Sosialisasi Kebencanaan Gunungapi Ibu, Maluku Utara

Pada awal bulan Maret 2016, Tim PVMBG berkesempatan melakukan sosialisasi kebencanaan Gunungapi Ibu, di Desa Goin dan Duono, Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. Berbeda dengan sosialisasi biasanya, kali ini lokasinya bertempat di 2 Gereja Protestan di 2 desa tersebut. Lokasi itu dipilih karena masyarakat mayoritas beragama kristen protestan yang pada hari minggu akan berkumpul untuk beribadah di gereja tersebut. Sosialisasi yang diinisiasi oleh Camat Ibu ini dilaksanakan seusai ibadah berakhir.

Sosialisasi dibagi menjadi 2 tim di 2 lokasi yang berbeda. Tim pertama bertempat di Desa Duono dipimpin oleh Agus Solihin dibantu oleh Noviardi Titis Praponco dan Aep Dahlan. Tim kedua bertempat di Desa Goin dipimpin oleh Anjar Heriwaseso dengan dibantu oleh Yohandi Kristiawan dan Toto Rukada.

Kegiatan sosialisasi kebencanaan G. Ibu bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat yang berada di kawasan rawan bahaya, yang kemungkinan dapat terdampak bencana gunungapi baik primer maupun sekunder. Penentuan kawasan rawan bencana dimaksudkan untuk mengurangi kerugian dari bencana, baik kerugian jiwa dan harta benda penduduk yang bermukim di lereng G. Ibu khususnya di area bukaan kawah utara G. Ibu.

Sosialisasi diawali dengan pengenalan mengenai bahaya-bahaya gunungapi seperti aliran lava, awan panas, hujan abu atau jatuhan piroklastik, gas beracun hingga lahar, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai kawasan rawan bencana Gunungapi Ibu. Terdapat tiga kawasan rawan bencana G. Ibu yakni KRB III, di mana di kawasan ini selalu terancam aliran lava gas racun dan awan panas. Radius 2 km dari puncak selalu terancam lontaran batu (pijar) dan hujan abu lebat. KRB II, di mana di kawasan ini berpotensi terlanda aliran lava, awan panas dan lahar hujan. Radius 5 km berpotensi terkena hujan abu lebat dan lontaran batu (pijar). Serta KRB I yang berpotensi terlanda aliran lahar. Radius 8 km dari pusat berpotensi terhadap hujan abu dan kemungkinan dapat terkena lontaran batu pijar. Desa Goin dan Duono terletak di KRB II yang berada di depan bukaan kawah dari G. Ibu sekitar 6 km dari puncak. Hal ini membuat kedua desa ini sangat rentan oleh bahaya awan panas dan lahar. Tidak lupa dibahas mengenai kondisi terkini dari Gunungapi Ibu. Sosialisasi diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi dengan masyarakat. Tidak lupa Tim PVMBG memberikan rekomendasi kepada masyarakat agar menghindari daerah-daerah bahaya khususnya yang termasuk ke dalam zona KRB III dan KRB II.

 

Rekomendasi G. Ibu pada status WASPADA yaitu:

  1. Tidak mendekati atau melakukan aktivitas di area kawah dengan radius 2,5 km.
  2. Tidak mendekati area bukaan kawah G. Ibu
  3. Perlu berhati-hati terhadap potensi awan panas, abu vulkanik dan lahar khususnya di Sungai Duono
  4. Melakukan Koordinasi dengan POS Pengamatan G. Ibu di Desa Gamici

 

Setelah mengikuti acara sosialisasi ini, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap segala bentuk ancaman ketika letusan, serta dapat menanggulangi dan meminimalisir kerugian yang ditimbulkan oleh letusan G. Ibu.

Disamping kegiatan sosialisasi, tim PVMBG juga menyebarkan kuisioner mengenai pengetahuan kebencanaan, kesiapsiagaan, peringatan dini dan kelembagaan kebencanaan di G. Ibu. Tujuannya untuk menilai kapasitas masyarakat di seluruh desa yang masuk Kawasan Rawan Bencana G. Ibu. Hasil yang akan diperoleh akan digunakan sebagai salah satu elemen kapasitas dalam pembuatan peta potensi bencana di kawasan G. Ibu.

 

FOTO KEGIATAN

Ibu 1 (26-04-16)

Ibu 2 (26-04-16)

Suasana saat pemaparan Sosialisasi kebencanaan Gunungapi Ibu

 

Ibu 3 (26-04-16)

Ibu 4 (26-04-16)

Narasumber menjelaskan mengenai bahaya Gunungapi Ibu

 

Ibu 5 (26-04-16)

Ibu 6 (26-04-16)

Beberapa anggota masyarakat bertanya mengenai aktivitas vulkanik Gunungibu terkait dengan kehidupan mereka sehari hari.