Laporan Evaluasi Tingkat Aktivitas Gunungapi Bulan Februari 2017

I. PENDAHULUAN

Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik aktif besar dunia, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Indo-Australia. Ketiga lempeng ini bergerak terus menerus sampai saat ini. Proses penunjaman atau subduksi mengakibatkan pelelehan batuan kerak bumi, bagian batuan yang meleleh ini mempunyai berat jenis lebih kecil dengan batuan sekitarnya, bergerak mengapung menuju permukaan, dan kemudian membentuk gunungapi. Proses penunjaman dan pelelehan batuan kerak bercampur batuan mantel bagian demi bagian berjalan secara menerus mengakibatkan terjadinya erupsi secara periodik dari gunung api.

Di Indonesia terbentuk 127 gunung api (13% gunung api di dunia ada di Indonesia).  Gunung api tersebut membentuk busur kepulauan yang membentang dari ujung barat sampai timur, seperti pulau-pulau Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi bagian utara, dan Kepulauan Sangir Talaud. Sebanyak 76 gunung api dinyatakan sangat aktif ditandai pernah erupsi sejak 1600 sampai sekarang disebut sebagai Gunung Api Tipe-A, tiga diantaranya berada di bawah laut (Buana Wuhu/Sangir, Hobalt dan Emperor of China /Flores), hingga saat ini hanya 69 gunungapi dipantau secara menerus melalui 74 pos pengamatan gunungapi, sebagai salah satu mitigasi erupsi gunungapi. Erupsi gunungapi dapat menyebabkan bencana bagi penduduk di sekitarnya, hingga saat ini, tidak kurang dari 5 juta jiwa bermukim dan beraktivitas di sekitar gunungapi aktif, sehingga risiko terjadi bencana erupsi gunungapi di Indonesia sangat besar.

evaluasi tingkat aktivitas gunung api februari 2017 1

Peta penyebaran gunungapi Indonesia

II. TINGKAT AKTIVITAS GUNUNGAPI FEBRUARI 2017

 Dalam Bulan Februari 2017 tercatat ada 1 (satu) gunungapi pada Level IV (AWAS), 15 gunungapi pada Level II (WASPADA) serta 51 gunungapi pada Level I (NORMAL).

 2. 1. TINGKAT AKTIVITAS LEVEL IV (AWAS)

2.1.1. G. Sinabung

G. Sinabung secara administratif terdapat di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, terletak pada koordinat Longitude 98.3920 dan Latitude 3.170 , tinggi puncak 2460 meter di atas permukaan laut,

Visual: Aktivitas gunungapi Sinabung selama Februari 2017 teramati asap kawah putih hingga kelabu tebal tinggi maksimum 500 m, kejadian guguran masih mendominasi, sedangkan erupsi teramati sebanyak 88 kejadian, tinggi kolom erupsi berkisar antara 500 – 5000 meter di atas puncak. Jarak luncur Awan panas guguran/Guguran maksimum 3500 meter ke arah tenggara-timur dan 1000 meter ke arah selatan –tenggara.

Kegempaan: Selama Februari 2017 kegempaan didominasi oleh gempa Guguran dan Low Frequency masing-masing terekam sebanyak 2903 dan 1247 kejadian perbulan, gempa Tektonik Lokal (TL) jumlahnya sangat banyak, hal ini berkaitan dengan terjadinya gempa Terasa di bagian utara-timur dari G. Sinabung berjarak sekitar 7 – 20 km, rincian gempa selengkapnya adalah sebagai berikut:

evaluasi tingkat aktivitas gunung api februari 2017 2

Tingkat Aktivitas : Berdasarkan data visual dan kegempaan selama Februari 2017 tingkat aktivitas G. Sinabung pada Level IV (AWAS). Selama bulan ini tidak tercatat adanya korban harta maupun jiwa.

Rekomendasi:

Masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak, dan dalam jarak 7 km untuk sektor selatan-tenggara, di dalam jarak 6 km untuk sektor tenggara-timur, serta di dalam jarak 4 km untuk sektor utara-timur G. Sinabung. Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di G. Sinabung agar tetap waspada terhadap potensi bahaya lahar.

2.2. TINGKAT AKTIVITAS LEVEL II (WASPADA)

Jumlah gunungapi pada Level II (WASPADA) dalam bulan Februari 2017 sebanyak 15 gunungapi, masih memperlihatkan aktivitas erupsi adalah G. Kerinci di Kabupaten Jambi Provinsi Sumatera Barat, G. Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, G. Semeru di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur dan G. Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, sedangkan gunungapi lainnya belum menunjukan aktivitas peningkatan atau penurunan adalah G. Bromo, G. Rinjani, G. Lokon, G. Soputan, G. Karangetang, G. Gamalama, G. Sangeangapi, G. Rokatenda, G. Ibu, G. Gamkonora, G. dan G. Marapi, dalam bulan Februari 2017 tingkat aktivitasnya masih Level II (WASPADA), tidak ada kejadian bencana yang mengakibatkan korban harta dan jiwa.

2.3. TINGKAT AKTIVITAS LEVEL I (NORMAL)

Jumlah gunungapi dalam Level I (NORMAL) sebanyak 51 gunungapi, selama bulan Februari 2017 belum menunjukan adanya peningkatan aktivitas baik visual maupun kegempaan, gunungapi yang termasuk dalam Level I (NORMAL) adalah seperti yang tercantum dalam tabel dibawah ini:

Tabel gununungapi tingkat aktivitas Level I (NORMAL)

evaluasi tingkat aktivitas gunung api februari 2017 3

Selama bulan Februari 2017 tidak tercatat adanya korban jiwa dari pengunjung dan wisatawan

 2.4.VOLCANO OBSERVATORY NOTICE FOR AVIATION (VONA)

Pengiriman data tinggi kolom erupsi untuk keselamatan penerbangan yang digunakan dalam jalur penerbangan dalam bentuk VONA terkirim sebanyak 83 VONA diantaranya:

G. Sinabung sebanyak 70 VONA

G. Dukono sebanyak 12 VONA

G. Anak Krakatau 1 VONA

 2. KESIMPULAN

  • G. Sinabung pada Tingkat Aktivitas Level IV (AWAS) kondisi visual dan kegempaan masih tinggi, sehingga potensi ancaman bahaya erupsi G. Sinabung masih tinggi khususnya Awan Panas dan Guguran yang umumnya mengarah ke tenggara – timur, erupsi-erupsi masih berlangsung tiap hari. Tidak tercatat adanya korban harta maupun jiwa.
  • Gunungapi pada Tingkat Aktivitas Level II (WASPADA) sebanyak 15 gunungapi secara visual maupun kegempaan masih relatif tinggi, tidak ada kejadian bencana yang mengakibatkan korban harta dan jiwa
  • Gunungapi pada Tingkat Aktivitas Level I (NORMAL) sebanyak 51 gunungapi kondisinya belum menunjukan adanya peningkatan aktivitas, tidak ada kejadian korban dari pengunjung maupun wisatawan