Tanggapan Gerakan Tanah Di Kec. Lemah Sugih, Kab. Majalengka, Jawa Barat

Bersama ini kami sampaikan tanggapan bencana gerakan tanah di Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat, berdasarkan pemberitaan harian Pikiran Rakyat pada hari Selasa, 22 Oktober 2013, sebagai berikut:

1. Lokasi dan waktu kejadian:

Bencana gerakan tanah terjadi di Blok Tamiang Lembu, Desa Cibulan, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat, pada hari Senin, 13 Mei 2013 pukul 13.00 WIB.

2. Jenis gerakan tanah:

Gerakan tanah yang terjadi diperkirakan berupa aliran bahan rombakan pada tebing setinggi 7 meter yang menimbun orang yang menggali saluran air.

3. Dampak gerakan tanah:
  • 1 (satu) orang meninggal dunia.
4. Kondisi daerah bencana :
  • Secara umum daerah bencana dan sekitarnya merupakan daerah perbukitan dengan elevasi 600-800 meter (Peta Rupa Bumi Lembar Talaga, Jawa Barat, Bakorsutanal,1999).
  • Berdasarkan Peta Geologi Lembar Arjawinanguun, Jawa (Djuri, 1995) batuan penyusun di daerah bencana secara regional adalah breksi gunungapi, laharik, andesit, basal, tuf, lapili (Qyu dan Qvu).
  • Berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah pada Bulan Oktober 2013 di Jawa Barat (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), daerah bencana termasuk zona potensi gerakan tanah Menengah artinya daerah ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.
5. Faktor penyebab terjadinya gerakan tanah diperkirakan :
  • Gerakan tanah ini disebabkan oleh faktor pemotongan lereng yang tegak, dalam pebuatan saluran air.
6. Rekomendasi :
  • Pemotongan lereng yang telah dilakukan harus di hentikan. Pemotongan lereng agar memperhatikan kestabilan lereng dan agar dikonsultasikan dengan ahlinya.
  • Masyarakat tidak boleh beraktifitas di lokasi pemotongan lereng karena masih berpotensi terjadi gerakan tanahh
  • Agar masyarakat yang tinggal di sekitar daerah bencana lebih waspada, terutama saat maupun setelah hujan deras yang berlangsung lama, karena daerah tersebut masih berpotensi untuk terjadinya longsor susulan.

Demikian tanggap darurat ini kami sampaikan terima kasih atas perhatiannya.

Gb. 1. Peta Petunjuk Lokasi Gerakan Tanah

peta lokasi majalengka

Gambar 2. Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah

potensi majalengka

WILAYAH POTENSI GERAKAN TANAH

DI KABUPATEN MAJALENGKA,

PROVINSI JAWA BARAT

BULAN OKTOBER 2013

No

Provinsi

Kabupaten

/Kota

Kecamatan

Potensi Terjadi Gerakan Tanah

1.

JAWA BARAT

MAJALENGKA

 

TALAGA

Menengah – Tinggi

Berpotensi Banjir Bandang

 

MAJA

Menengah – Tinggi

Berpotensi Banjir Bandang

 

 

ARGAPURA

Menengah – Tinggi

Berpotensi Banjir Bandang

 

 

LEMAHSUGIH

Menengah

 

 

SUKAHAJI

Menengah

Berpotensi Banjir Bandang

 

 

MAJALENGKA

Menengah

Berpotensi Banjir Bandang

 

 

LEUWIMUNDING

Menengah

Berpotensi Banjir Bandang

 

 

DAWUAN

Menengah

Berpotensi Banjir Bandang

 

 

KADIPATEN

Menengah

 

 

CIKIJING

Menengah - Tinggi

 

 

BANTARUJEG

Menengah – Tinggi

Berpotensi Banjir Bandang

 

 

RAJAGALUH

Menengah – Tinggi

Berpotensi Banjir Bandang

 








Keterangan :

Menengah

Daerah yang mempunyai potensi Menengah untuk terjadi Gerakan Tanah. Pada Zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.

Tinggi

Daerah yang mempunyai potensi Tinggi untuk terjadi Gerakan Tanah. Pada Zona ini dapat terjadi Gerakan Tanah jika curah hujan di atas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.