Laporan Kebencanaan Geologi 29 November 2017 (06:00 Wib)

Logo_ESDM

I. SUMMARY:
Hari ini, Rabu 29 Nopember 2017, Bencana Geologi yang terjadi sbb:

1. Gunung Api
G. Agung (Bali):
Berdasarkan hasil analisis data visual dan instrumental serta mempertimbangkan potensi ancaman bahayanya, maka pada tanggal 27 November  2017 pukul 06.00 WITA status G. Agung dinaikkan dari Level III (Siaga) ke Level IV (Awas). Dari kemarin hingga hari ini secara visual gunungapi terlihat jelas hingga berkabut. Asap kawah berwarna kelabu tebal tekanan sedang mencapai ketinggian sekitar 2000-4000 m di atas puncak condong kearah barat-baratdaya. Rekaman seismograf Tanggal 28 Nopember 2017 tercatat:

  • 7 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB)
  • 5 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA)
  • 1 kali Gempa Tektonik Lokal
  • 2 kali Gempa Tektonik Jauh
  • 3 kali Gempa Low Frekuensi
  • Tremor menerus dengan amplitudo 1-20 mm dominan 2 mm. Tremor overscale terekam pada pukul 13:33 WITA. 

Tanggal 29 Nopember 2017 (Pk. 00:00-06:00 WITA) tercatat:

  • 4 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB)
  • 2 kali Gempa Vulkanik Daalam (VA)
  • 2 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ)
  • Tremor menerus dengan amplitudo 1-2 mm (dominan 1 mm)

Rekomendasi: Masyarakat disekitar G. Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di dalam area kawah G. Agung dan di seluruh area di dalam radius 8 km dari kawah G. Agung dan ditambah perluasan sektoral ke arah Utara-Timurlaut dan Tenggara-Selatan-Baratdaya sejauh 10 km dari kawah G. Agung. Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan G. Agung yg paling aktual/terbaru.
VONA: Terakhir terakhir terkirim kode warna RED, terbit tanggal 28 November 2017 Pukul 07:10 WITA, terkait letusan dan hembusan abu vulkanik menerus dengan ketinggian abu 7142 m di atas permukaan laut atau 4000 m dari puncak. Kolom abu condong ke arah barat-baratdaya.

G. Sinabung (Sumatera Utara):
Tingkat aktivitas Level IV (AWAS). Sinabung (2460 m dpl) dari kemarin sampai pagi ini visual gunungapi teramati jelas sebagian namun umumnya tertutup kabut. Asap kawah teramati setinggi 500 m diatas puncak. Angin bertiup lemah-sedang ke arah selatan dan barat. Melalui rekaman seismograf tercatat 2 kali erupsi/letusan. Secara visual tinggi kolom abu teramati setinggi 1000 m diatas puncak. Terekam 87 kali gempa guguran lava, serta teramati 1 kali awan panas guguran dengan jarak luncur 3000 m mengarah ke timur, tenggara.
Bendungan di Sungai Laborus terbentuk akibat penumpukan endapan awan panas masih berpotensi menyebabkan lahar atau banjir bandang kalau bendungan jebol.
Rekomendasi:

  • Masyarakat/pengunjung agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak, dan secara sektoral dari puncak dalam jarak 7 km ke selatan-tenggara, 6 km ke tenggara-timur dan 4 km timur-utara.
  • Mengingat telah terbentuk bendungan di hulu Sungai Laborus maka penduduk yang bermukim di hilir di sekitar daerah aliran sungai Laborus agar tetap menjaga kewaspadaan karena bendungan ini sewaktu waktu dapat jebol karena tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan lahar/banjir bandang ke hilir.

VONA: Terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 28 November 2017 Pukul 18:11 WIB, terkait letusan dengan ketinggian abu tidak dapat teramati karena gunung tertutup kabut. Kolom abu condong ke arah selatan.

G. Dukono (Halmahera):
Tingkat aktivitas Level II (WASPADA). Dukono (1229 m dpl) mengalami erupsi menerus. Dari kemarin sampai pagi ini secara visual gunungapi teramati jelas hingga tertutup kabut. Angin bertiup lemah ke arah selatant. Melalui rekaman seismograf terekam Tremor menerus dengan amplitudo 1-13,0 mm (dominan 2 mm). Secara visual teramati 1 kali erupsi dengan kolom abu erupsi tebal berwarna putih keabuan tekanan sedang mengepul menerus mencapai ketinggian 400-600 m di atas puncak. Terdengar bunyi gemuruh lemah di Pos Dukono yang berjarak 10 km di utara puncak.
Rekomendasi: Masyarakat di sekitar G. Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km.
VONA: Terakhir tercatat kode warna ORANGE, terbit 28 Nopember 2017 pukul 06:40 WIT, terkait letusan dengan ketinggian abu 1629 m di atas permukaan laut atau 400 m dari puncak. Kolom abu condong ke arah selatan.

G. Ibu (Halmahera):
Tingkat aktivitas Level II (WASPADA). G. Ibu (1340 m dpl) mengalami erupsi secara menerus. Secara visual teramati hembusan asap kawah berwarna putih - kelabu bertekanan lemah - sedang dengan ketinggian 300-600 m diatas puncak. Angin bertiup ke arah timur. Melalui rekaman seismograf pada Tanggal 27 November 2017 tercatat:

  • 96 kali gempa letusan
  • 78 kali gempa Hembusan
  • 29 kali gempa Tremor Harmonik
  • 2 kali gempa Tektonik Jauh

Rekomendasi: Masyarakat di sekitar G. Ibu dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati di dalam radius 2 km, dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan di bagian utara dari kawah aktif G. Ibu
VONA: Terakhir tercatat kode warna ORANGE, terbit 28 Agustus 2017 pukul 06:12 WIT, terkait letusan dengan ketinggian abu 1725 m di atas permukaan laut atau 400 m di atas puncak, kolom abu condong ke arah Utara.

G. Ili Lewotolok (Lembata NTT):
Tingkat aktivitas Level II (WASPADA). G. Ili Lewotolok (1319 m dpl) sering mengalami krisis kegempaan yang berkaitan erat dengan kegiatan tektonik lokal di bagian utara gunungapi. Secara visual dari kemarin sampai pagi ini gunungapi jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis, tinggi asap kawah teramati setinggi 5-100 m di atas puncak. Angin bertiup lemah ke arah barat. Melalui rekaman seismograf pada 28 Nopember 2017 tercatat:

  • 49 kali Gempa Hembusan
  • 3 kali Gempa Tektonik Lokal
  • 6 kali Gempa Vulkanik Dalam
  • 1 kali Gempa Vulkanik Dangkal
  • 1 kali Gempa Low Frekuensi

Rekomendasi: Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati di dalam radius 2 km dari kawah puncak.
VONA: Terakhir tercatat kode warna YELLOW, terbit 09 Oktober 2017 pukul 09:26 WIT, terkait hembusan asap kawah putih tipis mencapai ketinggian 1923 m dari permukaan laut atau 500 m dari puncak. Angin bertiup ke barat.
Untuk Gunungapi status Normal: Agar masyarakat/wisatawan/pendaki tidak bermalam dan berkemah di kawah untuk menghindari potensi ancaman gas beracun.

2. Gerakan Tanah
Prakiraan wilayah potensi tejadi gerakan tanah di Indonesia pada bulan November 2017 yang dibandingkan bulan  Oktober  2017,  menunjukan  potensinya hampir  seluruh wilayah Indonesia cenderung mengalami peningkatan. Diperlukan kewaspadaan tinggi terhadap potensi  peningkatan kejadian gerakan tanah utamanya di wilayah jawa  mengingat  pertumbuhan penduduk  dan alih fungsi lahan yang  cukup masif di wilayah ini dibanding wilayah lain di luar jawa.
Gerakan Tanah terakhir terjadi : 

  1. Kabupaten Pacitan, Jawa Timur
  2. Kabupaten  Wonogiri, Jawa Tengah
  3. Kabupaten  Lebak, Provinsi Banten
  4. Kabupaten. Kulon Progo, DI Yogyakarta
  5. Kota Sungaipenuh, Provinsi Jambi
  6. Kabupaten Agam, Sumatera Barat
  7. Kota Yogyakarta, DIY

Penyebab: Gerakan tanah ini diperkirakan disebabkan oleh jalan dan pemukiman di dekat kemiringan lereng, tingkat pelapukan yang tinggi,   serta dipicu oleh curah hujan yang tinggi sebelum dan pada saat terjadinya gerakan tanah.
Dampak:

  1. Gerakan tanah / tanah longsor terjadi di Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur pada Selasa 28 November 2017 sekitar pukul 02.00 dini hari mengakibatkan tujuh orang korban tewas  dan arus macet. 
  2. Gerakan tanah / tanah longsor terjadi di beberapa tempat di Kabupaten  Wonogiri, Jawa Tengah pada hari Selasa 28 November 2017.   Di Dusun Pojok, Desa Ngambarsari,Karangtengah, di Kerdu Kepik, Giripurwo, dan di dusun Dawuhan RT 2/RW 8 Desa Hargorejo, Kecamatan Tirtomoyo  mengakibatkan 2 rumah rusak dan satu alur lalu lintas terhambat.
  3. Gerakan tanah / tanah longsor terjadi di Jalan Raya Saketi-Malingping Banjarsari, Lebak, Provinsi Banten, pada hari Selasa 28 November 2017, pukul 01.00 WIB mengakibatkan satu ruang kelas rusak.
  4. Gerakan tanah / tanah longsor terjadi di 2 titik di Kabupaten. Kulon Progo, Provinsi DI Yogyakarta pada hari Selasa 28 November 2017 menimpa rumah, menutup akses jalan, menimpa masjid,  pondok pesantren dan  Tiga orang santri dilaporkan mengalami luka ringan.
  5. Gerakan tanah / tanah longsor di kilometer 35 dan 37,  jalur Kota Sungai penuh,  menuju daerah Tapan Provinsi Jambi pada hari Senin 27 November 2017 mengakibatkan  terputusnya jalur Kota Sungaipenuh-Tapan.
  6. Gerakan tanah / tanah longsor terjadi :a. di jalan nasional Padangpariaman menuju Bukittinggi melalui Nagari Malalak Timur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada  Selasa 28 November 2017 sekitar pukul 12.30 WIB mengakibatkan Jalan nasional putus dan b. di  jalan di Koto Panjang, Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjungraya pada Selasa 28 November 2017 dini hari.c. di Sungai Landia, Kecamatan Ampekkoto, Selasa 28 November 2017  siang, mengakibatkan badan jalan tertutup material.
  7. Gerakan tanah / tanah longsor  terjadi di Kampung Gampingan RT 47 Rw 10 Pakuncen Wirobrajan Jogja, pada hari Selasa, sekitar pukul 12.30 WIB mengakibatkan tiga orang, terjebak tanah longsor, namun berhasil dievakuasi dengan selamat. 

Peta prakiraan potensi gerakan tanah dari Badan Geologi perlu diacu sebagai peringatan dini.  Masyarakat dapat mengunduh melalui www.vsi.esdm.go.id.

3. Gempa Bumi
Gempabumi di Barat Daya Buru Selatan, Maluku.
Informasi Gempabumi:Gempabumi terjadi pada hari selasa, 28 November 2017 pukul 16:20:24 WIB, dengan pusat gempabumi terletak di perairan  Maluku. Menurut BMKG pusat gempabumi berada pada koordinat 5,49o LS dan 126,34o BT, dengan magnituda 5,1 SR pada kedalaman 488 km, berjarak 199 km barat daya Buru Selatan, Maluku. 
Penyebab Gempabumi: Diperkirakan berasosiasi dengan subduksi di Laut Banda pada Zona Benioff. 
Dampak gempabumi: Belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan bangunan.Gempabumi ini tidak menimbulkan tsunami.
Rekomendasi:

  • Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat.
  • Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempabumi  susulan.


II. DETAIL
1. Gunung Api
Dari 127 Gunungapi Aktif di Indonesia, 69 gunung dipantau secara menerus 24 jam/hari. Status saat ini : 

  1. 2 gunung api status AWAS/Level IV, yaitu G. Sinabung sejak 2 Juni 2015, Sumut; serta G. Agung sejak 27 November 2017
  2. Sebanyak 18 gunung api Status Waspada/Level II (Marapi, Kerinci, Dempo, Anak Krakatau, Semeru, Bromo, Rinjani, Sangeangapi, Rokatenda, Soputan, Lokon, Karangetang, Gamalama, Gamkonara, Ibu, Dukono, Lewotolok dan Banda Api); 
  3. Sisanya 49 gunung api: Status NORMAL/Level I.

 

Gunungapi Agung (Bali).
Pengamatan visual G. Agung dari Pos PGA Agung di Rendang menunjukkan penurunan sejak tanggal 20 Oktober 2017 dengan asap dari bibir kawah hingga setinggi 50-500. Sejak 20 Oktober 2017 kegempaan yang terekam oleh seismograf terus menurun jumlahnya, terutama jenis gempa Vulkanik Dangkal (VB) dan gempa Tektonik Lokal (TL). Pola perubahan energi seismik untuk periode krisis Gunung Agung juga mengindikasikan penurunan dan mengalami percepatan yang semakin lambat dan cenderung mengarah ke fase relaksasi. Pemantauan secara visual dengan menggunakan drone yang dilakukan pada tanggal 29 Oktober 2017 menunjukkan aktivitas hembusan gas di dalam kawah relatif menurun intensitasnya dibanding hasil pemantauan pada 20 Oktober 2017. Pemantauan termal dengan menggunakan citra satelit Sentinel-2, Intesitas anomali termal pada bulan Oktober 2017 cenderung menurun dibanding dengan bulan September 2017. Citra Satelit ASTER TIR juga mengindikasikan adanya penurunan luas area panas di dalam Kawah Gunung Agung. Berdasarkan hasil analisis data visual dan instrumental serta mempertimbangkan potensi ancaman bahayanya, maka pada tanggal 29 Oktober 2017 pukul 16.00 WITA status G. Agung diturunkan dari Level IV (Awas) ke Level III (Siaga). Sehubungan dengan peningkatan kembali aktivitas vulkanik G. Agung secara signifikan secara visual maupun instrumental, maka pada 27 November 2017 pukul 06:00 WITA tingkat aktivitasnya dinaikkan kembali dari Siaga (Level III) menjadi Awas (Level IV).Dari kemarin hingga hari ini secara visual gunungapi terlihat jelas hingga berkabut. Asap kawah berwarna kelabu tebal tekanan sedang mencapai ketinggian sekitar 2000-4000 m di atas puncak condong kearah barat-baratdaya. Pada pukul 13:37 WITA terjadi letusan setinggi 4000 m  yang didahului oleh tremor overscale.Rekaman seismograf Tanggal 28 Nopember 2017 tercatat:

  • 7 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB)
  • 5 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA)
  • 1 kali Gempa Tektonik Lokal
  • 2 kali Gempa Tektonik Jauh
  • 3 kali Gempa Low Frekuensi
  • 1 kali Gempa Letusan
  • Tremor menerus dengan amplitudo 1-20 mm dominan 2 mm

Tanggal 29 Nopember 2017 (Pk. 00:00-06:00 WITA) tercatat:

  • 4 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB)
  • 2 kali Gempa Vulkanik Daalam (VA)
  • 2 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ)
  • Tremor menerus dengan amplitudo 1-2 mm (dominan 1 mm)

Badan Geologi melalui PVMBG dan Pos Pengamatan Gunungapi Agung terus memantau perkembangan kegiatan vulkanik dan senantiasa berkoordinasi dengan satuan pelaksana (satlak) Kecamatan dan BPBD Kabupaten Karangasem tentang penanggulangan bencana erupsi Agung.

Gunungapi Sinabung (Sumatera Utara).
Kegiatan Gunungapi Sinabung Sumatera Utara yang merupakan salah satu gunungapi paling aktif di Indonesia saat ini, kegiatan erupsi masih berlangsung sejak Tahun 2013. Statusnya saat ini adalah Level IV (Awas). Dari kemarin sampai pagi ini visual gunungapi teramati jelas sebagian namun umumnya tertutup kabut. Asap kawah teramati setinggi 500 m diatas puncak. Angin bertiup lemah-sedang ke arah selatan dan barat. Melalui rekaman seismograf tercatat 2 kali erupsi/letusan. Secara visual tinggi kolom abu teramati setinggi 1000 m diatas puncak. Terekam 87 kali gempa guguran lava, serta teramati 1 kali awan panas guguran dengan jarak luncur 3000 m mengarah ke timur, tenggara.
Hasil pengukuran volume kubah lava yang dilakukan terakhir kali pada tanggal 13 November 2017 pukul 07:21 WIB dan yang berpotensi menjadi awan panas guguran dan guguran lava adalah sekitar 1,68 juta m3.
Terjadi pembendungan Sungai Laborus oleh endapan awan panas sejak tanggal 10 April 2017 yang lalu meluncur sejauh 3,5 km dan luncuran awan panas Tanggal 02-03 Agustus 2017 sejauh 4,5 km ke lereng Tenggara dan Timur mencapai Sungai Laborus. Pemeriksaan terakhir Tanggal 28 April 2017 dan pasca luncuran awan panas 02 Agustus  2017 menunjukkan ukuran (lebar, panjang, dan luas) Danau Laborus bertambah  besar. Pebendungan membentuk danau yang berpotensi menyebabkan lahar atau banjir bandang kalau bendungan jebol karena tidak kuat menahan volume air.
Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus mengirimkan Tim Tanggap Darurat ke Sinabung untuk memperkuat kegiatan pemantauan secara menerus 24 jam per hari, berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan setempat (BPBD, TNI, POLRI), maupun melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat setempat.
Mengingat telah terbentuk bendungan di hulu Sungai Laborus maka penduduk yang bermukim di hilir di sekitar daerah aliran sungai Laborus agar tetap menjaga kewaspadaan karena bendungan ini sewaktu waktu dapat jebol karena tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan lahar/banjir bandang ke hilir.

Gunungapi Dukono (Halmahera).
Gunungapi Dukono di Halmahera Utara merupakan salah satu gunungapi di Indonesia yang letusannya menerus hingga saat ini. Statusnya sekarang adalah Level II (Waspada). Ancaman bahaya cukup berarti hanya di sekitar kawah puncak dan sebaran abu di udara yang dapat mengganggu penerbangan. Dari kemarin sampai pagi ini secara visual gunungapi teramati jelas hingga tertutup kabut. Angin bertiup lemah ke arah barat dan baratlaut. Melalui rekaman seismograf terekam Tremor menerus dengan amplitudo 1-13,0 mm (dominan 2 mm). Secara visual teramati 1 kali erupsi dengan kolom abu erupsi tebal berwarna putih keabuan tekanan sedang mengepul menerus mencapai ketinggian 400-600 m di atas puncak. Terdengar bunyi gemuruh lemah di Pos Dukono yang berjarak 10 km di utara puncak.
Badan Geologi melalui PVMBG dan Pos Pengamatan Gunungapi Dukono terus memantau perkembangan kegiatan vulkanik dan senantiasa berkoordinasi dengan satuan pelaksana (satlak) Kecamatan dan BPBD Kabupaten Halmahera Utara tentang penanggulangan bencana erupsi Dukono.

Gunungapi Ibu (Halmahera).
Gunungapi Ibu di Halmahera Utara merupakan salah satu gunungapi di Indonesia yang letusannya sejak tahun 2000 menerus hingga saat ini. Statusnya sekarang adalah Level II (Waspada). Ancaman bahaya primer utamanya berada di sekitar puncak dan arah sektoral ke arah bukaan kawah Utara, ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di sekitar puncak G. Ibu, serta sebaran abu di udara yang dapat mengganggu penerbangan. Secara visual teramati hembusan asap kawah berwarna putih - kelabu bertekanan lemah - sedang dengan ketinggian 300-600 m diatas puncak. Angin bertiup ke arah timur. Melalui rekaman seismograf pada Tanggal 27 November 2017 tercatat:

  • 96 kali gempa letusan
  • 78 kali gempa Hembusan
  • 29 kali gempa Tremor Harmonik
  • 2 kali gempa Tektonik Jauh

Badan Geologi melalui PVMBG dan Pos Pengamatan Gunungapi Ibu terus memantau perkembangan kegiatan vulkanik dan senantiasa berkoordinasi dengan satuan pelaksana (satlak) Kecamatan Ibu dan BPBD Kabupaten Halmahera Barat tentang penanggulangan bencana erupsi Ibu.

Gunungapi Ili Lewotolok (Lembata NTT).
Gunungapi Ili Lewotolok di Pulau Lembata merupakan salah satu gunungapi aktif di Nusa Tenggara Timur. Karakteristik erupsi sejak Tahun 1660-1920 adalah erupsi tipe letusan bersifat vulkanian dari kawah puncak. Kegiatan vulkanik setelah Erupsi 1920 adalah krisis kegempaan vulkanik tanpa diikuti erupsi. Ili Lewotolok sering mengalami krisis Kegempaan yang selalu berkaitan dengan kegiatan tektonik lokal baik terasa maupun tidak terasa di bagian utara gunungapi. Statusnya sekarang adalah Level II (Waspada). Ancaman bahaya primer awan panas utamanya  berada di dalam radius 4 km dari puncak dan arah sektoral sejauh 6 km ke arah baratdaya, selatan, dan timurlaut. Bahaya lahar di daerah aliran sungai yang bermuara ke baratdaya dan selatan.Dari kemarin sampai pagi ini gunungapi jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis, tinggi asap kawah teramati setinggi 5-100 m di atas puncak. Angin bertiup lemah ke arah barat. Melalui rekaman seismograf pada 28 Nopember 2017 tercatat:

  • 49 kali Gempa Hembusan
  • 3 kali Gempa Tektonik Lokal
  • 6 kali Gempa Vulkanik Dalam
  • 1 kali Gempa Vulkanik Dangkal
  • 1 kali Gempa Low Frekuensi

Badan Geologi melalui PVMBG dan Pos Pengamatan Gunungapi Ili Lewotolok terus memantau perkembangan kegiatan vulkanik dan senantiasa berkoordinasi dengan satuan pelaksana (satlak) Kecamatan  dan BPBD Kabupaten Lembata tentang penanggulangan bencana erupsi Lewotolo.
Informasi mengenai abu vulkanik erupsi/letusan gunungapi Indonesia yg berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan disampaikan melalui email VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) dengan menggunakan aplikasi MAGMA Indonesia (https://magma.vsi.esdm.go.id) ke stakeholders nasional maupun internasional:

  • Dirjen Perhubungan Udara-Kemenhub,
  • BMKG,
  • Air Nav, 
  • Air Traffic Control, Airlines,
  • VAAC Darwin, 
  • VAAC Tokyo,
  • dll

VONA terakhir yang terkirim:

  1. G. Agung, Bali.VONA terakhir terakhir terkirim kode warna RED, terbit tanggal 28 November 2017 Pukul 07:10 WITA, terkait letusan dan hembusan abu vulkanik menerus dengan ketinggian abu 7142 m di atas permukaan laut atau 4000 m dari puncak. Kolom abu condong ke arah barat-baratdaya.
  2. G. Sinabung, Sumatera Utara.VONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 28 November 2017 Pukul 18:11 WIB, terkait letusan dengan ketinggian abu tidak dapat teramati karena gunung tertutup kabut. Kolom abu condong ke arah selatan.
  3. G. Dukono, Maluku Utara.VONA Terakhir tercatat kode warna ORANGE, terbit 28 Nopember 2017 pukul 06:40 WIT, terkait letusan dengan ketinggian abu 1629 m di atas permukaan laut atau 400 m dari puncak. Kolom abu condong ke arah selatan.
  4. G. Ibu, Maluku Utara.VONA terakhir terkirim dengan kode warna ORANGE, terbit tanggal 28 Agustus 2017 pukul 06:12 WIT terkait dengan erupsi yg disertai kepulan abu vulkanik setinggi 1725 m di atas permukaan laut atau 400 m dari puncak, kolom abu bergerak mengarah ke Utara.
  5. G. Ili Lewotolok, Nusa Tenggara Timur.VONA terakhir terkirim dengan kode warna YELLOW, terbit tanggal 9 Oktober 2017 pukul 06:12 WIT terkait dengan hembusan asap putih tipis mencapai ketinggian 1923 m dari permukaan laut dan 500 m dari puncak. Angin ke arah barat. Emisi abu belum teramati.

Kegiatan gunungapi lain yg di atas NORMAL sampai pagi ini belum diikuti tanda-tanda peningkatan kegiatan.