Laporan Evaluasi Tingkat Aktivitas Gunungapi Bulan April 2017

I. PENDAHULUAN

Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik aktif besar dunia, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Indo-Australia. Ketiga lempeng ini bergerak terus menerus. Proses penunjaman atau subduksi mengakibatkan pelelehan batuan kerak bumi, bagian batuan yang meleleh ini mempunyai berat jenis lebih kecil dengan batuan sekitarnya, bergerak mengapung menuju permukaan, dan kemudian membentuk gunungapi. Proses penunjaman dan pelelehan batuan kerak bercampur batuan mantel bagian demi bagian berjalan secara menerus mengakibatkan terjadinya erupsi secara periodik dari gunung api.

Di Indonesia tersebar sebanyak 127 gunung api (13% gunung api di dunia ada di Indonesia).  Gunung api tersebut membentuk busur kepulauan yang membentang dari ujung barat sampai timur, yaitu dari pulau Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi bagian utara, dan Kepulauan Sangir Talaud. Sebanyak 76 gunung api dinyatakan sangat aktif ditandai pernah erupsi sejak 1600 sampai sekarang disebut sebagai Gunungapi Tipe-A, tiga diantaranya berada di bawah laut (Buana Wuhu/Sangir, Hobalt dan Emperor of China /Flores), hingga saat ini hanya 69 gunungapi dipantau secara menerus melalui 74 pos pengamatan gunungapi, sebagai salah satu mitigasi erupsi gunungapi. Erupsi gunungapi dapat menyebabkan bencana bagi penduduk di sekitarnya, hingga saat ini, tidak kurang dari 5 juta jiwa bermukim dan beraktivitas di sekitar gunungapi aktif, sehingga risiko terjadi bencana erupsi gunungapi di Indonesia sangat besar.

April 1 (020517)
Peta penyebaran gunungapi Indonesia
II. TINGKAT AKTIVITAS GUNUNGAPI APRIL 2017

 Dalam Bulan April 2017 tercatat ada 1 (satu) gunungapi pada Level IV (AWAS), 17 gunungapi pada Level II (WASPADA) serta 49 gunungapi pada Level I (NORMAL).

 

2. 1. TINGKAT AKTIVITAS LEVEL IV (AWAS)

2.1.1. G. Sinabung

G. Sinabung secara administratif terdapat di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, terletak pada koordinat Longitude 98.3920 dan Latitude 3.170 , tinggi puncak 2460 meter di atas permukaan laut.

Visual: Aktivitas gunungapi Sinabung selama April 2017 teramati asap kawah utama dengan ketinggian maksimum 1000 meter dari atas puncak, bertekanan lemah hingga sedang dengan warna putih dan intensitas tipis hingga tebal, kejadian guguran masih mendominasi arah luncuran ke tenggara-timur sejauh antara 800 – 3500 meter, sedangkan erupsi teramati sebanyak 104 kejadian, tinggi kolom erupsi berkisar antara 800 – 3500 meter di atas puncak. Jarak luncur Awan panas guguran/Guguran maksimum 2800 meter ke arah selatan –tenggara.

Kegempaan: Selama April 2017 kegempaan didominasi oleh gempa Guguran dan Low Frequency masing-masing terekam sebanyak 2344 dan 976 kejadian perbulan, untuk gempa erupsi terekam selama April 2017 sebanyak 109 kejadian perbulan, rincian gempa selengkapnya adalah sebagai berikut:
April 2 (020517)

Tingkat Aktivitas : Berdasarkan data visual dan kegempaan selama April 2017 tingkat aktivitas G. Sinabung pada Level IV (AWAS). Selama bulan ini tidak tercatat adanya korban harta maupun jiwa. 

Rekomendasi:

Masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak, dan dalam jarak 7 km untuk sektor selatan-tenggara, di dalam jarak 6 km untuk sektor tenggara-timur, serta di dalam jarak 4 km untuk sektor utara-timur G. Sinabung. Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di G. Sinabung agar tetap waspada terhadap potensi bahaya lahar.

Mengingat telah terbentuk bendungan di hulu Sungai Laborus maka penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sekitar hilir daerah aliran sungai Laborus agar tetap menjaga kewaspadaan karena bendungan ini sewaktu-waktu dapat jebol karena tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan lahar/banjir bandang ke hilir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Karo segera melakukan sosialisasi ancaman bencana lahar/banjir bandang ini ke penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sepanjang hilir dan sekitar Sungai Laborus.

  

2.2. TINGKAT AKTIVITAS LEVEL II (WASPADA)

Pada April 2017 ada 2 (dua) gunungapi mengalami peningkatan Tingkat Aktivitas yaitu Gunungapi Dempo di Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan dinaikan Tingkat Aktivitas dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada) pada 5 April 2017 pukul 16:00 WIB dan Gunungapi Banda Api di Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku dinaikan Tingkat Aktivitas dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada) pada 5 April 2017 pukul 14:00 WIT, maka jumlah gunungapi pada Level II (WASPADA) dalam bulan April 2017 sebanyak 17 gunungapi. Gunungapi yang masih memperlihatkan aktivitas erupsi adalah G. Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, G. Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, G. Rinjani di Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat  dan G. Gamalama di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, sedangkan gunungapi lainnya belum menunjukan aktivitas peningkatan atau penurunan adalah G. Kerinci, G. Anak Krakatau, G. Semeru, G. Bromo, G. Rinjani, G. Lokon, G. Soputan, G. Karangetang, G. Sangeangapi, G. Rokatenda, G. Gamkonora, G. dan G. Marapi, dalam bulan April 2017 tingkat aktivitasnya masih Level II (WASPADA), tidak ada kejadian bencana yang mengakibatkan korban harta dan jiwa.

  

2.3. TINGKAT AKTIVITAS LEVEL I (NORMAL)

Selama April 2017 ada 2 gunungapi mengalami peningkatan Tingkat Aktivitas dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada) yaitu G. Dempo dan G. Bandaapi sehingga jumlah gunungapi dalam Level I (NORMAL) menjadi 49 gunungapi. Sebanyak 49 gunungapi pada Level I (NORMAL) belum menunjukan adanya peningkatan aktivitas baik visual maupun kegempaan, namun sewaktu-waktu peningkatan tingkat aktivitas akan terjadi. Gunungapi tingkat aktivitas pada Level I (Normal) adalah seperti yang tercantum dalam tabel dibawah ini:
Tabel 1. Gununungapi tingkat aktivitas Level I (NORMAL)
April 3 (020517)

Selama bulan April 2017 tidak tercatat adanya korban jiwa dari pengunjung dan wisatawan

2.4.VOLCANO OBSERVATORY NOTICE FOR AVIATION (VONA)

Pengiriman data tinggi kolom erupsi untuk keselamatan penerbangan yang digunakan dalam jalur penerbangan dalam bentuk VONA terkirim sebanyak 108 VONA diantaranya:

  • G. Sinabung sebanyak 58 VONA
  • G. Dukono sebanyak 31 VONA
  • G. Ibu sebanyak 17 VONA
  • G. Gamalama sebanyak 1 VONA
  • G. Rinjani sebanyak 1 VONA

  

2. KESIMPULAN
  • G. Sinabung pada Tingkat Aktivitas Level IV (AWAS) kondisi visual dan kegempaan masih tinggi, sehingga potensi ancaman bahaya erupsi G. Sinabung masih tinggi khususnya Awan Panas dan Guguran yang umumnya mengarah ke tenggara – timur, erupsi-erupsi masih berlangsung tiap hari. Tidak tercatat adanya korban harta maupun jiwa.
  • Gunungapi pada Tingkat Aktivitas Level II (WASPADA) sebanyak 17 gunungapi secara visual maupun kegempaan masih relatif tinggi, tidak ada kejadian bencana yang mengakibatkan korban harta dan jiwa.
  • Gunungapi pada Tingkat Aktivitas Level I (NORMAL) sebanyak 49 gunungapi kondisinya belum menunjukan adanya peningkatan aktivitas, tidak ada kejadian korban dari pengunjung maupun wisatawan