Laporan Sementara Pemeriksaan Gerakan Tanah Di Desa Pasirpanjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah

Laporan sementara bencana gerakan tanah di Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah, pada hari Kamis, 22 Februari 2018 sampai dengan 25 Februari 2018  sebagai berikut :

1. Lokasi dan waktu kejadian :

Gerakan tanah terjadi di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Gerakan tanah ini terjadi pada hari Kamis, 22 Februari 2018 sekitar pukul 08.00 WIB . Gerakan tanah terjadi  saat tidak turun hujan. Hujan lebat dan lama  turun hujan sehari sebelum terjadi gerakan tanah.

 

2. Jenis bencana :

Bencana gerakan tanah yang berkembang menjadi aliran bahan rombakan.

 

3. Dampak gerakan tanah :

Data korban sampai dengan 25 Februari 2018 (sumber : Posko Longsor Salem, Kab. Brebes) :

  • 11 (sebelas) orang meninggal.
  • 7 orang masih dalam pencarian.
  • 4 (empat) orang dalam perawatan.
  • Badan jalan provinsi sdepanajang 507 meter putus dan sebuah jembatan putus terlanda material longsoran.
  • Jalan desa 225 meter dan sebuah jembatan terlanda material longsoran.
  • 8.5 hektar sawah terlanda material loongsoran.

 

4. Situasi daerah gerakan tanah :

  • Secara umum topografi di sekitar lokasi gerakan tanah berupa perbukitan dengan kemiringan lereng agak curam sampai curam.
  • Berdasarkan Peta Geologi Lembar Majenang, Jawa (Kastowo, 1975), daerah bencana disusun oleh batuan dari Formasi Tapak yang terdiri dari batupasir kasar kehijauan yang ke arah atas berangsur-angsur berubah menjadi batupasir kehijauan dengan beberapa sisipan napal pasiran berwarna abu-abu sampai kekuningan (Tpt).
  • Hasil pengamatan lapangan tanah penutup berupa lempung pasiran berwarna coklat terang sampai kemerahan dengan ketebalan lebih dari 5 meter. Tanah pelapukan berada di atas lapisan napal berwarna abu-abu tua.
  • Lahan di lokasi mahkota gerakan tanah berupa perkebunan pinus dengan kerapatan pohon yang baik. Lahan pada areal landaan material longsoran dimanfaatkan sebagai kebun pinus dan sawah. Permukiman berkembang di sekitar pedataran dan lembah.
  • Berdasarkan Peta Prakiraan Potensi Terjadi Gerakan Tanah pada Bulan Februari 2018 di Kabupaten Brebes, daerah bencana terletak pada zona potensi terjadi gerakan tanah tinggi, artinya pada zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.
  • Kondisi gerakan tanah: Mahkota longsoran berada pada koordinat 108°47'19.68" BT ; 7° 7' 6.5856" LS dengan lebar 130 meter. Lebar bidang longsor 140 meter, panjang bidang longsor 240 meter. Ketinggian lereng yang bergerak 108 m, panjang 240 meter sampai tekuk lereng dengan kemiringan antara 35° pada bagian bawah lereng sampai lebih dari 45°pada bagian atas. Arah umum gerakan tanah      N 120° E dengan arah luncuran relatif tenggara. Landaan material mencapai 2,3 km dari mahkota longsor dengan luas total landaan 23,6 hektar meliputi aliran sungai, kebun pinus,  jalan, dan areal persawahan. Areal persawahan yang terlanda seluas 8,5 hektar. Jalan provinsi  yang putus sepanjang 507 meter dan satu jembatan hilang. Jalan desa yang terlanda sepanjang 225 meter dan satu jembatan.
  • Potensi gerakan tanah susulan, Dijumpai retakan dan nendatan pada badan jalan di Bukit Lio Desa Pasirpanjang di bagian timur mahkota longsoran 22 Februari 2018 dengan jarak mendatar 800 meter. Retakan dan nendatan pada badan jalan dengan lebar antara 5 - 50 cm, tinggi antara 15 cm sampai dengan 1,25 meter dengan arah  geraka relatif ke timur. Retakan ini masih aktif dan berkembang serta berpotensi menjadi longsoran yang berkembang menjadi aliran bahan rombakan. Jika hal ini terjadi dapat mengancam perkampungan Jojogan yang berada di bagian bawah (tenggara) retakan dan nendatan tersebut dan daerah yang saat ini sudah terlanda material longsoran. Selain retakan pada padan jalan, dijumpai juga retakan di sekitar mahkota longsoran. Retakan berkembang pada kedua sayap mahkota dengan lebar antara 1 - 5 cm dan tidak dijumpai di bagian atas mahkota.

 

5. Faktor penyebab terjadinya tanah longsor diperkirakan karena :

  • Kondisi geologi: tanah pelapukan lempung pasiran bersifat porous berwarna coklat terang dengan ketebalan lebih dari 5 m, batuan dasar napal berwarna abu-abu tua yang kedap air.
  • Morfologi: kemiringan lereng yang sangat terjal dan terdapatnya aliran sungai pada bagian bawah lereng.
  • Pemicu : Curah hujan yang tinggi sebelum kejadian gerakan tanah (longsor)

 

6. MEKANISME GERAKAN TANAH

Gerakan tanah dikontrol oleh interaksi kondisi geologi dengan sifat tanah pelapukan yang porous, batuan dasar yang kedap air, kemiringan lereng yang terjal, dan dipicu oleh curah hujan yang tinggi.

Hujan dengan intensitas  tinggi mengakibatkan peresapan air pada tanah pelapukan yang  porous sehingga tanah jenuh dan mengalami peningkatan bobot massa tanah. Penjenuhan dan pelunakan tanah  pada bagian kaki lereng mengakibatkan bagian bawah lereng mengalami penurunan kekuatan penahannya. Karena pembebanan yang terus meningkat seiring curah hujan yang tinggi dan bagian bawah lereng yang telah lemah,  serta akumulasi air pada kontak batuan mengakibatkan tanah bergerak ke luar lereng dengan bidang gelincir pada kontak batuan ini . Gerakan tanah dimulai dari kaki lereng sehingga bagian atasnya tertarik.

 

LAMPIRAN

Salem 1 (260218)

Gambar 1. Peta lokasi gerakan tanah di Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah

 

Salem 2 (260218)

Gambar 2. Peta geologi Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah

 

Salem 3 (260218)

Gambar 3. Peta prakiraan wilayah terjadinya gerakan tanah pada bulan Februari 2018, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah

 

POTENSI GERAKAN TANAH

DI KABUPATEN BREBES

PROVINSI JAWA TENGAH

 BULAN FEBRUARI 2018

Salem 4 (260218)

Keterangan :

Salem 5 (260218)

 

Salem 6 (260218)

Gambar 4. Peta situasi gerakan tanahdi Desa Pasirpanjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah

 

Salem 7 (260218)

Gambar 5. Penampang gerakan tanah pada badan jalan di Bukit Lio Desa Pasirpanjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah

 

Salem 8 (260218)

Gambar 6. Penampang gerakan tanah di Desa Pasirpanjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah 

 

Salem 9 (260218)

Gambar 7. Penampang gerakan tanah di Desa Pasirpanjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah

 

Salem 10 (260218)

Foto 1. Material longsoran melanda badan jalan, kebun Pinus, dan persawahan. Material bahan rombakan dominan tanah (Kanan bawah).

 

Salem 11 (260218)

Foto 2. Persiapan tim PV<BG, Badan Geologi dan Tim Perhutani menuju lokasi mahkota longsoran.

 

Salem 12 (260218)

Foto 3. Mahkota longsoran hasil pengambilan gambar menggunakan drone (kiri), Kanan mahkota longsoran dan alur aliran bahan rombakan

 

Salem 13 (260218)

Foto 4. Retakan-retakan pada badan jalan dan berpotensi menjadi longsoran yang berkembang menjadi aliran bahan rombakan