Peningkatan Tingkat Aktivitas G. Iya Dari Normal (level I) Menjadi Waspada (level Ii) Pada 29 September 2016, Pukul 19.00 Wita

I. PENDAHULUAN
  • Secara administratif, G. Iya termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Gunungapi Iya mempunyai ketinggian lebih kurang 637 m di atas permukaan laut. Secara geografis puncak G. Iya terletak pada koordinat 8.897 Lintang Selatan, dan 121.645 Bujur Timur.
  • Pemantauan secara visual dan instrumental aktivitas vulkanik G. Iya dilakukan dari Pos Pengamatan Gunungapi (Pos PGA) Iya di Jalan Ikan Paus, Kampung Paupanda, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Ende selatan, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur dengan koordinat 8.866 LS dan 121.635 BT.
  • Dalam catatan sejarah, dilaporkan bahwa Kegiatan vulkanik G. Iya dalam masa sejarah tercatat lebih kurang 8 kali peningkatan kegiatan/erupsi sejak 1671. Kegiatan terakhir terjadi pada periode Tahun 1969 pada tanggal 27 Januari, pada pukul 04:00 WITA terjadi letusan tiba-tiba yang disertai awan panas dan suara gemuruh terus menerus, pada pukul 11:00 WITA terlihat semburan api berwarna putih, kuning dan biru disertai lontaran bom, lapili, pasir dan abu, sedangkan asap yang berbentuk bunga kol mencapi tinggi ± 400 m di atas puncak. Berdasarkan catatan sejarah letusan G. Iya yang diketahui, periode istirahat terpendek 1 tahun dan terpanjang 173 tahun, letusan terakhir pada 27 Januari 1969 dan hingga kini, 47 tahun belum meletus lagi, letusan yang terjadi di G. Iya umumnya letusan normal yang terjadi di kawah pusat.
  • Sejak letusan 1969 sampai saat ini Tingkat Aktivitas G. Iya belum pernah mengalami perubahan.
II. PENGAMATAN VISUAL

Hasil pengamatan visual asap dari puncak kawah G. Iya selama tiga bulan terakhir adalah sebagai berikut: 

  • 1 – 31 Juli 2016: umumnya cerah hingga berawan. Angin umumnya tenang hingga sedang dari arah barat laut. Gunungapi umumnya tampak jelas, sesekali tertutup kabut 0-I, saat jelas terkadang teramati asap kawah berwarna putih tipis hingga tebal dengan tinggi kolom asap 50-100 meter di atas puncak G. Iya,dengan tekanan gas lemah.
  • 1 – 31 Agustus 2016: Cuaca di Pos dan sekitarnya pada 1-31 Agustus 2016 umumnya cerah hingga berawan. Angin umumnya tenang hingga sedang dari arah barat laut. Gunungapi umumnya tampak jelas, sesekali tertutup kabut 0-I, saat jelas terkadang teramati asap kawah berwarna putih tipis hingga tebal dengan tinggi kolom asap 50-100 meter di atas puncak G. Iya,dengan tekanan gas lemah. 
  • 129 September 2016: Cuaca di Pos dan sekitarnya pada 1-28 Sept 2016 umumnya cerah hingga berawan. Angin umumnya tenang hingga sedang dari arah barat laut. Gunungapi umumnya tampak jelas, sesekali tertutup kabut 0-I, saat jelas tidak teramati adanya asap kawah, terkadang teramati asap kawah berwarna putih tipis hingga tebal dengan tinggi kolom asap 150 meter di atas puncak G. Iya. Suhu udara maksimum tercatat 24 – 31.50C, kelembaban udara mencapai 72 – 88 % 

III. PENGAMATAN KEGEMPAAN

Pengamatan kegempaan dilakukan di Pos Pengamatan G. Iya dengan menggunakan 2 buah Seismograf PS-2 yang dipasang di lereng Barat dan utara G. Iya. Hasil pengamatan kegempaan G. Iya selama tiga bulan terakhir adalah sebagai berikut (Lampiran I):

  • 1 – 31 Juli 2016: terekam, 4 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 5 kali Gempa Tektonik Lokal (TL), 3 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ).
  • 1 – 31 Agustus 2016: terekam, 8 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 14 kali Gempa Tektonik Lokal (TL), dan 27 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ). 
  • 1 – 28 September 2016: terekam 8 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 5 kali Gempa Tektonik Lokal (TL), dan 31 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ). 
  • 29 September 2016 (00:00 – 18:00 WITA): terekam 17 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA) dan 7 kali Gempa Tektonik Lokal (TL).

Seismogram 24 jam terakhir menunjukkan dengan jelas adanya peningkatan yang cukup signifikan kegempaan G. Iya yang didominasi Gempa Vulkanik Dalam dan Tektonik Lokal (Lampiran 2).

IV. EVALUASI

Secara visual, tidak terlihat adanya perubahan warna, tinggi, dan tekanan asap solfatara G. Iya. Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir ini, warna asap solfatara putih tipis, tinggi sekitar 50-150 meter di atas puncak, dan tekanan gas lemah.

Secara kegempaan, dalam periode 1 Juli - 28 September 2016 kejadian gempa vulkanik G. Iya tergolong normal dengan jumlah Gempa Vulkanik Dangkal (VB) maupun Vulkanik Dalam (VA) masing-masing rata-rata kurang dari 10 kejadian per hari. Namun pada tanggal 29 September 2016 sejak pukul 15.30 WITA hingga pukul 18.00 WITA terekam 17 kali Gempa Vulkanik Dalam dan 7 kali Gempa Tektonik. Jumlah gempa vulkanik tersebut cukup signifikan dan di atas jumlahnya pada kondisi normal.

Mekanisme Gempa Vulkanik Dalam adalah peretakan batuan di dalam tubuh gunungapi yang dapat merupakan implikasi dari presurisasi fluida magmatik dari kedalaman menuju ke permukaan. Sementara itu, Gempa Tektonik Lokal dapat berkaitan dengan aktivitas magma di kedalaman maupun karena aktivitas struktur tektonik di sekitar gunungapi. Secara umum, tipe erupsi G. Iya adalah freato-magmatik. Erupsi tipe ini dapat terjadi jika interaksi antara magma dengan air di bawah permukaan. Manifestasi permukaan yang pernah teramati dalam sejarah letusan G. Iya berupa lontaran material piroklastik dengan ukuran bom, lapilli, hingga abu yang dapat disertai awan panas ke arah bukaan kawah di selatan hingga ke laut. Meskipun ke depan tidak dapat dipastikan akan terjadinya erupsi G. Iya, namun kesiapsiagaan dalam rangka upaya mitigasi bencana letusan G. Iya perlu ditingkatkan.

V. POTENSI BAHAYA

Potensi bahaya yang dapat ditimbulkan oleh erupsi G. Iya dibagi ke dalam tiga tingkatan dari tinggi ke rendah dalam peta Kawasan Rawan Bencana (KRB), yaitu:

  • Dalam Kawasan Rawan Bencana III: sering terlanda awan panas dan kemungkinan aliran lava, serta dalam radius 2 km dari pusat kawah sering terlanda lontaran/guguran batu pijar.
  • Dalam Kawasan Rawan Bencana II: berpotensi terlanda awan panas dan aliran lahar, serta dalam radius 5 km dari pusat kawah berpotensi terlanda hujan abu lebat dan lontaran batu (pijar).
  • Dalam Kawasan Rawan Bencana I: berpotensi terlanda lahar/banjir serta dalam radius 7 km dari pusat kawah berpotensi terlanda hujan abu lebat dan lontaran batu (pijar) berukuran lebih kecil dari 6 cm.
VI. KESIMPULAN
  • Berdasarkan analisis data pengamatan kegempaan, sifat/tipe erupsi G Iya, dan potensi bahayanya maka pada tanggal 29 September 2016 pukul 19:00 WITA Tingkat Aktivitas G. Iya dinaikkan dari Level I (NORMAL) menjadi Level II (WASPADA).  

Jika terjadi peningkatan aktivitas vulkanik G. Iya secara signifikan, maka Tingkat Aktivitasnya akan dinaikkan yang disesuaikan dengan tingkat ancamannya. Sebaliknya, jika peningkatan aktivitas kegempaan tidak berlanjut dan/atau menurun kembali dan stabil, maka Tingkat Aktivitasnya akan dievaluasi untuk diturunkan kembali.

VII. REKOMENDASI

Sehubungan dengan G. Iya dalam Tingkat Aktivitas Level II (Waspada), maka direkomendasikan:

  1. Masyarakat, nelayan, dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dan tidak melakukan aktivitas di seluruh kawasan (darat dan laut) di dalam radius 2 km dari kawah G. Iya.
  2. Jika terjadi letusan, masyarakat disekitar G. Iya yang melakukan aktivitas di sekitar lembah-lembah sungai yang berhulu dari puncak/kawah G. Iya diharapkan agar selalu waspada untuk menghindari potensi bahaya aliran lahar terutama pada musim hujan.
  3. Masyarakat disekitar G. Iya diharap tetap tenang, tetap waspada, tidak tepancing isu-isu yang berkaitan dengan erupsi G. Iya yang tidak jelas sumbernya.
  4. Masyarakat agar senantiasa mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur yang terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengenai perkembangan aktivitas G. Iya.
  5. Pemerintah Daerah agar senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Iya di Jalan Ikan Paus, Kampung Paupanda, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur dan/atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.

 

LAMPIRAN 1

Grafik Gempa Harian G. Iya

Pada Tanggal 1 Juli  – 29 September 2016 Pukul 18.00 WITA

 

a_iya1

 

a_iya2

 

a_iya3

 

a_iya4

 

LAMPIRAN 2

Seismogram Stasiun Seismik Pemantau G. Iya (IYA2)

 

a_iya5

LAMPIRAN 3

Peta Kawasan Rawan Bencana G. Iya

 

a_iya6