Laporan Singkat Pemeriksaan Gerakan Tanah Di Kp. Puncak, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat

Laporan hasil pemeriksaan lapangan Bencana Gerakan Tanah di Kp. Puncak Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, kondisi gerakan tanah adalah sebagai berikut:

1. Lokasi dan Waktu Kejadian Gerakan Tanah:

Gerakan tanah terjadi pada jalur Jalan Puncak Pass di Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Secara geografis lokasi gerakan tanah terletak pada 6° 42' 27,9"S dan 106° 59' 38.31"E. Gerakan tanah ini terjadi pada hari Rabu, 28 Maret 2018 sekitar pukul 20.15 WIB setelah turun hujan lebat dan lama sehari sebelumnya. Gerakan tanah di lokasi ini sudah terjadi sejak bulan Februari 2018. Gerakan tanah juga terjadi pada lahan yang berdekatan dengan pemukiman di Kp. Puncak Gang Cangkuang RT 06 RW 01 pada koordinat 6° 42' 21.45"S dan 106° 59' 44"E (Gambar 1).

2. Kondisi daerah bencana :

  •  Morfologi

Morfologi di daerah bencana secara umum merupakan perbukitan bergelombang dengan kemiringan lereng sangat curam. Gerakan tanah terjadi pada lereng dengan kemiringan 60o, sementara pada lereng bagian bawah kemiringan berkisar antara 10° - 20°. Ketinggian lokasi gerakan tanah antara 1450-1500 meter di atas permukaan laut.

  • Geologi

Berdasarkan pengamatan lapangan, pada bagian bawah dijumpai breksi dengan fragmen batuan beku, masa dasar berupa pasir lempungan kondisi lapuk, pada bagian atas tanah pelapukan berupa pasir lempungan berwarna coklat sampai coklat kemerahan dengan ketebalan 1,5 - 4 meter, kontak langsung dengan breksi di bawahnya sebagai bidang gelincir.
Berdasarkan Peta Geologi Lembar Bogor, Jawa (A.C. Effendi, dkk., 1998), daerah bencana tersusun oleh Breksi dan Lava Gunung Kencana dan Gunung Limo (Qvk) yang berumur Kuarter, terdiri dari: bongkahan andesit dan breksi andesit dengan banyak sekali fenokris piroksen dan lava basal (Gambar 2).

  • Keairan

Kondisi air permukaan di daerah bencana melimpah dan dijumpai mata air pada bagian kaki lereng di dalam lingkungan Hotel Puncak Pass. Sistem pengaliran air permukaan di sekitar tubuh longsoran tidak tertata dengan baik (Foto .1).

  • Tata guna lahan

Lahan di lokasi gerakan tanah pada bagian atas lereng yang longsor merupakan jalan raya Provinsi, sedangkan di bagian bawah dimanfaatkan menjadi lahan perhotelan. Pada punggungan di atas jalan raya terdapat bangunan kios dan tegalan. Permukiman padat berada di tenggara lokasi gerakan tanah yang letaknya berada pada lembah.

  • Kerentanan gerakan tanah

Berdasarkan Peta Potensi Terjadi Gerakan Tanah Kabupaten Cianjur bulan Maret 2018 (PVMBG-Badan Geologi), Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur termasuk zona potensi terjadi gerakan tanah menengah - tinggi artinya di daerah ini mempunyai potensi terjadi gerakan tanah menengah sampai tinggi. Pada daerah ini sering terjadi gerakan tanah, sedangkan gerakan tanah lama dan gerakan tanah baru masih aktif bergerak akibat curah hujan yang tinggi, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir dan erosi yang kuat dan berpotensi terjadi banjir bandang/aliran bahan rombakan (Gambar 3).

 3. Situasi dan Dampak Bencana

Gerakan tanah yang terjadi di sekitar kawasan Hotel Puncak Pass dan jalan raya Cianjur – Bogor adalah longsoran bahan rombakan.

Tubuh longsoran menyempit ke arah bawah dengan lebar mahkota 59,44 m, lebar tubuh longsoran 49,8 m serta panjang 25 m dengan arah N 182 °E. Panjang landaan dari sumber longsoran sampai ujung material bahan rombakan adalah 101,2 m. Kemiringan lereng yang bergerak 60° (Foto 2).

Selain longsoran, terjadi juga retakan pada lahan dekat bangunan Hotel Puncak Pass. Panjang retakan antara 5 m s.d 20 m dengan lebar antara 15 cm s.d 28 cm, kedalaman nendatan 20 cm s.d 44 cm. Retakan juga terjadi pada bangunan PSB (bagian timur laut hotel) yang terseret retakan dengan lebar antara 2 s.d 4 cm (Foto 3). Di dekat permukiman terjadi juga gerakan tanah berupa rayapan.

Dampak gerakan tanah:

  • Badan Jalan Raya Cianjur – Bogor amblas sepanjang 60 m (Foto 2).
  • Bangunan hotel di sisi timur, yang terdiri dari kamar dan mushola rusak berat terseret bahan rombakan (Foto 5).
  • Sebuah bungalow hancur terlanda bahan rombakan.
  • Bangunan house keeping terlanda bahan rombakan (Foto 5).
  • Ujung bangunan utama hotel di sisi timur retak dan retakan tanah berpotensi berkembang di atas bangunan hotel tersebut (Foto 3).
  • Kekhawatiran masyarakat akan terjadinya aliran bahan rombakan ke arah pemukiman yang berada di tenggara jika rayapan terus berkembang (Foto 6).

Hasil identifikasi lapangan memperlihatkan masih terdapatnya potensi gerakan tanah susulan, berupa:

  • Bronjong di sebelah timur yang belum bergerak dan sudah tertarik berpotensi meluncur jika terjadi hujan lebat dan lama atau ada gangguan di bagian bawahnya (Foto 6).
  • Tumpukan bahan rombakan yang berpotensi mengalir ke arah selatan jika dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi dan lama (Foto 6).
  • Longsor susulan dari sisi timur tubuh longsoran jika terjadi luapan air permukaan.
  • Aliran bahan rombakan di dekat pemukiman jika terjadi perkembangan longsoran Foto 6).

 4. Faktor Penyebab Terjadinya Gerakan Tanah :

Faktor penyebab gerakan tanah adalah interaksi kondisi geologi yang secara umum antara lain adalah:

  • Kemiringan lereng yang sangat terjal (>45).
  • Tanah pelapukan yang tebal dan porous.
  • Bidang lemah berupa kontak antara tanah pelapukan dan bagian bawahnya yang kedap air sebagai bidang gelincir.
  • Sistem drainase yang tidak tertata dengan baik, sehingga aliran air permukaan mengarah ke lokasi longsoran yang sebelumnya terjadi pada bulan Februari 2018 serta menggerus permukaan tanah.
  • Curah hujan yang tinggi menjadi pemicu gerakan tanah.

 5. Mekanisme Terjadinya Gerakan Tanah :

 Gerakan tanah dikontrol oleh interaksi kondisi geologi dengan tanah pelapukan yang tebal dan porous, batuan dasar yang kedap air,kemiringan lereng yang terjal, dan dipicu oleh curah hujan yang tinggi.

Hujan dengan intensitas tinggi dan sistem drainase yang tidak tertata dengan baik sehingga air mengalir ke longsoran yang telah terjadi sejak bulan Februari 2018. Dampaknya mengakibatkan peresapan air pada tanah pelapukan yang porous sehingga tanah jenuh dan mengalami peningkatan bobot massa tanah, tekanan pori, serta berkurangnya daya ikat tanah. Pembebanan yang terus meningkat seiring curah hujan yang tinggi mengakibatkan terjadinya gerakan tanah serta akumulasi air bidang antara tanah pelapukan dengan bagian bawahnya yang lebih kedap sebagai bidang gelincir.

 6. Rekomendasi Teknis

Mengingat curah hujan yang diperkirakan masih tinggi, tumpukan material, dan puing bronjong yang masih berpotensi bergerak, untuk menghindari kerusakan yang lebih besar dan jatuhnya korban jiwa, direkomendasikan:

  • Selalu meningkatkan kewaspadaan bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar longsor dan area landaannya terutama pada saat dan setelah terjadi hujan deras yang berlangsung lama.
  • Segera membersihkan material longsoran dan mengalirkan genangan air pada bagian atas material longsoran. Aktivitas ini agar dilakukan dengan selalu memperhatikan kondisi cuaca dan faktor keselamatan.
  • Tidak beraktivitas di sekitar lokasi gerakan tanah dan dekat dengan alur lembah yang berpotensi menjadi jalan mengalirnya material longsoran serta tebing yang curam pada saat atau setelah turun hujan dengan intensitas tinggi.
  • Pengendalian air serta penataan saluran drainase di kanan kiri badan jalan, langsung dialirkan melalui saluran kedap air, menghindari genangan air pada daerah datar, serta menjauh dari lokasi gerakan tanah.
  • Membuat perkuatan pada lereng di bawah jalan dengan tiang pancang yang kuat dan menembus batuan dasar sesuai dengan kaidah geologi teknik dan kestabilan lereng.
  • Membuat pelebaran jalan ke arah lereng bagian atas jalan. Pemotongan lereng hendaknya dilakukan dengan memperhatikan kaidah kestabilan lereng Foto 9).
  • Merelokasi bangunan yang letaknya dekat dengan tebing di daerah bencana.
  • Memasang rambu peringatan rawan longsor pada jalur jalan.
  • Untuk ke depannya agar tidak mendirikan bangunan pada jarak yang terlalu dekat dengan tebing dan alur lembah atau aliran sungai yang berpotensi menjadi jalan mengalirnya material longsoran.
  • Melakukan penataan wilayah yang sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Pemerintah Kabupaten Cianjur.
  • Tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu kestabilan lereng, seperti pemotongan lereng dan,penebangan pohon-pohon besar dengan sembarangan sehingga dapat memicu terjadinya gerakan tanah.
  • Masyarakat yang tinggal dekat dengan lokasi gerakan tanah, agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala awal terjadinya gerakan tanah seperti terjadinya retakan pada permukaan tanah, munculnya rembesan air/mata air baru atau berubahnya warna mata air yang telah ada ( menjadi keruh), serta terasa getaran yang sifatnya lokal. Jika terjadi gejala-gejala tersebut agar segera melaporkan kepada Pemerintah Daerah dan mengungsi sementara sampai ada arahan dari pemerintah setempat.
  • Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah.

 

puncakpass

Gambar 1. Peta petunjuk lokasi gerakan tanah di Kp. Puncak, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kab. Cianjur, Jawa Barat

puncakpass2

Gambar 2. Peta Geologi Regional Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kab. Cianjur, Jawa Barat

 

puncakpass3

Gambar 3. Peta Prakiraan Prakiraan Wilayah Terjadinya Gerakan Tanah Kabupaten Cianjur Bulan Maret 2018

 

puncakpass4

Gambar 4.  Peta situasi gerakan tanah di di Kp. Puncak, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kab. Cianjur, Jawa Barat.

 

puncakpass5

Gambar 5.  Penampang situasi gerakan tanah di di Kawasan Punca Pas, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kab. Cianjur, Jawa Barat.

 

TABEL 1. WILAYAH POTENSI GERAKAN TANAH

KABUPATEN CIANJUR , PROVINSI JAWA BARAT

BULAN MARET 2018

puncakpass6

puncakpass7

 

puncakpass8

Foto 1. Mata air yang ditampung di dalam kolam di dalam kawasan Hotel Puncak Pass (atas).

Sistem drainase terbuka (tidak kedap) tanda panah menunjukkan saluran yang terputus (bawah).

 

puncakpass (2)

Foto 2. Gerakan tanah dengan mahkota pada pada badan jalan dan ujung landaan di kawasan Hotel Puncak Pass. 1. Mahkota, 2.Ujung landaan.

 

 

puncakpass9

Foto 3.  Retakan pada permukaan tanah yang mengancam sisi timur bangunan hotel.

Kanan atas memperlihatkan retakan pada ujung bangunan hotel di sisi timur.

 

puncakpass10

Foto 4. Badan Jalan Raya Cianjur – Bogor amblas sepanjang 60 m

 

puncakpass11

Foto 5. Kotak merah bangunan hotel yang terdiri dari kamar dan mushola rusak berat terseret bahan rombakan.

Tanda panah merah menunjukkan Bangunan house keeping terlanda bahan rombakan.

 

puncakpass12

Foto 6. Memperlihatkan masih terdapatnya potensi gerakan tanah susulan.

 

puncakpass15

Foto 7. Retakan dan rayapan yang berkembang di atas pemukiman.

 

puncakpass14

Foto 8. Koordinasi dan sosialisasi hasil pemeriksaan gerakan tanah dengan Kementerian PUPR,

BPBD Kabupaten Cianjur, dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur.

 

puncakpass15

Foto 9. Lereng di bagian atas jalan yang direkomendasikan untuk pelebaran jalan (tanda panah).

puncakpass16

 

Foto 10. Genangan air pada bagian atas material longsoran (tanda panah).