Bencana di Desa Purbowono,  Pandan Rejo dan Tawangsari  : tanah penutup dilokasi ini tersusun oleh lempung pasiran berwarna coklat keabuan, dengan ketebalah tanah penutup 0,5 – 2 meter yang berada diatas batuan dasar breksi dan andesit.
  4. Lokasi Bencana di Desa Jelok disusun oleh batuan breksi, tuf, serta dijumpai lava di beberapa tempat. Tanah pelapukan pada Desa Jelok ini mempunyai ketebalan 2 – 6 meter, disuse oleh breksi andesit dengan sisipan tuf dan lempung tufaan berwarna coklat keabuan.

 

Keairan :

Lokasi gerakan tanah di daerah bencana pada saat pemeriksaan berada pada kondisi keairan yang baik. Air permukaan meningkat pada musim hujan dan mengalir mengikuti parit dan saluran air di bagian bawah badan jalan. Air permukaan berupa air hujan dan pembuangan dari permukiman, sebagian besar disalurkan melalui saluran terbuka di atas permukaan tanah. Berdasarkan keterangan penduduk, pada musim kemarau, daerah bencana berada pada kondisi keairan yang cukup. Kebutuhan air penduduk didapatkan dari mata air pegunungan yang disalurkan melalui pipa-pipa.

 

Tata Guna Lahan :

  1. Desa Donorejo : Daerah bencana berupa badan jalan dan pemukiman, bagian atas lereng berupa hutan, kebun campuran, pemukiman pada lereng bagian atas sampai tengah. Pada bagian bawah lereng terdapat sungai. 
  2. Desa Tlogoguwo, dan Purbowono : tata guna lahan di daerah Tlogoguwa dan Purbowono berupa kebun campuran, jalan, pemukiman dan hutan.
  3. Desa Tawangsari dan Pandan Sari : Tata guna lahan di wilayah ini adalah berupa pemukiman padat, jalan dan kebun campuran pada lereng bagian atas pemukiman.
  4. Desa Jelok : Tata guna lahan pada Desa Jelok, pada lereng bagian atas adalah hutan dibawahnya berupa kebun campuran, lereng bagian tengah berupa pemukiman dan jalan. Sedangkan pada lereng bagian bawah berupa Sungai

 

4. Kerentanan Gerakan Tanah :

Berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah pada Bulan November 2017, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), Kecamatan Kaligesing terletak pada zona potensi terjadi gerakan tanah Menengah – Tinggi artinya pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan dan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

 

5. Kondisi Gerakan Tanah :
a) Lokasi 1. Desa Donorejo :
  • Dusun Denansri RT 01/RW 03, Desa Donorejo : Jenis gerakan tanah terjadi adalah runtuhan batu (Rock Fall) pada lereng bagian atas, yang diikuti oleh nendatan dan rayapan, dengan arah retakan N 305° E pada lereng bagian tengah sampai bagian bawah lereng.
  • Dusun Jogowono RT 04/RW 02, Desa Donorejo : Jenis gerakan tanah yang terjadi adalah rayapan pada rumah dengan adanya retakan pada lantai rumah dengan lebar 30 – 60 cm.
  • Dusun Jogowono RT 01/RW 02, Desa Donorejo : Jenis gerakan tanah yang terjadi adalah longsoran bahan rombakan pada tebing yang berada di samping rumah, dengan lebar mahkota longsoran 30 meter dan panjang longsoran 8 meter.

 b) Lokasi 2. Desa Tlogoguwo :

  • Dusun Somoroto RT 04/ RW 05, Desa Tlogoguwo : Jenis gerakan tanah yang terjadi adalah retakan yang diikuti oleh nendatan pada dinding dan lantai rumah dengan lebar retakan 50 – 70 cm.
  • Dusun Munggang Sari, Desa Tlogoguwo : Jenis gerakan tanah yang terjadi adalah rayapan yang diikuti oleh nendatan pada dinding dan lantai rumah dengan lebar retakan 50 – 70 cm.
  • Jalan yang menghubungkan Dusun Somoroto dengan Munggang Sari, Dusun Munggang Sari, Desa Tlogoguwo : Jenis gerakan tanah yang terjadi adalah rayapan yang diikuti nendatan pada badan jalan dengan lebar retakan 1 – 4 meter, dengan panjang retakan 50 meter.
  • Dusun Tuk Songo, Desa Tlogoguwo : Jenis gerakan tanah yang terjadi adalah rayapan yang berada di atas tebing, dengan lebar retakan 30 – 50 cm.
c) Lokasi 3. Dusun Munggang Kemis, Desa Purbowono  :

Jenis gerakan tanah yang terjadi di wilayah ini adalah rayapan pada halaman rumah dengan lebar retakan 10 – 30 cm.

 d) Lokasi 4. Dusun Wonosaran/ Wonogiri, Desa Tawangsari :

  • Gerakan tanah yang terjadi di Dusun RT 15/ RW 02 ini adalah jenis gerakan tanah longsoran bahan rombakan yang terjadi dibelakang rumah, dengan lebar mahkota longsoran  60 meter, dengan panjang longsoran 50 meter.
  • Dusun Wonogiri RT 02/ RW 09, Desa Tawangsari :
  • Jenis Gerakan tanah yang terjadi adalah rayapan yang ditandai oleh adanya retakan pada dinding dan lantai rumah. Dengan lebar retakan 10 – 20 cm, dengan panjang retakan 40 – 1 meter.

 e) Lokasi 5. Desa Jelok :

  • Dusun Cibatur RT 01/ RW 06, Desa Jelok adalah jenis gerakan tanah yang terjadi di pada bagian atas dan tengah lereng adalah rayapan pada bukit dengan lebar retakan 10 – 40 cm, dan kedalaman retakan 1 – 2 meter. Pada bagian bawah Dusun Cibatur terjadi gerakan tanah jenis longsoran bahan rombakan yang ada pada lereng diatas Sungai.
  • Dusun Gambasan RT 01/ RW 04, Desa Jelok adalah jenis gerakan tanah longsoran bahan rombakan yang menghubungkan Dusun Gambasan dengan Dusun Cibatur. Lebar Mahkota longsoran 40 meter, dengan panjang longsoran 70 meter.

 f) Lokasi 6 : Dusun Klepuh, Desa Pandan Rejo :

  • Gerakan tanah di jalan Dusun Klepuh RT 03/ RW 02 adalah jenis gerakan tanah longsoran bahan rombakan pada tebing yang menimbun badan jalan. Dengan lebar mahkota longsoran 30 meter, tinggi mahkota longsoran 12 meter, dan panjang 50 meter.
  • Dusun Klepuh, Desa Pandan Rejo yang terjadi pada halaman pemukiman adalah jenis gerakan tanah rayapan, dengan panjang 150 meter, dan lebar 50 – 60 cm, dengan kedalaman retakan 1 – 1,5 meter.

 

6. Faktor Penyebab Terjadinya Gerakan Tanah :

Secara umum faktor penyebab terjadinya gerakan tanah di daerah pemeriksaan antara lain adalah:

  • Curah hujan dengan intensitas tinggi dan selama tiga hari tidak berhenti memicu tanah untuk bergerak.
  • Sifat tanah pelapukan yang gembur dan sarang dengan kemampuan meloloskan air yang tinggi dan berada di atas batuan dasar yang lebih kedap. Kontak keduanya menjadi bidang lemah dan berfungsi sebagai bidang gelincir.
  • Kurang tertatanya sistem drainase di areal pemukiman dan jalan, sehingga aliran air permukaan menggerus tanah yang dilaluinya dan masuk kedalam tanah.
  • Pemotongan lereng yang terlalu terjal untuk pemukiman menyebabkan tanah mudah bergerak.

 

7. Mekanisme Terjadinya Gerakan Tanah :

Akibat curah hujan yang tinggi dan tataguna lahan berupa sawah basah dan kolam di mengakibatkan kandungan air dalam tanah meningkat sehingga tanah menjadi jenuh air, bobot masa tanah bertambah, ikatan antar butir tanah mengecil, akibatnya lereng menjadi tidak stabil dan bergerak mencari keseimbangan baru maka terjadilah longsoran berupa rayapan dan terbentuk retakan selebar 20 cm – 1 meter pada sawah, pemukiman dan perkebunan sepanjang 1 - 5 meter. Retakan tersebut merupakan media masuknya air permukaan, terutama air hujan  kedalam retakan tersebut yang memicu pergerakan tanah.

 

8. Rekomendasi :

a.) Lokasi 1. Desa Donorejo :

Dusun Denansri RT 01/RW 03, Desa Donorejo : Gerakan tanah jenis rayapan yang diikuti oleh retakan dan nendatan masih berlangsung dan tetap berlangsung jika terjadi hujan lebat berlangsung lama serta air masuk ke bawah permukaan melalui rekahan. Untuk itu di Rekomendasikan :
  • 4 (empat) rumah yg rusak di daerah ini tidak layak huni, dan harus di relokasi ketempat yang lebih aman. Pemukiman yang harus direlokasi ini diutamakan untuk pemukiman yang sudah mengalami retakan cukup besar. Penentuan lahan relokasi hendaknya dilakukan dengan kajian teknis terlebih dahulu, sehingga aman dari ancaman gerakan tanah.
  • 7 (tujuh) rumah yang terancam di daerah tersebut masih layak huni, tetapi masyarakat harus selalu waspada terutama pada saat dan setelah hujan lebat berlangsung lama.
  • Masyarakat diharapkan terus memantau intensitas perkembangan retakan yang terjadi, apabila retakan terus berkembang diharapkan segera mengungsi ketempat yang lebih aman.
  • Bangunan konstruksi ringan seperti rumah panggung cocok di daerah ini yang merupakan daerah rentan gerakan tanah jenis rayapan.
  • Jika daerah tersebut dibangun dengan konstruksi tembok/permanen dan lantai keramik, maka jika terjadi gerakan tanah jenis rayapan akan terjadi retakan pada dinding dan lantai, beresiko roboh.
  • Mempertahankan tanaman dengan ciri berakar kuat dan dalam, guna memperlambat gerakan tanah jenis rayapan.
  • Mengatur aliran air permukaan/drainase agar air tidak meresap ke bawah permukaan yang dapat mempercepat terjadi gerakan tanah.
  • Segera menutup retakan dan memadatkannya dengan tanah lempung untuk menghindari peresapan air secara cepat ke dalam tanah.
  • Mengarahkan aliran air permukaan menjauh dari retakan pada permukaan tanah.
  • Tidak membangun pemukiman di atas, pada, dan di bawah lereng dengan kemiringan sedang hingga terjal.
  • Pada jalur jalan yang rentan terjadi retakan dan amblasan, untuk menanggulanginya: dengan cara membuat saluran drainase yang ditembok (kedap air) di kanan dan kiri badan jalan.

 

Dusun Jogowono RT 04/RW 02, Desa Donorejo :

  • Masyarakat diharapkan terus memantau intensitas perkembangan retakan yang terjadi pada pemukiman, kebun, sawah, dan jalan apabila retakan terus berkembang, diharapkan segera mengungsi ketempat yang lebih aman.
  • Untuk menstabilkan tanah, lahan/ sawah yang retak sebaiknya ditanami dengan tanaman berakar kuat dan dalam, agar gerakan tanah tidak terus berkembang.
  • Tidak melakukan penebangan pohon pada lereng terjal.
  • Mempertahankan tanaman dengan ciri berakar kuat dan dalam, guna memperlambat gerakan tanah jenis rayapan.
  • Mengatur aliran air permukaan/drainase agar air tidak meresap ke bawah permukaan yang dapat mempercepat terjadi gerakan tanah.
  • Segera menutup retakan dan memadatkannya dengan tanah lempung untuk menghindari peresapan air secara cepat ke dalam tanah.
  • Masyarakat yang tinggal dan beraktifitas pada lokasi retakan harap lebih waspada dan diharapkan mengungsi ke tempat yang lebih aman pada saat dan setelah terjadi hujan yang deras dan berlangsung lama.

 

Dusun Jogowono RT 01/RW 02, Desa Donorejo :

  • 1 (satu) rumah rusak yang berada tepat dibawah tebing, harus direlokasi ke tempat yang lebih aman. Jika rumah dipertahankan (tidak direlokasi), maka disarankan untuk membuat terasering/ sengkedan pada tebing yang berada disamping rumah dan dibuat tembok penahan tebing.
  • Pembuatan terrasering/sengkedan untuk perumahan harus cukup lebar minimal 2 kali lebar rumah, sehingga kalau terjadi longsor dari tebing sengkedan di atas dan di bawahnya tidak menimpa rumah.
  • Pembuatan dinding/tembok penahan tebing di bagian atas lereng dengan pondasi harus dalam sampai batuan dasar yang stabil untuk menahan laju gerakan tanah.
  • Di lahan pemukiman  harus dibuat saluran air permukaan yang kedap air, supaya air tidak meresap ke dalam tanah, air harus langsung dibuang ke sungai menjauhi lereng.
  • Hindari membangun di atas, pada dan di bawah lereng yang terjal.
  • Material yang berada pada bagian lereng masih banyak sehingga masih berpotensi terjadi longsoran susulan, sehingga masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan terutama pada saat dan setelah  turun hujan lebat dan sebaiknya mengungsi jika hujan lebat.

 

b.) Desa Tlogoguwo dan Desa Purbowono : 

Gerakan tanah di Desa Tlogoguwo dan Purbowono adalah rayapan yang diikuti dengan retakan dan nendatan. Gerakan tanah ini masih berlangsung dan akan terus berlangsung jika terjadi hujan yang lebat dan lama, untuk itu direkomendasikan :

  • Segera menutup retakan dan memadatkannya dengan tanah lempung untuk menghindari peresapan air secara cepat ke dalam tanah.
  • Masyarakat diharapkan terus memantau intensitas perkembangan retakan yang terjadi pada sawah, apabila retakan terus berkembang dan semakin dekat dengan pemukiman, diharapkan segera mengungsi ketempat yang lebih aman.
  • Tidak membangun pemukiman di atas, pada, dan di bawah lereng dengan kemiringan sedang hingga terjal.
  • Bangunan konstruksi ringan seperti rumah panggung cocok di daerah ini yang merupakan daerah rentan gerakan tanah jenis rayapan, karena Jika daerah tersebut dibangun dengan konstruksi tembok/permanen dan lantai keramik, maka jika terjadi gerakan tanah jenis rayapan akan terjadi retakan pada dinding dan lantai, berisiko roboh.
  • Pada jalur jalan yang rentan terjadi retakan dan amblasan, untuk menanggulanginya: dengan cara membuat saluran yang ditembok (kedap air) pada sisi kanan dan kiri.
  • Mengatur aliran air permukaan/drainase agar air tidak  meresap ke bawah permukaan yang dapat mempercepat terjadi gerakan tanah dengan membuat saluran yang ditembok (kedap air).
  • Dibuat tembok penahan tebing di bagian bawah lereng dengan pondasi harus dalam sampai batuan dasar yang stabil.
  • Jalan yang terancam putus agar segera dilakukan penimbunan dengan tanah urug dan di tahan dengan tembok penahan atau bronjong.
  • Agar masyarakat yang tinggal dan beraktifitas di sekitar daerah bencana lebih waspada, terutama saat maupun setelah hujan deras yang berlangsung lama, karena daerah tersebut masih berpotensi untuk terjadinya longsor.

  

c.) Desa Tawangsari dan Desa Pandan Rejo :

Untuk Desa Tawangsari dan Pandan Rejo terdapat dua jenis gerakan tanah, yaitu longsoran bahan rombakan dan rayapan, dengan demikian di rekomendasikan sebagai berikut :

  • Dusun Wonogiri RT 15/RW 02, Desa Tawangsari dan Jalan Desa Dusun Klepuh RT 03/ RW 02, Desa Pandan Sari :
  • Material yang berada pada bagian lereng masih banyak sehingga masih berpotensi terjadi longsoran susulan, sehingga masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan terutama pada saat dan setelah  turun hujan lebat dan sebaiknya mengungsi jika hujan lebat.
  • Satu rumah yang ada di Dusun Wonogiri RT 15/RW 02 sebaiknya lebih berhati-hati, karena masih berpotensi terjadi gerakan tanah susulan.
  • Tebing yang berada disamping rumah dan di samping badan jalan Dusun Klepuh RT 03/ RW 02 sebaiknya dibuat terrasering/ sengkedan dan dibuat tembok penahan tebing.
  • Pembuatan terrasering/sengkedan untuk perumahan harus cukup lebar minimal 2 kali lebar rumah, sehingga kalau terjadi longsor dari tebing sengkedan di atas dan di bawahnya tidak menimpa rumah.
  • Pembuatan dinding/tembok penahan tebing di bagian atas lereng dengan pondasi harus dalam sampai batuan dasar yang stabil untuk menahan laju gerakan tanah.
  • Di lahan pemukiman  harus dibuat saluran air permukaan yang kedap air, supaya air tidak meresap ke dalam tanah, air harus langsung dibuang ke sungai menjauhi lereng.
  • Hindari membangun di atas, pada dan di bawah lereng yang terjal.
  • Dusun Wonogiri RT 02/ RW 09, Desa Tawangsari dan Dusun Klepuh, Desa Pandan Rejo :
  • Segera menutup retakan dan memadatkannya dengan tanah lempung untuk menghindari peresapan air secara cepat ke dalam tanah.
  • Masyarakat diharapkan terus memantau intensitas perkembangan retakan yang terjadi pada sawah, apabila retakan terus berkembang dan semakin dekat dengan pemukiman, diharapkan segera mengungsi ketempat yang lebih aman.
  • Tidak membangun pemukiman di atas, pada, dan di bawah lereng dengan kemiringan sedang hingga terjal.
  • Bangunan konstruksi ringan seperti rumah panggung cocok di daerah ini yang merupakan daerah rentan gerakan tanah jenis rayapan, karena jika daerah tersebut dibangun dengan konstruksi tembok/permanen dan lantai keramik, maka jika terjadi gerakan tanah jenis rayapan akan terjadi retakan pada dinding dan lantai, berisiko roboh.
  • Agar masyarakat yang tinggal dan beraktifitas di sekitar daerah bencana lebih waspada, terutama saat maupun setelah hujan deras yang berlangsung lama, karena daerah tersebut masih berpotensi untuk terjadinya longsor.

 

d.) Desa Jelok :

 Dusun Cibatur RT 01/ RW 06 : Gerakan tanah yang terjadi di Dusun Cibatur RT 01/ RW 06 adalah gerakan tanah lama yang aktif kembali, untuk itu di rekomendasikan sebagai berikut :

  • 6 (enam) rumah yang berada diatas tebing sungai dan 1 (satu) rumah yang terdapat alat LEWS tidak layak huni dan harus direlokasi ke tempat yang lebih aman.
  • Pemukiman yang harus direlokasi ini diutamakan untuk pemukiman yang sudah mengalami retakan cukup besar, dan memiliki ancaman cukup besar. Penentuan lahan relokasi hendaknya dilakukan dengan kajian teknis terlebih dahulu, sehingga aman dari ancaman gerakan tanah.
  • 11 rumah dan 1 (satu) mushola yang terancam pada bagian bawah sebanyak 6 (enam) rumah dan 1 (satu) mushola, serta 4 (empat) rumah yang berada di bagian selatan masih layak huni, tetapi masyarakat harus selalu waspada terutama pada saat dan setelah hujan lebat berlangsung lama.
  • Masyarakat diharapkan terus memantau intensitas perkembangan retakan yang terjadi, apabila retakan terus berkembang diharapkan segera mengungsi ketempat yang lebih aman.
  • Bangunan konstruksi ringan seperti rumah panggung cocok di daerah ini yang merupakan daerah rentan gerakan tanah jenis rayapan.
  • Jika daerah tersebut dibangun dengan konstruksi tembok/permanen dan lantai keramik, maka jika terjadi gerakan tanah jenis rayapan akan terjadi retakan pada dinding dan lantai, beresiko roboh.
  • Mempertahankan tanaman dengan ciri berakar kuat dan dalam, guna memperlambat gerakan tanah jenis rayapan.
  • Mengatur aliran air permukaan/drainase agar air tidak meresap ke bawah permukaan yang dapat mempercepat terjadi gerakan tanah.
  • Segera menutup retakan dan memadatkannya dengan tanah lempung untuk menghindari peresapan air secara cepat ke dalam tanah.
  • Mengarahkan aliran air permukaan menjauh dari retakan pada permukaan tanah. Apabila terjadi perkembangan retakan yang cepat, segera mengungsi dan menjauhi daerah yang mengalami gerakan tanah.
  • Tidak membangun pemukiman di atas, pada, dan di bawah lereng dengan kemiringan sedang hingga terjal.
  • Pada jalur jalan yang rentan terjadi retakan dan amblasan, untuk menanggulanginya: dengan cara membuat saluran yang ditembok (kedap air) di kanan dan kiri badan jalan.

 

Dusun Gambasan RT 01/ RW 04 :

Gerakan tanah yang terjadi pada tebing diatas badan jalan ini direkomendasikan sebagai berikut :

  • Material yang berada pada bagian lereng masih banyak sehingga masih berpotensi terjadi longsoran susulan, sehingga masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan terutama pada saat dan setelah  turun hujan lebat dan sebaiknya mengungsi jika hujan lebat.
  • Material longsoran agar segera dibersihkan. Dalam membersihkan material longsoran sebaiknya jangan pada saat hujan atau setelah hujan.
  • Perbaikan saluran drainase untuk memperlancar aliran air permukaan.
  • Dibuat tembok penahan tebing di bagian atas dan bawah lereng dengan pondasi harus dalam sampai batuan dasar yang stabil.
  • Agar masyarakat yang tinggal dan beraktifitas di sekitar daerah bencana lebih waspada, terutama saat maupun setelah hujan deras yang berlangsung lama, karena daerah tersebut masih berpotensi untuk terjadinya longsor.

 

 

LAMPIRAN

Purworejo 1 (221217)

Gambar 1, Peta Lokasi Pemeriksaan Gerakan Tanah

 

Purworejo 2 (221217)

Gambar 2. Peta Geologi Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah.

 

Purworejo 3 (221217)

Gambar 3. Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Desa Donorejo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo

 

Purworejo 4 (221217)

Gambar 4 . Peta Prakiraan Wilayah Terjadi Gerakan Tanah di Kabupaten Purworejo Bulan November 2017

 

Purworejo 5 (221217)

Gambar 5 . Peta Prakiraan Wilayah Terjadi Gerakan Tanah di Kabupaten Purworejo Bulan Desember 2017

 

Tabel 1. Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah Bulan November 2017 di Kabupaten Purworejo.

Purworejo 6 (221217)

 

Tabel 2. Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah Bulan Desember 2017 di Kabupaten Purworejo.

Purworejo 7 (221217)

 

Purworejo 8 (221217)

Gambar 6. Peta Situasi Gerakan Tanah di Desa Donorejo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo

 

Purworejo 9 (221217)

Gambar 7. Penampang Gerakan Tanah di Dusun Denansri, Desa Donorejo, Kecamatan kaligesing, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah.

 

Purworejo 10 (221217)

Gambar 8. Penampang Gerakan Tanah di Dusun Jogowono, Desa Donorejo, Kecamatan kaligesing, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah.

 

Purworejo 11 (221217)

Gambar 9. Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Desa Tlogoguwo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo.

 

Purworejo 12 (221217)

Gambar 10. Peta Situasi Gerakan Tanah di Desa Tlogoguwo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo.

 

Purworejo 13 (221217)

Gambar 11. Penampang Gerakan Tanah di Dusun Sumoroto, Desa Tlogoguwo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah.

 

Purworejo 14 (221217)

Gambar 12. Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Desa Pandanrejo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo.

 

Purworejo 15 (221217)

Gambar 13. Peta Situasi Gerakan Tanah Desa Pandanrejo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo.

 

Purworejo 16 (221217)

Gambar 14. Penampang Gerakan Tanah di Dusun Klepu, Desa Pandanrejo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah.

 

Purworejo 17 (221217)

Gambar 15. Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Desa Tawangsari, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah.

 

Purworejo 18 (221217)

Gambar 15. Peta Situasi Gerakan Tanah Desa Tawangsari, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah.

 

Purworejo 19 (221217)

Gambar 16 Penampang Gerakan Tanah Desa Tawangsari, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah

 

Purworejo 20 (221217)

Purworejo 22 (221217)

Gambar 18. Penampang Gerakan Tanah Desa Jelok, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah.

 

Purworejo 23 (221217)

Foto 1. Kondisi Jalan di Dusun Denansri, Desa Donorejo, Kecamatan Kaligesing bergeser 1 – 1,5 meter, memperlihatkan gerakan tanah jenis rayapan yang terjadi di wilayah ini

 

Purworejo 24 (221217)

Foto 2. Kiri memperlihatkan kondisi lantai rumah yang retak-retak akibat gerakan tanah. Kanan adalah mahkota longsoran yang berada dibagian atas lereng, diatas pemukiman Dusun Denansri, Desa Donorejo, Kecamatan Kaligesing.

 

Purworejo 25 (221217)

Foto 3. Gerakan tanah jenis longsoran bahan rombakan yang terjadi di Dusun Jogowono RT 04/ RW 02, gerakan tanah ini mengakibatkan 1 rumah rusak, tanda panah menunjukkan bekas material longsoran yang menimpa ke rumah.

 

Purworejo 26 (221217)

Foto 4. Gerakan tanah di Dusun Jogowono RT 01/ RW 02, Desa Donorejo, Kecamatan Kaligesing. Foto Kiri memperlihatkan kondisi pondasi rumah yang telah hancur akibat gerakan tanah. Kanan adalah mahkota longsoran yang ada di bagian atas lereng/pemukiman bergeser 2 meter.

 

Purworejo 27 (221217)

Foto 5. Kiri rumah rusak di Dusun Somoroto RT 04/ RW 05, Desa Tlogoguwo, Kec. Kaligesing. Foto kanan adalah jalan desa yang menghubungkan Desa Tlogoguwo dengan Desa Purbowono ambes karena gerakan tanah.

 

Purworejo 28 (221217)

Foto 6. Jalan yang tertimbun material longsoran di Dusun Klepu RT 03/ RW 02, Desa Pandan Rejo, Kecamatan Kaligesing. Karena jarak tebing dengan jalan dan rumah sangat dekat, sebaiknya tebing yang longsor sebaiknya dibuat terrasering/ sengkedan.

 

Purworejo 29 (221217)

Foto 7. Rumah hancur di Dusun Cibatur RT 01/ RW 06, Desa Jelok, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo. Rumah ini berada tepat diatas Kali Kerso.

 

Purworejo 30 (221217)

Foto 8. Retakan dijumpai didekat mahkota longsoran lama di Dusun Cibatur RT 01/ RW 06, Desa Jelok. Pada Tahun 2015 gerakan tanah dilokasi ini sampai menimbun rumah.

 

Purworejo 31 (221217)

Foto 9. Sosialisasi tentang kondisi gerakan tanah yang dilakukan kepada masyarakat yang tinggal di Dusun Cibatur RT 01/ RW 06, Desa Jelok, Aparat Desa dan Tentara.

 

Purworejo 32 (221217)

Foto 10. Longsoran bahan rombakan yang terjadi di Dusun Gambasan RT 01/ RW 04, Desa Jelok. Gerakan tanah ini menimbun jalan dan mengancam 3 rumah.