Workshop Evaluasi Kerjasama Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi (pvmbg/cvghm) Dan Earth Observatory Of Singapore (eos)

Pada tanggal 2 Juni 2016 telah diadakan acara workshop, dengan tema CVGHM-EOS Results and Collaborative Work on Gede Volcano di Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Bandung, mengenai evaluasi hasil kerjasama antara Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan Earth Observatory of Singapore (EOS). Pada kegiatan tersebut, dipaparkan hasil-hasil penelitian yang telah dilaksanakan bersama di Gunung Gede, Jawa Barat, serta perencanaan untuk kegiatan selanjutnya. 

Fokus dari kerjasama ini adalah kegiatan penelitian di Gunung Gede, Jawa Barat, yang meliputi geologi gunungapi, kebencanaan, dan monitoring gunungapi. Pada kegiatan  penelitian geologi gunungapi, telah dilakukan  antara lain penelitian geokimia, petrologi, dan stratigrafi. Sedangkan untuk kegiatan penelitian kebencanaan, telah dilakukan pembuatan model, yaitu deposit modeling menggunakan software titan2D dengan skenario dome collapse dan column collapse, ash dispersal modeling (menggunakan probabilistic impac), dan pembuatan Event Tree untuk letusan Gunung Gede. Pada kegiatan monitoring gunungapi, telah dipasang 4 iGPS, 11 seismometer, dan 4 tiltmeter, untuk memonitor seismisitas dan deformasi. Selain itu juga dilakukan  perawatan secara berkala terhadap alat-alat yang sudah dipasang.

 

Eos 1

Gambar 1.Presentasi tentang pemodelan bencana gunungapi

 

Eos 2

Gambar 2. Presentasi tentang monitoring gunungapi

 

Eos 3

Gambar 3.Peserta workshop

 

Kegiatan ini juga membahas tentang perencanaan kegiatan penelitian yang akan datang, seperti:

  • Pemasangan alat Multi-GAS untuk meneliti kandungan SO2 dan CO2 di kawah gunungapi
  • Melakukan pemodelan kebencanaan gunungapi dengan skenario yang berbeda, seperti besar erupsi, arah letusan, laharan, serta kemungkinan untuk memodelkan debris avalanche.
  • Rekonstruksi 3D dari foto-foto kawah guna melihat deformasi dan perubahan morfologi gunungapi, terutama dibagian kawah
  • Melakukan kajian Event Tree berdasarkan hasil yang diperolehdari masing-masing grup penelitian untuk menghasilkan prediksi jenis dan besar erupsi yang akan terjadi.
  • Mempertimbangkan pembuatan  stasiun Infrasound Detection di Sulawesi.
  • Pembuatan data base distribusi Ash Fall dari letusan gunungapi se-Asia.

 

Eos 4

Gambar 4. Foto bersama seluruh peserta workshop