G. Banda Api

G. BANDA API, Kepulauan Banda, Maluku pdf_icon_transparent
1



KETERANGAN UMUM   
NAMA LAIN :

"Etna van Indonesia" Menurut Dr.R.D.M Verbeek 1900

Lokasi

GEOGRAFI

: 04º 31' 30" LS dan129º 52' 17" BT
ADMINISTRASI : Kecamatan P. Banda, Kab. Maluku Tengah, Propinsi Maluku
KETINGGIAN : a. + 641 m dari muka air laut
b. + 1150 m dari dasar laut
LUAS PULAU : 7.3446 Km persegi
KOTA TERDEKAT : Ambon Propinsi Maluku, Kabupaten Maluku Tengah, Kecamatan Pulau Banda. l.k. 120 mil laut atau 150 Km dari Kota Ambon
TIPE GUNUNG API : Strato
POS PENGAMATAN : Desa Dwi Warna, kecamatan Banda Neira Propinsi Maluku Geografi : 04º 31' 45,78" LU dan 129º 54' 08,54" BT, ketinggian lk. 8 m dml

 

PENDAHULUAN

Dr.R.D.M.Verbeek seorang ahli Geologi pada (1900). menjuluki G.Banda-api sebagai "Etna van Indonesie" (G.Etna di Itali terkenal dengan letusan-letusan khasnya yaitu semburan bara api susul-menusul seperti pesta kembang api pada malam hari).

Selain keindahan alam, hasil rempah-rempah (pala dan fulinya) sudah menarik perhatian orang Eropah untuk mengarungi samudera luas semenjak Abad ke 16 bahkan sempat mempertahankan kepentingannya di wilayah ini. Sisa-sisa peninggalan kekuasaan mereka dapat kita lihat dari sisa bangunan ataupun benteng-benteng pertahanan yang mereka bangun yaitu Benteng Nassau dan Benteng Belgica di P.Neira.

Pada waktu pembangunan negara R.I. sedang giat dilaksanakan (1987) Kep Banda ini mulai dipromosikan sebagai obyek pariwisata karena keindahan alamnya (terutama tumbuhan dan binatang di dalam laut) begitu pula peninggalan sejarah dan kesenian daerah setempat. Di balik keindahan alam yang menakjubkan itu, masih ada obyek yang tidak kalah penting yakni sebuah kerucut gunungapi aktif (G.Banda Api yang muncul di tengah puing-puing gunungapi yang lebih tua.

Semenjak Th.1856 sampai dengan 1901, sekurang-kurangnya telah terjadi 19 kali masa giat (letusan-letusan) di antaranya dua kali yang mengakibatkan kerusakan lingkungan dan korban jiwa. Sampai akhir Th.1987 gunungapi ini telah menjalani masa tenang selama 86 tahun. Waktu tenang ini cukup berarti untuk pengumpulan energi bagi letusan di kemudian hari yang cukup besar.

Cara Mencapai Puncak  

Dari Jakarta dengan menggunakan pesawat terbang maupun Kapal Laut, langsung menuju Kota Ambon dan G. Banda Api.

Inventarisasi Sumberdaya Gunungapi

Potensi alam ; Berupa tanaman palawija, buah pala, cengkih sebagai rempah-rempah sejak zaman Belanda (VOC), sudah dikenal oleh para pedagang di Eropa maupun Dunia.

Sumber daya alam komplek gunungapi Banda-api terdiri dari bahan galian berupa batu pecah, kerikil dan pasir sebagai bahan bangunan dan batu belah bahan untuk batu tempel dinding, dari aliran lava dan sedikit belerang yang terdapat dari pada sublimasi solfatara dan fumarola dikawahnya.

Wisata

Komplek Gunungapi Banda-api tidak hanya dikenal dengan kesuburan tanahnya, tetapi dikenal juga dengan potensi wisata lautnya, diantaranya panorama alam yang indah dengan Fauna dan Flora di kedalaman dasar laut.

Wisata sejarah diantaranya adalah Benteng Belgica dibangun pada tahun 1611, Nassau dibangun pada tahun 1617 dan sebuah gereja tua yang dibangun pada tahun 1875 di Pulau Neira, yang merupakan peninggalan Portugis, Belanda dan Inggris yang pernah menduduki kepulauan Banda antara Abad ke 17 hingga Abad ke 19