Laporan Kebencanaan Geologi, 30 Juni 2019

Logo_ESDM

I. SUMMARY

Hari ini, Minggu 30 Juni 2019, Bencana Geologi yang terjadi sbb:

1. Gunungapi
Gunungapi Sinabung - Sumatera Utara
Tingkat aktivitas sejak 20 Mei 2019 pukul 10.00 WIB diturunkan menjadi Level III (Siaga). Gunung Sinabung (2.460 m dpl) mengalami erupsi sejak tahun 2013. Erupsi terakhir terjadi 9 Juni 2019.
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut, asap kawah utama berwarna putih tipis hingga tebal tinggi 100 meter dari puncak. Angin bertiup lemah hingga kencang ke arah timur dan tenggara.
Melalui rekaman seismograf pada 29 Juni 2019 tercatat:

  • 2 kali gempa Hembusan
  • 1 kali gempa Tektonik Lokal
  • 1 kali gempa Tektonik Jauh

Rekomendasi:

  • Masyarakat/pengunjung agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius 3 km dari puncak G. Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor Selatan - Timur, dan 4 km untuk sektor Utara-Timur.
  • Jika terjadi hujan abu, masyarakat dihimbau memakai masker, mengamankan sarana air bersih, dan membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh.
  • Masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar mewaspadai potensi banjir lahar terutama pada saat terjadi hujan lebat.

VONA: VONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 10 Juni 2019 pukul 14:21 WIB, terkait emisi gas dengan ketinggian kolom asap 2960 meter di atas permukaan laut atau sekitar 500 m dari puncak. Kolom asap bergerak ke arah timur-tenggara.

 

Gunungapi Agung - Bali
Gunungapi Agung di Bali kembali memasuki fase erupsi mulai 21 November 2017 hingga saat ini, setelah beristirahat lebih dari 53 tahun. Tingkat aktivitas saat ini adalah Level III (Siaga).
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunungapi jelas hingga tertutup kabut. angin lemah hingga sedang ke arah barat. Asap kawah utama berwarna putih tipis tinggi 50 meter dari puncak.
Melalui rekaman seismograf pada 29 Juni 2019 tercatat:

  • 1 kali gempa Hembusan
  • 8 kali gempa Tektonik Jauh

Tanggal 30 Juni 2019 (Pk. 00:00-06:00 WITA) tercatat:

  • 1 kali gempa Hembusan
  • 2 kali gempa Vulkanik Dalam
  • 1 kali gempa Tektonik Jauh

Rekomendasi:

  • Masyarakat di sekitar G. Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada dan tidak melakukan pendakian serta tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 km dari Kawah Puncak G. Agung.
  • Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan.

VONA: VONA terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 13 Juni 2019 pukul 01:48 WITA, terkait erupsi pada 13 Juni 2019 pukul 01:38 WITA. Kolom abu tidak teramati. Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm dan lama gempa kl. 3 menit 53 detik.


Gunungapi Soputan - Sulawesi Utara
Tingkat aktivitas Level III (SIAGA). Gunungapi Soputan (1784 m dpl) mengalami peningkatan aktivitas vulkanik.
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah utama berwarna putih tipis hingga sedang tinggi 50 meter dari puncak. Angin bertiup lemah hingga kencang ke arah selatan dan barat. Melalui rekaman seismograf tanggal 29 Juni 2019 tercatat:

  • 1 kali gempa Guguran
  • 3 kali gempa Hembusan
  • 3 kali gempa Tektonik Jauh

Rekomendasi: Masyarakat agar tidak beraktivitas di dalam radius 4 km dari puncak G. Soputan dan dalam wilayah sektor arah barat-baratdaya sejauh 6,5 km yang merupakan daerah bukaan kawah, guna menghindari ancaman guguran lava dan awan panas guguran
VONA: VONA terkirim kode warna RED, terbit tanggal 16 Desember 2018 pukul 05:54 WITA, terkait erupsi dengan ketinggian kolom abu maksimum 8809 meter di atas permukaan laut atau sekitar 7000 meter di atas puncak.

 

Gunungapi Karangetang - Sulawesi Utara
Tingkat aktivitas Level III (SIAGA). G. Karangetang (2460 m dpl) kembali memasuki periode erupsi sejak 25 November 2018.
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunungapi tertutup kabut. Asap kawah utama tidak teramati. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara dan barat laut.
Melalui rekaman seismograf tanggal 29 Juni 2019 tercatat:

  • 4 kali gempa Hembusan
  • 3 kali gempa Hybrid
  • 7 kali gempa Tektonik Jauh
  • Tremor Menerus dengan amplitudo 0,25 - 6 mm, dominan 2 mm 

Rekomendasi:

  • Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 2.5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral dari Kawah Dua ke arah Barat Iaut-Utara sejauh 4 km, yaitu wilayah yang berada di antara Kali Batuare dan Kali Saboang.
  • Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak G. Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.

VONA: VONA terakhir terkirim kode warna YELLOW, terbit tanggal 25 November 2018 pukul 13:32 WITA, terkait emisi abu vulkanik dengan ketinggian sekitar 2284 m di atas permukaan laut atau sekitar 500 m di atas puncak, angin bertiup ke arah Timur.

 

Gunungapi Anak Krakatau - Lampung
Tingkat aktivitas Level II (Waspada), sejak 25 Maret 2019. G. Anak Krakatau (157 m dpl) mengalami peningkatan aktivitas vulkanik sejak 18 Juni 2018 dan diikuti rangkaian erupsi pada periode September 2018 hingga Februari 2019. Pada Mei 2019 erupsi masih terjadi tetapi dengan intensitas yang semakin menurun.
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunungapi tertutup kabut. Asap kawah utama tidak teramati. Angin bertiup lemah ke arah timur laut dan barat laut.  Melalui rekaman seismograf tanggal 29 Juni 2019 tercatat

  • 2 kali gempa Hembusan
  • 1 kali gempa Low Frequency
  • 1 kali gempa Vulkanik Dangkal
  • 4 kali gempa Vulkanik Dalam
  • 1 kali gempa Harmonik
  • Tremor Menerus dengan amplitudo 2 - 50 mm, dominan 16 mm

Rekomendasi: Masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah.
VONA: VONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 26 Juni 2019 pukul 06:27 WIB, terkait erupsi yang terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 45 mm dan lama gempa 52 detik.

 

Gunungapi Merapi - Jawa Tengah - Yogyakarta
Tingkat aktivitas Level II (WASPADA). Gunungapi Merapi (2968 m dpl) mengalami erupsi tidak menerus.
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunungapi terlihat jelas. Angin bertiup lemah ke arah timur dan tenggara. Asap kawah utama berwarna putih tipis tinggi 100 meter dari puncak. 
Melalui rekaman seismograf tanggal 29 Juni 2019 tercatat:

  • 12 kali gempa Guguran
  • 2 kali gempa Hybrid

Rekomendasi:

  • Kegiatan pendakian G. Merapi untuk sementara tidak direkomendasikan kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.
  • Radius 3 km dari puncak agar dikosongkan dari aktivitas penduduk
  • Masyarakat yang tinggal di KRB III mohon meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas G. Merapi.

VONA: VONA terakhir terkirim kode warna GREEN, terbit tanggal 3 Juni 2018 pukul 20:39 WIB, terkait dengan adanya aktivitas hembusan asap berwarna putih dengan ketinggian kolom asap setinggi 3768 m di atas permukaan laut atau sekitar 800 m di atas puncak.


Gunungapi Dukono – Maluku Utara
Tingkat aktivitas Level II (WASPADA). Gunungapi Dukono (1229 m dpl) mengalami erupsi menerus.
Dari kemarin hingga pagi ini visual puncak gunungapi jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah utama berwarna putih hingga kelabu tebal tinggi 400 meter dari puncak. Angin bertiup lemah ke arah utara.
Melalui rekaman seismograf tanggal 29 Juni 2019 tercatat:

  • 1 kali gempa Letusan
  • 4 kali gempa Tektonik Jauh
  • Tremor menerus dengan amplitudo 0.5 - 4 mm, dominan 2 mm

Rekomendasi: Masyarakat di sekitar G. Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km.
VONA: VONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 29 Juni 2019 pukul 07:38 WIT, terkait erupsi dengan ketinggian kolom abu sekitar 1.629 m di atas permukaan laut atau sekitar 400 m di atas puncak. Kolom abu bergerak ke arah utara.

 

Gunungapi Ibu - Maluku Utara
Tingkat aktivitas Level II (WASPADA). Gunungapi Ibu (1340 m dpl) mengalami erupsi secara menerus sejak tahun 2008.
Dari kemarin hingga pagi ini visual puncak gunungapi jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah utama berwarna putih hingga kelabu tipis hingga tebal tinggi 800 meter dari puncak. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara dan barat.
Melalui rekaman seismograf tanggal 29 Juni 2019 tercatat:

  • 94 kali gempa Letusan
  • 77 kali gempa Hembusan
  • 17 kali gempa Guguran
  • 36 kali gempa Tremor Harmonik

Rekomendasi: Masyarakat di sekitar G. Ibu dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati di dalam radius 2 km, dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan di bagian utara dari kawah aktif G. Ibu.
VONA: VONA terakhir terkirim dengan kode warna ORANGE, terbit tanggal 14 Mei 2019 pukul 18:46 WIT, terkait erupsi dengan ketinggian kolom abu sekitar 2.125 m di atas permukaan laut atau sekitar 800 m di atas puncak. Kolom abu bergerak ke arah utara.


Gunungapi Gamalama - Maluku Utara
Tingkat aktivitas Level II (Waspada). Gamalama (1715 m dpl) mengalami erupsi minor pada tanggal 4 Oktober 2018 pukul 11:52 WIT dengan tinggi kolom abu teramati mencapai 250 meter diatas puncak atau 1965 m diatas permukaan laut.
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunungapi terlihat jelas tertutup kabut. Asap kawah utama tidak teramati. Angin bertiup lemah hingga kencang ke arah utara dan timur laut.
Melalui rekaman seismograf tanggal 29 Juni 2019 tercatat:

  • 4 kali gempa Tektonik Lokal
  • 9 kali gempa Tektonik Jauh

Rekomendasi: Masyarakat di sekitar G.Gamalama dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 km dari kawah puncak G.GamalamaPada musim hujan, masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu di G.Gamalama agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar.
VONA: VONA terakhir terkirim kode warna YELLOW, terbit tanggal 10 Oktober 2018 pukul 19:26 WIT, terkait hembusan asap kawah menerus sekitar 1725 m di atas permukaan laut atau sekitar 10 m diatas puncak.


Gunungapi Kerinci - Jambi
Tingkat aktivitas Level II (Waspada). G. Kerinci (3.805 m dpl) mengalami erupsi tidak menerus.
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunungapi tertutup kabut. Asap kawah utama tidak teramati. Angin bertiup leamh ke arah timur laut.
Melalui rekaman seismograf tanggal 29 Juni 2019 tercatat:

  • 33 kali gempa Hembusan
  • 1 kali gempa Vulkanik Dangkal

Rekomendasi: 

  • Masyarakat di sekitar G. Kerinci dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 3 km dari kawah puncak.-
  • Pada musim hujan, masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu di G. Kerinci agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar.

VONA: VONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 7 Juni 2019 pukul 06:42 WIB, terkait  pengamatan emisi abu vulkanik berwarna kelabu pada pukul 06:04 WIB. Dengan ketinggian kolom abu sekitar 4.605 m di atas permukaan air laut atau sekitar 800 m di atas puncak. Kolom abu begerak ke arah timur.  


Gunungapi Bromo - Jawa Timur
Tingkat aktivitas Level II (Waspada). Bromo (2.329 m dpl) mengalami erupsi tidak menerus.
Dari kemarin hingga pagi ini visual gunungapi terlihat jelas. Asap kawah utama berwarna putih tipis tinggi 100 meter dari puncak. Angin bertiup lemah ke arah barat daya dan barat laut.
Melalui rekaman seismograf tanggal 29 Juni 2019 tercatat:

  • 1 kali gempa Tektonik Jauh
  • Tremor menerus dengan amplitudo 0.5 - 1 mm, dominan 1 mm

Rekomendasi: Masyarakat di sekitar G. Bromo dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 1 km dari kawah puncak.
VONA: VONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit tanggal 6 April 2019 pukul 07:18 WIB, terkait hembusan asap kawah menerus dengan tinggi sekitar 3.829 m di atas permukaan laut atau sekitar 900 m di atas puncak. Kolom asap bergerak ke arah tenggara.

Untuk Gunungapi Status Normal: Agar masyarakat/wisatawan/pendaki tidak bermalam dan berkemah di kawah untuk menghindari potensi ancaman gas beracun.


2. Gempa Bumi
Gempa bumi di perairan baratdaya Cilacap, Jawa Tengah 
Informasi Gempa bumi: Gempa bumi terjadi pada hari Sabtu, 29 Juni 2019, pukul 13:46 WIB. Berdasarkan informasi dari BMKG, pusat gempa bumi terletak pada koordinat 108,85° BT dan 8,56° LS, dengan magnitudo M5,3 pada kedalaman 10 km, berjarak 94 km baratdaya Cilacap, Jawa Tengah. GFZ, Jerman melalui GEOFON program menginformasikan bahwa gempa bumi berpusat di koordinat 108,89° BT dan 8,53° LS dengan magnitudo 5,2 mb dan kedalaman 73 km.  USGS, Amerika Serikat, menginformasikan bahwa gempa bumi berpusat di koordinat 108,980° BT dan 8,229° LS pada kedalaman 81.4 km dengan magnitudo M5,1.
Kondisi geologi daerah terdekat pusat gempa bumi: Pusat gempa bumi berada di laut. Wilayah yang berdekatan dengan pusat gempa bumi adalah wilayah Cilacap dan pesisir jawa tengah. Wilayah tersebut pada umumnya disusun oleh endapan kuarter dan batuan berumur tersier berupa batuan sedimen dan batuan gunungapi. Batuan berumur Kuarter serta batuan berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan bersifat urai, lepas, belum kompak sehingga bersifat memperkuat efek guncangan gempa bumi.
Penyebab gempa bumi: Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalamannya, gempa bumi ini berasosiasi dengan aktivitas penunjaman Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia.
Dampak gempa bumi: Berdasarkan informasi dari Pos Pengamatan G. Guntur di Kec. Padakembang, Singaparna, Kab. Tasikmalaya, guncangan gempa bumi dirasakan dengan intensitas II MMI.Berdasarkan BMKG, gempa bumi ini dirasakan di Cilacap, Bantul dan Kebumen dengan intensitas II-III MMI, serta di Pacitan dan Pangandaran dengan intensitas I-II MMI. Gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami. Belum ada laporan resmi adanya kerusakan yang disebabkan oleh gempa bumi ini.
Rekomendasi:

  1. Masyarakat diiimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
  2. Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diharapkan berkekuatan lebih kecil.