Penurunan Status Gunung Awu

Hasil evaluasi tingkat aktivitas Gunungapi Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, hingga tanggal 30 Oktober 2016, sebagai berikut:

I. PENDAHULUAN

  1. G. Awu merupakan gunungapi strato yang secara administratif berada di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara dan secara geografis terletak pada 3.67o Lintang Utara dan 125.5o Bujur Timur. Puncak tertinggi G. Awu berada pada ketinggian 1320 m di atas permukaan laut.
  2. G. Awu diamati secara menerus melalui Pos Pengamatan Gunungapi Awu yang berada di Jl. Radar Kp. 116 Tahuna, Kepulauan Sangihe. Pengamatan G. Awu dilakukan secara visual maupun instrumental (4 stasiun Seismik).
  3. Ditinjau dari sejarah, G. Awu tercatat telah mengalami 18 kali letusan dengan interval antar letusan berkisar 1-101 tahun. Umumnya, erupsi G. Awu memiliki eksplosivitas relatif tinggi (VEI maksimum: IV dan VEI rata-rata: II). Karakteristik erupsi G. Awu adalah magmatik eksplosif, efusif dan freatik. G. Awu juga tercatat sebagai gunungapi di busur magmatik Sangihe-Sulawesi Utara yang letusannya paling banyak mengakibatkan korban jiwa (5301 orang).
  4. Dinamika aktivitas G. Awu berimplikasi pada evolusi manifestasi permukaannya di antaranya dari Kawah Danau hingga pertumbuhan Kubah Lava. Sejak erupsi terakhir yang terjadi pada tahun 2004 hingga sekarang, G. Awu belum lagi mengalami erupsi. Erupsi tersebut menyisakan Kubah Lava yang tumbuh di dalam kawahnya.
  5. Pada bulan November 2015, rekaman data instrumental PVMBG merekam peningkatan signifikan aktivitas kegempaan vulkanik dangkal G. Awu sehingga pada 24 November 2015 tingkat aktivitas G. Awu dinaikkan dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada). Berdasar pada peningkatan kegempaan yang sangat signifikan maka pada tanggal 12 Mei 2016 Pukul 12:00 WITA, tingkat aktivitas G. Awu dinaikkan menjadi Level III (Siaga). Perkembangan aktivitas G. Awu tampak menunjukan penurunan maka pada 14 Juni 2016 pukul 12:00 WITA tingkat aktivitas G. Awu diturunkan menjadi Level II (Waspada).

 

II. HASIL PEMANTAUAN

2.1 VISUAL 

Visual G. Awu dalam periode 1 – 30 Oktober 2016 adalah sebagai berikut. Cuaca umumnya cerah hingga berawan disertai hujan. Suhu udara berkisar antara 24 – 300 C, Kelembaban 70 – 86%, Curah hujan selama Oktober 2016 sebanyak 416,2 mm. Angin bertiup lemah hingga sedang umumnya dari arah timur. Hembusan asap kawah beberapa kali teramati putih tipis dengan tinggi sekitar 20 – 25 meter di atas bibir kawah. 

2.2. KEGEMPAAN

Aktivitas kegempaan dalam periode 1 – 30 Oktober 2016 dapat diuraikan sebagai berikut:

  • Tanggal 1 – 5 Oktober 2016, terekam 129 kali gempa Tektonik Jauh (TJ), 2 kali gempa Tektonik Lokal (TL), 5 kali gempa Vulkanik Dalam (VA) dan 12 kali gempa Vulkanik Dangkal (VB).
  • Tanggal 6 – 10 Oktober 2016, terekam 121 kali gempa Tektonik Jauh (TJ), 2 kali gempa Tektonik Lokal (TL), dan 8 kali gempa Vulkanik Dangkal (VB), serta 1 kali gempa Terasa pada skala MMI - II.
  • Tanggal 11 – 15 Oktober 2016, terekam 117 kali gempa Tektonik Jauh (TJ), 1 kali gempa Tektonik Lokal (TL), 1 kali gempa Vulkanik Dalam (VA) dan 11 kali gempa Vulkanik Dangkal (VB).
  • Tanggal 16 – 20 Oktober 2016, terekam 73 kali gempa Tektonik Jauh (TJ), 2 kali gempa Tektonik Lokal (TL), 1 kali gempa Vulkanik Dalam (VA) dan 10 kali gempa Vulkanik Dangkal (VB).
  • Tanggal 21 – 25 Oktober 2016, terekam 105 kali gempa Tektonik Jauh (TJ), 3 kali gempa Vulkanik Dalam (VA) dan 6 kali gempa Vulkanik Dangkal (VB).
  • Tanggal 26 – 30 Oktober2016, terekam 89 kali gempa Tektonik Jauh (TJ), 3 kali gempa Tektonik Lokal (TL), 7 kali gempa Vulkanik Dalam (VA) dan 5 kali gempa Vulkanik Dangkal (VB).

Grafik jumlah gempa selengkapnya selama periode 1 Januari 2015 hingga 30 Oktober 2016 dapat dilihat pada Lampiran 1.

 

III. EVALUASI

  • Secara visual, G. Awu umumnya tertutup kabut, saat terlihat jelas, dari Pos Pengamatan Gunungapi teramati adanya asap solfatara G. Awu setinggi 25 m.
  • Hasil pemantauan secara kegempaan G. Awu pada periode Oktober 2016 menunjukkan bahwa kegempaan mengalami fluktuasi, namun dengan kecenderungan menurun. Penurunan jumlah gempa Vulkanik baik Dalam maupun Dangkal mulai teramati dengan jelas sejak tanggal 1 Oktober 2016. Jumlah maksimum rekaman gempa Vulkanik Dalam (VA) sebanyak 3 kejadian per hari dan gempa Vulkanik Dangkal (VB) sebanyak 8 kejadian per hari, dan jumlah seperti ini termasuk normal. Penurunan aktivitas kegempaan Vulkanik Dalam maupun Dangkal di G. Awu mengindikasikan adanya penurunan suplai fluida magmatik ke permukaan.
  • Hasil perhitungan Amplituda Seismik (RSAM) menunjukkan pola yang fluktuatif, hal ini tidak terlepas dari pengaruh kejadian gempa Tektonik yang tinggi. Namun demikian, gempa Vulkanik menunjukan pola penurunan yang mengindikasikan bahwa dinamika vulkanik G. Awu telah kembali normal, hal ini juga diperkuat oleh data energi kesetaraan gempa vulkanik. Peningkatan teramati secara jelas pada 10 Mei 2016 dan hal ini hanya berlangsung hingga 14 Mei 2016, energi kesetaraan sejak 16 September 2016 hingga sekarang polanya mendatar dan tidak menunjukan adanya percepatan energi magmatik menuju ke permukaan.

 

IV. POTENSI BAHAYA

Potensi ancaman bahaya letusan G. Awu tertuang dalam Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) yang dapat terjadi dapat diuraikan sebagai berikut:

  • Karakter erupsi G. Awu bersifat freatomagmatik-magmatik, yaitu erupsi yang dapat disertai dengan semburan uap, lumpur, gas, dan abu vulkanik gunungapi serta lontaran material pijar/piroklastik. Setelah erupsi terakhirnya pada tahun 2004, manifestasi permukaan yang teramati di G. Awu sampai saat ini dicirikan dengan munculnya Kubah Lava di tengah-tengah Kawah Danau G. Awu dan Lapangan Fumarola yang disertai gas-gas CO2, H2S, N2 dan CH4, dimana gas-gas tersebut dapat membahayakan jiwa manusia jika kadarnya tinggi, yaitu berada di atas nilai ambang batas aman.
  • Erupsi G. Awu dapat disertai dengan aliran Awan Panas maupun Guguran Lava yang mengarah ke seluruh sisi gunungapi, utamanya ke sektor Barat, Baratdaya, hingga Utara.
  • Ancaman lahar dingin pada musim hujan, khususnya pada aliran-aliran sungai yang berhulu dari puncak G. Awu. 

Potensi bahaya yang mungkin terjadi dalam kondisi aktivitas G. Awu seperti saat ini (normal) kemungkinan terbatas pada area tembusan gas di sekitar kawah yaitu berupa gas vulkanik beracun yang dapat membahayakan jiwa.

 

V. KESIMPULAN

  • Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi data visual dan instrumental menunjukan penurunan, maka tingkat aktivitas G. Awu kami turunkan dari LEVEL II (Waspada) menjadi LEVEL I (Normal) sejak 31 Oktober 2016 pukul 12:00 WITA.
  • Pemantauan secara intensif maupun evaluasi tingkat aktivitas dan ancaman bahaya erupsi G. Awu terus dilakukan. Jika terjadi perubahan signifikan aktivitas vulkanik G. Awu maka Tingkat Aktivitas maupun rekomendasinya dapat ditinjau kembali dan diubah sesuai dengan tingkat ancamannya.

 

VI. REKOMENDASI

Sehubungan dengan G. Awu berada pada tingkat aktivitas Level I (Normal), maka direkomendasikan:

  1. Masyarakat di sekitar G. Awu dan pengunjung/wisatawan dapat beraktivitas seperti biasanya namun disarankan agar membatasi aktivitas (tidak berlama-lama) dan tidak bermalam di area kawah aktif, tidak mendaki kubah lava serta tidak mendekati lubang tembusan gas yang berada di sekitar area kawah untuk menghindari potensi bahaya yang mungkin terjadi, seperti di antaranya gas beracun.
  2. Masyarakat di sekitar G. Awu diharap tetap tenang dan tidak tepancing isu-isu terkait aktivitas G. Awu yang tidak jelas sumbernya.
  3. Masyarakat agar mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sulawesi Utara maupun Kabupaten Kepulauan Sangihe.
  4. Informasi lebih lanjut mengenai aktivitas G. Awu dapat diperoleh dengan menghubungi kantor Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (022) 7272606 di Bandung, Jawa Barat.

 

 

LAMPIRAN

 

LAMPIRAN 1

 Grafik Gempa Harian G. Awu, Sulawesi Utara, Periode 1 Januari 2015 – 30 Oktober 2016

Awu 1 (041116)

 

LAMPIRAN 2

 Grafik Amplituda Seismik (RSAM) G. Awu, Sulawesi Utara, Periode Oktober 2016

Awu 2 (041116)

Grafik Energi kesetaraan gempa Vulkanik

Awu 3 (041116)

 

LAMPIRAN 3

Peta Kawasan Rawan Bencana G. Awu, Sulawesi Utara

(Peta dalam resolusi tinggi dapat diunduh di link

http://www.vsi.esdm.go.id/galeri/index.php/downloadfullsize/send/423)

Awu 4 (041116)