G. Bromo

G. BROMO, JAWA TIMUR pdf_icon_transparent
1

G. BROMO dilihat dari PosPGA di Desa Ngadisari


KETERANGAN UMUM    
 
NAMA GUNUNGAPI    :

G.Bromo

NAMA LAIN            :

Brama

NAMA KAWAH :

-

Lokasi

:

a. Geografi : 7° 56' 30" LS dan 112° 57' BT. (Atlas Trop. Nederl. 1938,lembar 22).

b. Administrasi : Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kec. Sukapura, Kabupaten Probolinggo,Prop. Jawa Timur.

Ketinggian

:

a. dari muka air laut : 2.329 m dpl

b. dari dasar kaldera : 200 m (ketinggian dasar kaldera ± 2.100 m dpl dan dikenal sebagai daerah lautan pasir)

TIPE GUNUNGAPI : Kerucut sinder dalam kaldera  
Kota Terdekat : Probolinggo  
POS PENGAMATAN :
a. Geografi : 7° 55' 40,18" LS dan 112° 58' 07,56" BT Elevasi : 2275 dpl
b. Administrasi : Pos PGA G. Bromo terletak di Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kec. Sukapura, Kab. Probolinggo, Propinsi Jawa Timur.    

 

PENDAHULUAN

Cara Mencapai Puncak

Dapat dilakukan melalui dua cara yaitu :

1. Lintasan Probolinggo - Sukapura - Ngadisari sampai ke Cemoro Lawang yang merupakan dinding Kaldera Lautan Pasir dapat dilakukan dengan kendaraan bermotor. Kemudian dilanjutkan dengan lintasan melewati lautan pasir. Pendakian ke puncak dan pematang kawah dapat dilakukan dengan mudah melalui tangga tembok. 

2. Lintasan Pasuruan - Tosari - Jurang Munggal - Lautan Pasir - Bromo.

2

Peta Rute di Kawasan G. Bromo/Kaldera Tengger, Jawa Timur

Demografi

Data Penduduk di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Propinsi Jawa Timur.

Tabel Demografi Kependudukan Kec. Sukapura, Kab. Probolinggo

No

Nama Desa/Kelurahan Jumlah Penduduk Jumlah KK
Laki-Laki Perempuan
1 Sukapura 1755 1852 702
2 Sapikerep 1285 1317 414
3 Ngadirejo 807 819 432
4 Wonokerto 680 697 404
5 Ngadas 338 379 198
6 Jetak 287 308 152
7 Wonotoro 351 352 169
8 Ngadisari 734 819 325
9 Sariwani 702 341 343
10 Pakel 859 873 387
11 Kedasih 783 930 430
12 Ngepung 716 761 292

Wisata

Komplek Bromo Tengger

Kaldera Tengger

Daya tarik utama TN-BTS adalah gejala alam yang unik dan spektakuler yang dapat dinikmati dan didekati dengan mudah. Kaldera Tengger dengan 5 (lima) buah gunung yang berada didalamnya merupakan daya tarik tersendiri, termasuk kisah geologi terbentuknya gunung-gunung tersebut.

Gunung Bromo

 Gunung Bromo merupakan salah satu gunung dari lima gunung yang terdapat di komplek Pegunungan Tengger di laut pasir. Daya tarik gunung ini adalah merupakan gunung yang masih aktif dan dapat dengan mudah didaki/dikunjungi. Obyek wisata Gunung Bromo ini merupakan fenomena dan atraksi alami yang merupakan salah satu daya tarik pengunjung. Kekhasan gejala alam yang tidak ditemukan di tempat lain adalah adanya kawah di tengah kawah (creater in the creater) dengan hamparan laut pasir yang mengelilinginya.

Bila kita sampai di puncak maka tampak kawah Bromo yang menganga lebar dengan kepulan asap yang keluar dari dasarnya yang menandakan gunung ini masih aktif. Dari puncak inilah pengunjung dapat menikmati/menyaksikan kawah Bromo dengan kepulan-kepulan asapnya yang relatif tipis, serta ke arah belakang dapat menyaksikan keindahan panorama hamparan laut pasir dengan siluet alamnya yang mempesonakan.

Daya tarik lainnya, adalah bahwa gunung ini merupakan tempat bagi berlangsungnya acara puncak upacara ritual masyarakat Tengger (Kasada) yakni berupa pelemparan hasil bumi sebagai persembahan ke kawah Gunung Bromo. Upacara inilah yang menarik wisatawan untuk menyaksikan acara yang hanya berlangsung satu tahun sekali, pada tanggal 14 bulan ke sepuluh, Kalender Jawa melakukan upacara adat/keagamaan umat Hindu Tengger atau disebut juga Upacara Kesodo, upacara ini berpusat di sekeliling kawah Gunungapi Bromo.

Gua/Gunung Widodaren

Gunung/Gua Widodaren ini letaknya di sebelah Gunung Batok dan merupakan potensi obyek wisata yang mempunyai daya tarik tersendiri. Salah satu daya tarik obyek ini adalah bahwa lokasi ini merupakan tempat keramat berupa gua dan sumber air suci.

Gunung Batok

Gunung Batok terletak di sebelah Gn. Bromo dan menjadi pemandangan yang menyatu dengan Gn. Bromo. Daya tarik utama adalah gunung ini merupakan habitat edelwis.

Gunung Pananjakan

Puncak G. Pananjakan merupakan tempat yang tertinggi bila dibandingkan dengan tempat-tempat lainnya di Komplek Pegunungan Tengger. Oleh karenanya di kawasan ini kita dapat menyaksikan keindahan alam di bagian bawah seperti panorama laut pasir dengan komplek Gunung Bromo Dsk. yang dilatarbelakangi G. Semeru dengan kepulan asapnya yang tebal. Dari puncak Pananjakan ini dapat disaksikan/dinikmati pula indahnya matahari terbit di ufuk timur berwarna kekuning-kuningan muncul dari balik perbukitan. Kita dapat menikmati suasana tersebut di atas dalam suasana hening dan tenteram tanpa kebisingan dan kegaduhan.
Fasilitas yang tersedia, antara lain :
1. Sarana jalan
2. Transportasi (kendaraan roda empat dan kuda)
3. Penginapan/pemondokan
4. Restoran/rumah makan
5. Bumi perkemahan
6. Fasilitas rekreasi lainnya

Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru mencatat, pada 1996, jumlah wisatawan 177.570 orang. Pada 1997 sebanyak 196.165, tahun 1998 sebanyak 136.966 orang, 1999 sebanyak 133.759. Untuk tahun 2000 sebanyak 148.474, tahun 2001 sebanyak 118.359 orang, tahun 2002 sebanyak 155.846 orang, tahun 2003 sebanyak 111.761 orang, dan 2004 sebanyak 91.705 orang.
Tahun 2005 sebanyak 90.922 dan hingga 2006, jumlah wisatawan hanya tidak sampai 80 ribu.